Sampah Plastik Kepung Pesisir Budidaya Rumput Laut, Warga Nunukan Curhat ke DPRD Kaltara

NUNUKAN – Tumpukan sampah plastik yang mengendap di sepanjang pesisir area budidaya rumput laut di Nunukan menjadi sorotan dalam reses Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, H. Ladullah, S.Hi, Sabtu (21/2/2026).

Di hadapan legislator Fraksi PKS itu, warga mengeluhkan kondisi pantai yang kian tercemar limbah kiriman, merusak estetika kawasan dan mengancam kesehatan masyarakat.

Reses yang digelar di Jalan Pattimura, Kelurahan Selisun, Nunukan Selatan itu diwarnai berbagai aspirasi terkait persoalan lingkungan. Pesisir pantai yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya pembudidaya rumput laut, kini dipenuhi sampah plastik yang terbawa arus dan menumpuk di garis pantai.

“Sejumlah warga menyampaikan berbagai pertanyaan dan aspirasi terkait permasalahan lingkungan, terutama mengenai penanganan sampah di kawasan organisasi padat penduduk,” ujar H. Ladullah.

Ia menyebut, volume sampah terus meningkat sementara sistem penanganannya dinilai belum berjalan optimal. Kondisi tersebut tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas budidaya rumput laut yang menjadi sumber penghasilan warga.

Persoalan serupa juga ditemukan di aliran Sungai Bolong yang melintasi kawasan permukiman. Sampah rumah tangga terlihat menyumbat aliran air, memicu bau tak sedap dan meningkatkan risiko penyakit. Warga menilai kondisi itu mencerminkan tata kelola kebersihan yang belum maksimal, termasuk di kawasan lingkar jalan yang menjadi wajah Kota Nunukan.

Menanggapi aspirasi tersebut, H. Ladullah mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan sekitar dua hingga tiga bulan lalu. Dari pertemuan itu muncul gagasan inovatif, yakni mengolah sampah plastik menjadi material penahan ombak.

“Pengolahan sampah menjadi penahan gelombang bisa memberi dua manfaat sekaligus, mengurangi timbunan limbah dan melindungi pesisir dari abrasi,” jelas Ketua Fraksi PKS tersebut.

Konsepnya, limbah plastik yang terkumpul akan diolah menjadi balok padat berbentuk modular dan diperkuat dengan rangka baja tahan karat. Material tersebut kemudian disusun di titik-titik rawan abrasi, khususnya di pesisir Kelurahan Selisun hingga Seimenggaris—kawasan yang kerap terdampak hempasan ombak dan tumpukan sampah kiriman.

Selain solusi pengolahan limbah, warga juga mengusulkan penambahan armada pengangkut sampah serta perubahan jadwal operasional ke malam hari agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat di siang hari.

H. Ladullah menegaskan, kewenangan pengelolaan sampah memang berada di tingkat kabupaten. Namun, pihaknya akan tetap mendorong Pemerintah Kabupaten Nunukan agar meningkatkan pelayanan kebersihan demi mengembalikan wajah pesisir yang bersih dan sehat.

Kegiatan reses tersebut dirangkai dengan Buka Puasa Bersama yang dihadiri tokoh masyarakat, pemuda, serta pengurus Kerukunan Keluarga Bugis Sidrap (Kebugis) Nunukan. Selain persoalan sampah, warga juga menyampaikan aspirasi terkait perbaikan infrastruktur lingkungan, seperti normalisasi parit dan pembukaan akses jalan yang menghubungkan kawasan organisasi dengan wilayah pantai.

Tahun sebelumnya, anggaran pembangunan infrastruktur tersebut sempat direncanakan. Namun karena terdapat program serupa yang akan dilaksanakan oleh Dewan Kabupaten, alokasi anggaran dialihkan ke kebutuhan lain.

“Aspirasi ini akan kita kembali masukkan dalam APBD Perubahan Provinsi Kaltara, terutama untuk perbaikan infrastruktur yang menjadi harapan masyarakat di Kabupaten Nunukan,” tutup Ketua Kebugis Provinsi Kaltara itu. (adv)




Rismanto Santuni Anak Panti Aisyiyah Ruhama, Wujud Nyata Kepedulian Wakil Rakyat di Nunukan

NUNUKAN – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Rismanto, ST, MT, MPSDA.

