NUNUKAN – Permainan tradisional bakiak dan gobak sodor menjadi pembuka Sport Festival Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Nunukan dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan 2026.
Di tengah perkembangan zaman, olahraga tradisional kembali dihadirkan sebagai sarana rekreasi sekaligus upaya membentuk karakter generasi muda.
Lomba olahraga tradisional yang digelar di Ruang Terbuka Publik (RTP) Paras Perbatasan pada 3–4 Oktober 2026 ini dibuka Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) H. Zainal Arifin Paliwang, didampingi Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, Sabtu (3/10/2026).
Ketua Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) Kabupaten Nunukan Aiyub mengatakan, olahraga tradisional memiliki nilai lebih dari sekadar permainan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara mengenalkan kembali permainan yang tumbuh di tengah masyarakat sekaligus menanamkan nilai kebersamaan kepada generasi muda.
Menurut dia, PORTINA sebagai salah satu induk organisasi olahraga (Inorga) di bawah naungan KORMI Nunukan berkomitmen menjaga keberlangsungan olahraga tradisional sebagai bagian dari olahraga rekreasi masyarakat.
“Olahraga tradisional ini bukan hanya permainan, tetapi juga bisa menjadi media rekreasi yang turut membentuk karakter generasi muda di era saat ini,” ujarnya.
Dua jenis permainan yang diperlombakan dalam kegiatan tersebut adalah bakiak beregu dan asin atau gobak sodor. Keduanya mengandalkan kerja sama, kekompakan, serta strategi antarpemain untuk mencapai kemenangan.
Peserta yang mendaftar berasal dari berbagai kalangan, mulai dari siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), organisasi kemasyarakatan hingga perwakilan instansi di Kabupaten Nunukan.
Keterlibatan peserta dari beragam latar belakang tersebut menjadi ruang bagi olahraga tradisional untuk menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas, terutama kalangan pelajar.
Namun, upaya pelestarian olahraga tradisional tidak cukup hanya melalui perlombaan dalam momentum perayaan hari jadi daerah.
Keberlanjutan kegiatan dan pengenalan permainan tradisional di lingkungan sekolah maupun komunitas menjadi bagian penting agar permainan tersebut tetap dikenal dan dimainkan oleh generasi berikutnya.
Sport Festival KORMI Nunukan sendiri melibatkan sembilan Inorga dengan beragam kegiatan olahraga rekreasi yang dijadwalkan mengisi rangkaian perayaan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan.
Selain PORTINA melalui lomba permainan tradisional pada 3–4 Oktober, festival ini juga menghadirkan kompetisi aerobik oleh ASIAFI dan PORSI, Festival Layang-Layang Hias oleh PELANG, serta Kejuaraan Fitness dan Fisik oleh PERBAFI.
Agenda lainnya meliputi Baveti 3 On 3, Kejuaraan Marching Band Nunukan oleh IDCA, Border Airsoft Tournament 3 On 3 oleh FAI, Crossborder Tactical Showdown 2026 oleh INASSOC, serta International Archery Nunukan oleh PERPATRI.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan upaya KORMI Nunukan memperluas ruang partisipasi masyarakat melalui beragam cabang olahraga rekreasi.
Di sisi lain, pelestarian olahraga tradisional menjadi salah satu tantangan agar permainan yang lekat dengan kehidupan masyarakat itu tidak hanya hadir saat perayaan, tetapi juga terus diwariskan kepada generasi muda. (adv)
