Sabri, S.Kom Nahkodai Kadin Nunukan 2026–2031, Siap Perkuat Dunia Usaha Perbatasan

NUNUKAN – Pengusaha muda Sabri, S.Kom resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Nunukan periode 2026–2031 dalam Musyawarah Kabupaten (Mukab) Kadin Nunukan yang digelar di Kopi Mood, Rabu (1/4/2026).

Terpilihnya Sabri diharapkan mampu membawa semangat baru dalam mendorong kemajuan dunia usaha di wilayah perbatasan.

banner 728x90

Dalam kesempatan tersebut, Sabri memaparkan visi dan misinya untuk memperkuat peran Kadin sebagai wadah strategis bagi seluruh pelaku usaha di Kabupaten Nunukan, baik skala besar maupun kecil, yang mencakup sektor negara, koperasi, hingga swasta.

Ia menegaskan bahwa Kadin memiliki peran penting sebagai jembatan antara dunia usaha dengan pemerintah serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, keberadaan Kadin yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 memiliki fungsi strategis dalam menghimpun, membina, serta memperjuangkan kepentingan dunia usaha secara terintegrasi guna memperkuat perekonomian nasional.

“Sebagai mitra strategis pemerintah, Kadin harus mampu menciptakan iklim usaha yang sehat, berdaya saing, dan berkeadilan, khususnya di wilayah perbatasan seperti Nunukan,” ujar Sabri.

Ia juga menyoroti posisi strategis Kadin Nunukan yang memiliki jaringan hingga tingkat nasional dan internasional serta menaungi berbagai asosiasi lintas sektor yang berpotensi mendorong pertumbuhan investasi dan perdagangan daerah.

Dalam visinya, Sabri menargetkan terwujudnya dunia usaha Kabupaten Nunukan yang tangguh dan berdaya saing tinggi dengan memanfaatkan keunggulan wilayah perbatasan, sekaligus tetap menjunjung tinggi aspek hukum, etika, kemanusiaan, dan kelestarian lingkungan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, sejumlah misi telah dirumuskan, di antaranya meningkatkan kapasitas pelaku usaha di semua sektor, mendorong pemerataan ekonomi antara usaha besar dan kecil, serta menciptakan iklim usaha yang inovatif, kompetitif, dan kolaboratif.

Selain itu, Sabri juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif dunia usaha dalam pembangunan daerah serta peningkatan daya saing hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

“Penguatan kelembagaan Kadin secara profesional juga menjadi prioritas agar mampu menjawab tantangan dan peluang ekonomi ke depan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kadin Provinsi Kalimantan Utara, Kilit Laing, melalui Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Organisasi, Akhid Ubaidillah, saat membuka Mukab Kadin Nunukan menegaskan bahwa forum ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah pergerakan dunia usaha di daerah.

Ia menyampaikan lima fokus utama yang sejalan dengan visi nasional Kadin Indonesia. Pertama, percepatan pengembangan usaha generasi muda melalui penciptaan ekosistem wirausaha yang mendukung inovasi, akses perizinan, pendanaan, hingga integrasi dalam rantai pasok industri.

Kedua, akselerasi digitalisasi usaha, khususnya bagi pelaku usaha ultra mikro, mikro, kecil, dan menengah (UMKM), melalui pemanfaatan teknologi dalam pemasaran, keuangan, dan produksi.

Ketiga, penguatan kerja sama dengan pemerintah guna menciptakan sinergi dalam pengembangan investasi serta penyelesaian berbagai hambatan usaha.

Keempat, pembinaan UMKM secara berkelanjutan agar mampu naik kelas, baik dari sisi kualitas produk, manajemen, legalitas, hingga akses pasar.

Kelima, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan, vokasi, serta penguatan keterkaitan antara dunia pendidikan dan industri.

Melalui Mukab ini, Kadin Nunukan diharapkan semakin memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu memaksimalkan potensi strategis wilayah perbatasan. (bed)

banner 728x90