Politisi tersebut mengunjungi Panti Asuhan Aisyiyah Ruhama yang berlokasi di Jalan Pangeran Antasari, RT 14, Kelurahan Nunukan Timur, Kabupaten Nunukan, Kamis (26/2/2026).

Dalam kunjungan itu, Rismanto menyerahkan bantuan uang tunai sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan operasional dan kesejahteraan anak-anak asuh di panti tersebut.

Kunjungan berlangsung sederhana namun penuh kehangatan. Rismanto tampak berbincang akrab dengan para pengurus yayasan dan anak-anak panti, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat.

Rismanto mengatakan, bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan beban operasional panti serta mendukung kebutuhan pendidikan dan keseharian anak-anak.

“Kehadiran kami di sini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan meringankan kebutuhan panti,” ujarnya saat ditemui media.

Menurutnya, perhatian terhadap panti asuhan dan lembaga sosial merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Koordinator Pengurus Yayasan Panti Asuhan Aisyiyah Ruhama, Bunda Wasamu, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih atas bantuan dari Pak Rismanto. Apalagi beliau datang langsung menyerahkan bantuan ini, kami merasa sangat bersyukur sekali,” ungkapnya.

Ia berharap dukungan dari berbagai pihak terus mengalir demi keberlangsungan pembinaan, pendidikan, serta pemenuhan kebutuhan anak-anak di panti asuhan tersebut.

Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi antara wakil rakyat dan masyarakat, sekaligus mempererat hubungan emosional di tengah kehidupan sosial masyarakat Kabupaten Nunukan. (adv)




Reses di Binusan, Rismanto Diserbu Aspirasi Petani: Pupuk, Bibit hingga Mesin Penggilingan Padi Jadi Harapan

NUNUKAN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) daerah pemilihan Nunukan, Rismanto, memanfaatkan masa reses dengan turun langsung menyerap aspirasi masyarakat di RT 14, Desa Binusan, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, kelompok tani setempat menyuarakan berbagai kebutuhan mendesak demi meningkatkan produktivitas pertanian, mulai dari pupuk, bibit, hingga mesin penggilingan padi.

Kegiatan reses tersebut menjadi wadah dialog terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan sarana dan prasarana.

Liter Solena, perwakilan kelompok tani, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Rismanto di tengah masyarakat. Menurutnya, momen reses menjadi kesempatan penting bagi petani untuk menyampaikan langsung kebutuhan di lapangan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak yang sudah hadir di tempat kami. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menyampaikan langsung kebutuhan petani,” ujar Liter Solena.

Ia mengungkapkan, para petani di wilayah tersebut masih menghadapi kendala pada lahan kering. Ketersediaan pupuk dan bibit dinilai masih sangat kurang, terutama untuk komoditas sayuran seperti sawi, bayam, kangkung, tomat, lombok (cabai), dan timun.

Selain itu, pada lahan basah, petani juga membutuhkan dukungan berupa pompa racun (hand sprayer), pupuk, serta sarana pendukung pertanian lainnya guna menunjang produktivitas hasil panen.

Aspirasi serupa disampaikan Basri, anggota Kelompok Tani Sinar Binusan. Ia berharap adanya bantuan mesin penggilingan padi agar hasil panen petani dapat dikelola secara mandiri dan memiliki nilai tambah.

“Kami sangat berharap bisa mendapatkan bantuan penggilingan padi agar hasil panen bisa dikelola sendiri dan memberi nilai tambah bagi petani,” kata Basri.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Rismanto menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme di DPRD Provinsi Kaltara.

Ia menyebut sektor pertanian sebagai salah satu fokus penting, terutama dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Nunukan.

“Kegiatan reses ini memang untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi akan kami catat dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” ujar Rismanto.

