NUNUKAN – Medali belum diperebutkan, tetapi persaingan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 sudah dimulai. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Nunukan turun langsung memeriksa kesiapan cabang olahraga dan atlet yang akan membawa nama daerah ke Kabupaten Malinau akhir tahun nanti.
Monitoring dilakukan melalui Tim Verifikasi persiapan Porprov Kaltara 2026 dengan mendatangi sejumlah venue dan tempat latihan atlet. Langkah ini menjadi bagian dari upaya KONI Nunukan memetakan kekuatan sekaligus menemukan kebutuhan yang masih harus dipenuhi sebelum pertandingan dimulai.
Ketua KONI Nunukan Muhammad Yasin mengatakan, kunjungan langsung tersebut menunjukkan keseriusan organisasi dalam mempersiapkan kontingen Nunukan. KONI, kata dia, tidak ingin persiapan hanya berhenti pada laporan dari masing-masing cabang olahraga.
“Kita lihat sejauh mana persiapan kematangan atlet mengikuti kejuaraan tingkat provinsi ini,” ujar Yasin saat ditemui di Stadion Sungai Bilal usia mengunjungi tim cabor sepakbola, Ahad (30/8/2026) .
Nunukan memiliki lebih dari 40 cabang olahraga yang harus dibina dan diperhatikan. Karena itu, Yasin meminta seluruh pengurus KONI, pengurus cabang olahraga, serta insan olahraga memperkuat sinergi dan solidaritas dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet.
Menurut dia, kolaborasi seluruh unsur olahraga menjadi salah satu kunci dalam menyiapkan kontingen Nunukan menghadapi Porprov Kaltara 2026. Pembinaan yang terarah harus berjalan beriringan dengan dukungan pemerintah daerah dan kekompakan insan olahraga.
Tim Verifikasi juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk memetakan kebutuhan dan mengevaluasi persiapan setiap cabang olahraga. Hasil pemetaan diharapkan menjadi dasar untuk memperbaiki kekurangan sebelum kontingen Nunukan bertolak ke Malinau.
“Selaian memantau kesiapan atlet dan memastikan tampil maksimal, kami juga memotivasi atlet dengan harapan adanya ekosistem olahraga yang mampu melahirkan prestasi dan regenerasi atlet di Nunukan yang ini,” ujar Yasin.
Ketua Askab PSSI Nunukan Adama mengatakan, untuk cabor sepakbola persiapan sudah 70 persen. Masih banyak hal perlu dibenahi, terutama pemainnya. “Sebelum tim inti dibuat, beberapa bulan sudah diseleksi. Semua anak dari kecamatan kita akomodir,” kata Adama.
Saat ini, lanjutnya, 22 pemain latihan rutin di Stadion Sungai Bilal. Pelatih yang menangani terus melakukan pembenahan dari setiap lini pemain. “Kalau bicara target, tentunya juara,” pungkasnya. (bed)















