NUNUKAN – Sebelum mengejar medali di Porprov II Kaltara 2026, atlet Kabupaten Nunukan lebih dulu diuji kondisi fisik dan kebugarannya. KONI Nunukan melakukan evaluasi daya tahan (endurance) untuk memastikan atlet yang dipersiapkan benar-benar memiliki kesiapan fisik menghadapi pertandingan.
Ketua KONI Kabupaten Nunukan, Muhammad Yasin mengatakan, evaluasi dilakukan melalui tim verifikasi KONI dengan melibatkan tenaga kesehatan, termasuk dokter. Pemeriksaan tersebut untuk mengetahui sedini mungkin kondisi kesehatan fisik dan tingkat kebugaran para atlet.
“Sekarang kita melakukan upaya-upaya evaluasi daya tahan atau endurance atlet untuk mengikuti Porprov II Kaltara,” kata Muhammad Yasin yang ditemui di Stadion Sepakbola Sungai Bilal, Ahad (27/9/2026).
Menurutnya, tes kebugaran dan fisik penting dilakukan karena sejumlah cabang olahraga membutuhkan kondisi fisik dan daya tahan yang prima selama pertandingan.
Hasil pemeriksaan nantinya menjadi bahan evaluasi bagi masing-masing cabang olahraga. Dengan begitu, cabor dapat mengetahui kondisi atlet dan melakukan perbaikan terhadap program persiapan sebelum Porprov II Kaltara digelar.
“Kita ingin mengetahui kondisi kesehatan fisik dan kebugaran atlet sejak dini. Ini menjadi bahan evaluasi bagi cabor untuk memperbaiki persiapannya,” ujarnya.
Yasin menegaskan, kesiapan atlet tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga kondisi fisik yang mampu menunjang performa selama pertandingan.
Melalui evaluasi tersebut, KONI berharap persiapan atlet Nunukan menuju Porprov II Kaltara 2026 dapat dilakukan secara lebih terukur, terutama pada aspek daya tahan dan kesehatan. (bed)