Reses tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan anggota kelompok tani setempat yang berharap adanya perhatian nyata dari pemerintah provinsi terhadap penguatan sarana dan prasarana pertanian di Desa Binusan. (adv)




Reses di Desa Rahayu, Rismanto Dibanjiri Keluhan Air Bersih hingga Listrik dan Internet

NUNUKAN – Persoalan air bersih, listrik, hingga akses internet mewarnai kegiatan penyerapan aspirasi (Reses) Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Daerah Pemilihan (Dapil) IV Nunukan, Rismanto, di Desa Rahayu (Sebakis), Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, warga menyuarakan kebutuhan dasar yang hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi.

Politisi Partai NasDem yang juga Anggota Komisi III DPRD Kaltara itu menyambangi langsung masyarakat pada Reses masa persidangan II tahun 2026. Sejumlah persoalan mendasar disampaikan warga secara terbuka.

Salah satu keluhan utama adalah keterbatasan akses air bersih. Selama ini, masyarakat masih mengandalkan sumur gali manual untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, distribusi air ke rumah-rumah dinilai menyulitkan.

“Kami ini gali sumur sendiri secara manual. Tapi untuk distribusi ke rumah-rumah susah. Harapan kami ada bantuan pipa atau dibuatkan penampungan air bersih secara massal supaya lebih mudah,” ujar Abu, salah seorang warga, Senin (16/02/2026).

Selain air bersih, warga juga berharap adanya solusi transportasi bagi pelajar. Mereka mengusulkan bantuan truk angkutan sekolah atau kerja sama dengan perusahaan PT SIL-SIP untuk membantu antar-jemput siswa.

“Anak-anak sekolah kadang kesulitan kendaraan. Kalau bisa ada bantuan truk untuk antar jemput atau kerja sama dengan perusahaan supaya lebih terjamin,” ungkap warga lainnya.

Di sektor infrastruktur, kondisi jalan tani turut menjadi perhatian. Jalan tersebut merupakan akses vital bagi kelompok tani dalam mengangkut hasil pertanian, namun kondisinya rusak dan becek saat musim hujan.

“Kalau musim hujan, jalan becek dan sulit dilewati. Kami mohon diperhatikan karena itu akses utama petani,” kata perwakilan kelompok tani.

Tak hanya itu, jaringan internet yang tidak stabil juga menjadi keluhan. Di tengah kebutuhan digital untuk pendidikan dan usaha, akses internet dinilai sangat mendesak.

Persoalan listrik pun belum sepenuhnya teratasi. Warga mengaku masih iuran membeli bahan bakar minyak (BBM) untuk mengoperasikan genset secara swadaya.

“Untuk listrik, kami masih patungan beli BBM. Listrik sulit masuk ke sini. Kami berharap ada bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) supaya lebih mandiri,” ujar warga Desa Rahayu.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Rismanto menyatakan akan menindaklanjuti usulan masyarakat sesuai kewenangan dan mekanisme di DPRD Kaltara.

“Semua aspirasi ini sudah saya catat. Air bersih, jalan tani, listrik, internet, hingga transportasi pelajar akan kita komunikasikan dengan dinas terkait. Kita akan perjuangkan sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran,” tegas Rismanto.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan pihak swasta dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Untuk bantuan transportasi pelajar misalnya, tentu perlu komunikasi dengan pihak perusahaan. Kita akan coba fasilitasi agar ada solusi bersama,” ucapnya.

Rismanto menjelaskan, kegiatan Reses merupakan momentum penting bagi anggota legislatif untuk mendengar langsung kebutuhan riil masyarakat.

“Reses ini bukan sekadar agenda formal, tapi kesempatan kami menyerap aspirasi secara langsung. Apa yang disampaikan warga menjadi bahan perjuangan kami di DPRD,” pungkasnya. (adv)




Pelajar Nunukan Keluhkan Internet “Timbul Tenggelam”, H. Ladullah Siap Perjuangkan Infrastruktur Digital Perbatasan

NUNUKAN – Keterbatasan jaringan internet dan minimnya fasilitas laboratorium di sekolah menjadi sorotan utama dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, H. Ladullah, di Sweetnes Cafe, Kabupaten Nunukan, Rabu (17/2/2026) sore.

Dalam agenda penjaringan aspirasi tersebut, para pelajar dan masyarakat menyuarakan langsung berbagai persoalan pembangunan, terutama ketertinggalan infrastruktur teknologi komunikasi di wilayah perbatasan.

