oleh

Drainase Sebatik Timur Dipertanyakan, Saatnya Pemerintah Menegaskan Arah Kebijakan Penanganan Banjir

image_pdfimage_print

Oleh:
Andi Yakub, S.Kep., Ns.
Anggota DPRD Kabupaten Nunukan – Dapil Sebatik.

Banjir yang kembali melanda lima kecamatan di Pulau Sebatik pada 11–12 November 2025 menyisakan pertanyaan penting tentang kualitas arah pembangunan di wilayah perbatasan.

banner 728x90

Genangan yang merendam sekolah, puskesmas, rumah ibadah, kantor desa, hingga permukiman warga tidak hanya menunjukkan dampak cuaca ekstrem, tetapi juga menyingkap persoalan mendasar. Sistem drainase Sebatik belum dirancang dalam kerangka perencanaan yang benar-benar terpadu.

Di Sebatik Timur, sejumlah drainase dan parit yang baru saja dibangun melalui proyek pusat semestinya memberikan efek pengurangan risiko banjir. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa banjir tetap terjadi dengan intensitas yang signifikan. Ini bukan berarti proyek tersebut salah, melainkan menegaskan bahwa pembangunan fisik tanpa kerangka master plan tidak akan menghasilkan dampak menyeluruh.

Banjir Ini Menunjukkan Perlunya Kebijakan Drainase yang Berbasis Sistem, Bukan Lokasi

Sebatik memiliki dinamika hidrologis yang khas. Air yang turun dari daratan—terutama dari wilayah dengan elevasi lebih tinggi akan bergerak menuju pesisir. Ketika hujan deras bertemu dengan pasang laut, air memerlukan jalur yang benar-benar terencana untuk mengalir keluar. Drainase menjadi instrumen utama, namun hanya efektif apabila:
• kapasitasnya memadai,
• terhubung antar-saluran,
• memiliki titik muara yang jelas,
• dan dirancang dengan memperhitungkan pasang-surut laut.
Tanpa itu semua, banjir akan selalu menjadi tamu tahunan.

Fakta bahwa parit dan saluran baru di Sebatik Timur tidak memberikan perubahan signifikan kepada pola banjir memperlihatkan satu hal: kita membutuhkan penataan kebijakan, bukan sekadar penambahan proyek.

Inilah Saatnya Pemerintah Daerah Menyusun Master Plan Drainase Sebatik

Sebagai wakil rakyat, saya melihat banjir ini bukan sekadar bencana, tetapi momentum politik yang penting. Momentum untuk mengarahkan pembuat kebijakan pada keputusan besar: menyusun Master Plan Drainase Pulau Sebatik. Dokumen ini akan:
• Menyatukan seluruh aliran air daratan dalam satu peta besar,
• Mengatur saluran primer–sekunder–tersier secara terintegrasi,
• Menentukan titik pembuangan yang sesuai dengan karakter pesisir Sebatik,
• Menjadi acuan utama bagi semua proyek pusat dan daerah ke depan.

Dengan master plan, pembangunan drainase tidak lagi bersifat tambal-sulam. Semua proyek akan berjalan dalam satu garis kebijakan yang sama, sehingga setiap rupiah anggaran menjadi lebih efektif dan berdampak.

Sebatik Terlalu Penting Untuk Dibiarkan Dengan Pola Lama

Sebatik adalah beranda NKRI. Wilayah strategis seperti ini memerlukan pembangunan yang terarah dan berpihak kepada kebutuhan warga. Banjir berulang bukan hanya kerugian materil; ia adalah indikator bahwa prioritas kebijakan harus diperbaiki.

Karena itu, saya mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah politik yang berani: beranjak dari pola proyek parsial menuju pembangunan berbasis dokumen perencanaan menyeluruh. Ketika drainase dirancang sebagai sistem, bukan sekadar fisik, maka solusi jangka panjang akan terwujud.

Kebijakan yang Baik Dimulai dari Keberanian Menyusun Arah Baru

Banjir ini tidak boleh dilihat sebagai kejadian biasa. Ia harus menjadi titik balik.
<span;>Drainase Sebatik Timur yang baru dibangun menunjukkan bahwa tanpa kerangka besar, setiap proyek kehilangan daya ungkitnya.

Sebagai wakil rakyat dari Sebatik, saya mendorong pemerintah daerah untuk menegaskan arah kebijakan baru yang lebih sistemik dan berjangka panjang. Karena pembangunan sejati bukan tentang berapa banyak proyek yang kita hadirkan, tetapi seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. (***)

 

banner 728x90