NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan menargetkan penyediaan 1.036 unit rumah layak huni sepanjang 2026. Namun, sebagian besar target tersebut diharapkan terealisasi melalui program pemerintah pusat dan kerja sama lintas lembaga, bukan hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menyampaikan target tersebut dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan, Senin (12/10/2026). Dari total target, sebanyak 122 unit rumah direncanakan melalui APBD, sementara 200 unit bersumber dari APBN dan 714 unit lainnya melalui kerja sama dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) serta kementerian terkait.
Komposisi pendanaan itu menunjukkan bahwa pencapaian target perumahan di Nunukan turut bergantung pada dukungan program di luar anggaran daerah. Karena itu, realisasi 1.036 unit tersebut tidak hanya ditentukan oleh kesiapan pemerintah kabupaten, tetapi juga pelaksanaan program dari pemerintah pusat dan lembaga terkait.
Penyediaan rumah layak huni menjadi salah satu agenda pembangunan yang disampaikan Irwan di tengah sejumlah pekerjaan rumah daerah, mulai dari pemerataan infrastruktur hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Di wilayah perbatasan seperti Nunukan, kebutuhan hunian layak menjadi bagian penting dari pembangunan. Tantangannya bukan semata menambah jumlah unit rumah, melainkan memastikan bantuan menjangkau warga yang membutuhkan dan memenuhi standar kelayakan,” ujarnya.
Target 1.036 unit pada 2026 itu masih perlu dilihat dari sisi realisasi. Jumlah rumah yang direncanakan belum otomatis menggambarkan jumlah hunian yang selesai dibangun atau telah ditempati masyarakat.
Pemerintah daerah perlu memastikan pembagian program, sumber pendanaan, penerima manfaat, serta jadwal pelaksanaan berjalan sesuai rencana. Transparansi perkembangan pembangunan juga penting agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana target tersebut tercapai hingga akhir tahun.
Dengan mayoritas target bergantung pada program di luar APBD, koordinasi lintas lembaga menjadi kunci. Pemerintah Kabupaten Nunukan diharapkan tidak hanya mengejar angka pembangunan, tetapi juga memastikan rumah yang disediakan benar-benar layak dan tepat sasaran. (adv)