Mewakili pelajar SMK Negeri 1 Nunukan, Muhammad Risal mengungkapkan kondisi jaringan internet yang kerap “timbul tenggelam” menjadi hambatan serius dalam proses pembelajaran berbasis digital.

Menurutnya, akses internet yang tidak stabil mengganggu pencarian referensi, pengerjaan tugas daring, hingga pelaksanaan ujian atau praktik berbasis teknologi.

“Nunukan masih mengalami ketertinggalan infrastruktur komunikasi dan informasi. Kami sering kesulitan karena jaringan tidak stabil. Ini memperlihatkan kesenjangan digital yang masih dirasakan pelajar di perbatasan dibandingkan daerah lain,” ujar Risal.

Tak hanya soal jaringan, ia juga menyoroti keterbatasan sarana praktik di sekolah. Rasio perangkat yang belum memadai membuat siswa harus bergantian menggunakan alat praktik. Bahkan, laboratorium belum tersedia secara lengkap sehingga pembelajaran vokasi dinilai kurang maksimal.

“Kami masih bergantian menggunakan peralatan praktik karena jumlahnya terbatas, dan laboratorium belum lengkap. Ini tentu berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan,” tambahnya.

Kondisi tersebut, lanjut Risal, memperlihatkan belum meratanya sarana penunjang pendidikan kejuruan di wilayah perbatasan. Sistem penggunaan ruang praktik secara bergantian antar kelas dinilai mengurangi intensitas pembelajaran yang menjadi inti pendidikan vokasi.

Menanggapi aspirasi itu, H. Ladullah mengapresiasi keberanian para pelajar menyampaikan kondisi riil di sekolah. Ia menilai suara generasi muda sangat penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah.

“Saya sangat mengapresiasi pertanyaan dari adik-adik. Apa yang disampaikan tadi menggambarkan adanya kesenjangan yang dihadapi pelajar di daerah kita. Jika tidak diutarakan, kami mungkin tidak mengetahui secara rinci persoalan yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengakui, keterbatasan jaringan internet di wilayah perbatasan memang menjadi tantangan besar dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi. Perbedaan fasilitas semakin terasa ketika pelajar Nunukan harus berkompetisi dengan pelajar dari luar daerah yang memiliki sarana lebih lengkap.

“Ketika pelajar kita berkompetisi dengan pelajar dari luar daerah, khususnya Jawa, tentu terlihat perbedaan fasilitas. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa persoalan jaringan di sejumlah titik masih sulit dijangkau. Bahkan dalam kondisi tertentu, pelajar harus berpindah lokasi hanya untuk mendapatkan sinyal yang stabil.

“Masalah jaringan memang masih sulit didapat di beberapa titik. Ini fakta di lapangan yang perlu mendapat perhatian serius,” tegasnya.

Seluruh aspirasi terkait peningkatan kualitas jaringan internet dan kelengkapan laboratorium, lanjut Ladullah, akan dibawa dalam pembahasan di tingkat provinsi.

Ia memastikan suara pelajar Nunukan menjadi bagian penting dalam perumusan kebijakan, agar pembangunan infrastruktur teknologi komunikasi di wilayah perbatasan mampu menjawab kebutuhan pendidikan digital yang terus berkembang. (bed)




Semarak HUT ke-26 Nunukan, Bupati Nunukan Gaungkan Semangat Kebersamaan dengan Warga Selisun

NUNUKAN – Suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Nunukan ke-26 di Kelurahan Selisun, Jumat (14/11/2025).

Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, hadir bersama Asisten Administrasi Umum Setkab Nunukan Sirajuddin, dalam acara Keramaian Rakyat yang dipusatkan depan kantor Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan.

Bupati Nunukan, Irwan menyampaikan apresiasi mendalam kepada Forum RT dan panitia atas inisiatif penyelenggaraan lomba karaoke dan domino yang memeriahkan suasana HUT Kabupaten Nunukan.

“Semangat gotong royong dan partisipasi aktif dari Forum RT serta tokoh masyarakat Selisun adalah kunci suksesnya acara ini. Kami sangat mengapresiasi dedikasi yang telah diberikan,” ungkap Irwan dengan penuh semangat.

