NUNUKAN – Tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Nunukan menurun dari 2,71 persen pada 2024 menjadi 2,61 persen pada 2025. Meski menunjukkan perbaikan, penurunan tersebut belum cukup untuk menggambarkan apakah masyarakat telah memperoleh pekerjaan yang produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan.
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menyampaikan capaian itu dalam pidatonya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan, Senin (12/10/2026). Selain pengangguran, pemerintah daerah juga mencatat penurunan angka kemiskinan dari 5,73 persen pada 2024 menjadi 5,27 persen pada 2025.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Nunukan pada 2025 tercatat sebesar 3,98 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat dari 69,27 menjadi 69,87.
Data tersebut menunjukkan adanya perbaikan pada sejumlah indikator pembangunan. Namun, angka pengangguran terbuka hanya menggambarkan proporsi angkatan kerja yang belum bekerja dan sedang mencari pekerjaan atau mempersiapkan usaha. Indikator itu belum menjelaskan kualitas pekerjaan, tingkat pendapatan, maupun kepastian kerja yang dimiliki masyarakat.
Karena itu, tantangan pembangunan ketenagakerjaan tidak berhenti pada menekan angka pengangguran. Ketersediaan pekerjaan yang produktif, pendapatan yang memadai, dan kesempatan kerja yang sesuai dengan keterampilan masyarakat tetap menjadi persoalan yang perlu dijawab.
Bagi Nunukan sebagai daerah perbatasan, penguatan sektor ekonomi lokal menjadi salah satu faktor penting untuk memperluas kesempatan kerja. Potensi pertanian, perikanan, rumput laut, dan perdagangan perlu didukung agar tidak hanya menghasilkan aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka peluang penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Pemerintah daerah juga perlu memastikan pertumbuhan ekonomi memberi manfaat lebih luas, termasuk bagi pekerja informal dan masyarakat di wilayah terpencil. Penurunan pengangguran akan lebih bermakna apabila diikuti peningkatan pendapatan serta berkurangnya kerentanan ekonomi rumah tangga.
Capaian 2025 menjadi modal bagi Kabupaten Nunukan untuk melanjutkan perbaikan. Namun, ukuran keberhasilannya bukan semata-mata seberapa rendah angka pengangguran, melainkan sejauh mana masyarakat memperoleh pekerjaan yang layak dan mampu menopang kehidupan mereka. (adv)













