NUNUKAN – Pengembangan pariwisata di Kabupaten Nunukan tak cukup hanya mengandalkan keindahan destinasi dan promosi. Pemerintah Kabupaten Nunukan mulai menekankan aspek keselamatan sebagai bagian penting dalam pengelolaan objek wisata agar wisatawan merasa aman, nyaman, sekaligus mendapatkan pengalaman positif.
Pesan tersebut mengemuka dalam pengukuhan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sekaligus Workshop Peningkatan Kapasitas Keselamatan Wisata di Besoy Batu Bedinding, Air Terjun Binusan, Jumat (11/9/2026).
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudparporapar) Nunukan H. Surai mengatakan, pengembangan pariwisata membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, pengelola destinasi, pelaku usaha hingga generasi muda.
“Kalau dalam olahraga kita mengenal istilah tim, maka pariwisata juga membutuhkan sebuah tim yang kuat. Ada pemerintah, ada masyarakat, ada Pokdarwis, ada pemandu wisata, ada pelaku usaha dan ada generasi muda. Semua harus bergerak bersama,” ujarnya.
Menurutnya, Pokdarwis yang telah dikukuhkan tidak boleh berhenti pada pembentukan struktur organisasi. Kelompok tersebut harus mampu menjadi penggerak yang aktif dalam mengelola, menjaga, sekaligus mengembangkan potensi wisata di wilayah masing-masing.
Sura’i juga mengingatkan, kualitas destinasi tidak hanya ditentukan oleh daya tarik wisata. Kebersihan, keamanan, kenyamanan dan kelestarian lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan kepada wisatawan.
“Jaga kebersihan, jaga keamanan, jaga kenyamanan, jaga alam dan yang paling penting, berikan pelayanan yang baik kepada setiap wisatawan,” pesannya.
Aspek keselamatan menjadi perhatian khusus dalam workshop tersebut. Pengelola destinasi dan masyarakat dibekali pemahaman serta keterampilan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi risiko maupun kondisi darurat yang dapat terjadi di kawasan wisata.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat Nunukan memiliki beragam potensi wisata, mulai dari wisata alam, budaya hingga wisata berbasis masyarakat. Pengelolaan yang aman dan profesional diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan wisatawan sekaligus mendorong mereka kembali berkunjung.
Di sisi lain, pemerintah melihat sektor pariwisata sebagai salah satu ruang bagi generasi muda untuk berkarya dan menciptakan peluang ekonomi baru. Potensi destinasi yang ada dinilai dapat dikembangkan menjadi berbagai aktivitas produktif yang melibatkan masyarakat setempat.
Kegiatan pengukuhan dan workshop tersebut diikuti 62 peserta. Mereka berasal dari pengelola destinasi wisata Sae Lanuka, Pokdarwis, pengelola destinasi wisata Mangrove Belagaone, serta pengelola destinasi wisata Pantai Eching.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Nunukan berharap terbentuk sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, masyarakat, pengelola destinasi, pemandu wisata, pelaku usaha dan generasi muda untuk membangun pariwisata Nunukan yang aman, nyaman dan berkelanjutan. (adv)














