NUNUKAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program nasional, kini diperluas ke Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Setelah sukses dilaksanakan di Kecamatan Sebatik Timur dan Sebatik Utara sejak Juli lalu, program ini secara resmi menyasar pelajar tingkat PAUD/TK, SD, SMP, serta balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini.
Penyaluran perdana dilaksanakan pada hari Senin, (29/9/2025), dengan menu MBG yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Pendidikan Yatim Sebatik. Dapur SPPG yang berlokasi di Jalan Asnur Dg. Pasau, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, didirikan khusus untuk mengakomodir pelaksanaan MBG di wilayah ini.
Program MBG ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil, serta membangun sumber daya manusia yang unggul. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menurunkan angka stunting dan kemiskinan, serta menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.
SPPG di Kecamatan Sebatik Tengah mengakomodir 13 sekolah mulai dari PAUD/TK, SD/MI, hingga SMP. Selain siswa, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui juga menjadi sasaran program ini di empat desa yang meliputi Desa Aji Kuning, Desa Bukit Harapan, Desa Maspul, dan Desa Sungai Limau.
“Tentunya saya selaku orang tua bersyukur ada makan gratis seperti ini. Jadi, jajan anak-anak bisa berkurang juga” aku Asdar, orang tua pelajar kepada media ini.
Ia mengatakan, selain bersyukur apresiasi terhadap program ini wajib dilakukan agar terus berjalan dan memberikan manfaat ke warga. “Bukan hanya pelajar, sebab ibu hamil dan ibu menyusui juga diberikan,” ungkapnya.
Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, dalam pernyataannya saat peluncuran program MBG di Pulau Sebatik, menekankan pentingnya program ini untuk menciptakan generasi yang sehat, kuat, cerdas, dan berkarakter. Beliau juga mengimbau agar anak-anak mengurangi jajan di luar dan menabung uang jajan mereka untuk keperluan yang lebih bermanfaat.
Program MBG diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya dalam peningkatan gizi dan penurunan angka stunting, tetapi juga dalam menekan angka kemiskinan serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, terutama melalui partisipasi pelaku usaha makanan di daerah tersebut.
“Program ini sangat penting agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, cerdas, dan berkarakter. Saya juga mengingatkan agar anak-anak mengurangi jajan di luar supaya uang jajannya bisa ditabung dan digunakan untuk hal-hal lain yang lebih berguna,” ujar H. Irwan Sabri saat itu. (bed)