Bupati termuda se Kaltara ini menambahkan, lomba karaoke dan domino bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk mengasah kemampuan, mempererat silaturahmi, dan menjaga kekompakan antar warga.

“Kegiatan positif seperti ini akan terus kita dukung dan lestarikan. Selain sebagai ajang penyaluran bakat, juga menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, mantan wakil DPRD Nunukan ini berharap seluruh peserta lomba menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan ajang ini sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras demi suksesnya acara tersebut.

“Semoga semangat kebersamaan dan gotong royong yang kita tunjukkan hari ini dapat terus kita pelihara dan menjadi modal utama dalam membangun Kabupaten Nunukan yang kita cintai,” pungkasnya.

Kemeriahan acara Keramaian Rakyat ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masih menjadi fondasi utama dalam kehidupan masyarakat Nunukan. (adv)




Bupati Nunukan Jenguk Anak Penderita Kanker, Berikan Dukungan Moril dan Bantuan

NUNUKAN – Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, S.E., menunjukkan perhatian dan kepeduliannya kepada masyarakat dengan mengunjungi Muh. Ahkimi Riswan, seorang anak berusia 11 tahun yang sedang dirawat di RSUD Nunukan, Kamis (13/11/2025) sore.

Didampingi oleh Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, kunjungan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan dukungan kepada warganya yang membutuhkan.

Muh. Ahkimi Riswan, yang tinggal bersama ibunya di Tanjung Harapan RT 06, Seimangkadu, Nunukan Selatan, didiagnosis menderita kanker jaringan otot ganas atau Rabdomiosarkoma.

Plt. Direktur RSUD Nunukan, dr. Andi Bau Tune Mangkau, Sp.B menjelaskan, pasien datang dengan keluhan nyeri perut dan benjolan yang semakin membesar sejak dua bulan terakhir.

“Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata itu adalah kanker dari jaringan otot ganas atau Rabdomiosarkoma. Karena benjolan tersebut semakin membesar, kami sarankan untuk dilakukan tindakan lebih lanjut di rumah sakit yang bisa menangani kasus ini. Untuk saat ini, kami akan merujuk ke Rumah Sakit Tarakan dengan BPJS yang masih berlaku,” jelas dr. Andi Bau Tune Mangkau.

Bupati Irwan Sabri memberikan semangat kepada Ibu Murni, ibunda Ahkimi, dan keluarga agar tetap tabah dan semangat mendampingi putranya selama proses pengobatan.

“Saya atas nama Pemerintah Daerah turut prihatin atas sakit yang anakda alami. Semoga lekas diberikan kesembuhan dan bisa beraktivitas kembali seperti sedia kala. Tetap semangat, yakinlah bahwa penyakit ini adalah ujian dari Tuhan. Kami semua mendoakan yang terbaik untuk kesembuhan putra Ibu,” ujar Bupati.

Dalam kunjungannya, Bupati juga memastikan pihak rumah sakit memberikan pelayanan terbaik bagi Ahkimi. Selain itu, sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Daerah memberikan bantuan yang diharapkan dapat meringankan beban keluarga.

Ini ada sedikit bantuan dari Pemerintah Daerah, semoga bisa meringankan beban keluarga. Kami akan terus memantau perkembangannya. Jaga kesehatan ya Bu, keluarga juga harus kuat mendampingi. Insya Allah segera pulih,” tambahnya.

Kunjungan ini menjadi simbol kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya, sekaligus memberikan harapan bagi kesembuhan Muh. Ahkimi Riswan. Pemerintah Kabupaten Nunukan berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan dan dukungan terbaik bagi masyarakatnya. (adv)




Bawaslu Kaltara Luncurkan Sipatenas, ASN di Nunukan Kini Lebih “Diawasi” di Medsos

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggemparkan Nunukan dengan gebrakan terbarunya. Sistem Pengawasan Terpadu Netralitas ASN (Sipatenas) Sosialisasi program ini digelar di kantor Bupati Nunukan, Selasa (11/10/2025), dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran ASN, TNI, dan Polri tentang pentingnya netralitas dalam Pemilu atau Pilkada.

Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Kaltara, Drs Feri Mulia Siagian menjelaskan, Sipatenas hadir karena adanya keterbatasan mekanisme pengawasan manual. Sistem ini memungkinkan Bawaslu untuk mengidentifikasi unggahan publik di media sosial yang berisi dukungan terhadap calon/partai politik oleh akun yang diduga milik ASN.

“Sipatenas dapat menelusuri nama akun publik, tanggal unggahan, isi teks/status, gambar/tautan kampanye, jumlah like dan share, bahkan video yang menampilkan ASN terlibat dalam kegiatan politik atau menggunakan atribut kampanye,” ungkap Feri. Hasil analisis akan disajikan dalam bentuk tangkapan layar dan laporan otomatis.

Asisten Pemerintahan dan Kesra, Muhammad Amin, SH, yang mewakili Bupati Nunukan, menyambut baik kehadiran Sipatenas. Menurutnya, ini adalah gagasan yang tepat di tengah tuntutan publik agar ASN meningkatkan kapasitas dan profesionalisme.

“Dengan pengawasan, tergambar jelas rambu-rambu yang harus diikuti dan dipatuhi ASN. Oleh karena itu, Bawaslu memiliki tanggung jawab besar untuk menyajikan fungsi pengawasannya dengan paripurna,” ujar Amin.

Amin menambahkan, netralitas ASN berkaitan erat dengan regulasi dan kepatuhan. Pengawasan menjadi jembatan dan “mercusuar” bagi ASN dalam bersikap dan bertingkah laku, khususnya dalam euforia politik.

Pemkab Nunukan juga terus berupaya menegakkan netralitas ASN dengan mengacu pada UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN beserta peraturan turunannya. Sinergitas dan kerja sama dengan seluruh stakeholder, khususnya Bawaslu, sangat diperlukan untuk mewujudkan ASN yang semakin profesional dan produktif.

Dengan hadirnya Sipatenas, diharapkan ASN di Nunukan semakin berhati-hati dalam menggunakan media sosial, dan tetap menjaga netralitasnya demi terwujudnya Pemilu yang berintegritas dan bermartabat. (adv)




Lepas Kontingen Relawan PMI Nunukan ke Temu Karya Tingkat Provinsi, Bupati : “Jaga Nama Baik Daerah dan Tingkatkan Kesiapsiagaan”

NUNUKAN – Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nunukan untuk mengikuti Temu Karya Relawan PMI Tingkat Provinsi Kalimantan Utara ke-II di Kabupaten Bulungan.

Acara pelepasan berlangsung penuh semangat di ruang kerja Bupati Nunukan, Selasa (11/11/2025).

Sebanyak 35 relawan terbaik dari Kabupaten Nunukan akan berpartisipasi dalam kegiatan yang  diselenggarakan di Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan.

Ketua PMI Kabupaten Nunukan, Saddam Husen, S.Sos melaporkan, kegiatan ini akan diisi dengan berbagai pelatihan intensif dan kegiatan peningkatan kapasitas, yang dirancang untuk mengasah keterampilan, mempererat solidaritas, dan meningkatkan kesiapsiagaan para relawan dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan yang mulia.

Sementara Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menyampaikan rasa syukur dan bangga atas semangat juang para relawan PMI Nunukan. Ia menekankan bahwa partisipasi mereka dalam ajang tingkat provinsi ini adalah kesempatan emas untuk mengharumkan nama baik daerah.

“Temu Karya Relawan PMI ini adalah wadah yang sangat berharga untuk belajar, bertukar pengalaman, dan mempererat tali silaturahmi antar relawan dari berbagai daerah. Saya berharap, melalui kegiatan ini, para relawan dapat meningkatkan kemampuan dan memupuk semangat kemanusiaan yang lebih tinggi,” ujar Irwan Sabri dengan penuh harap.

Bupati juga menegaskan bahwa peran PMI sangatlah vital, tidak hanya dalam kegiatan donor darah yang rutin dilaksanakan, tetapi juga dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana, pelayanan kesehatan yang menjangkau masyarakat luas, serta berbagai misi kemanusiaan lainnya yang sangat dibutuhkan.

“Bencana alam maupun musibah lainnya bisa datang kapan saja, tanpa bisa kita prediksi. Oleh karena itu, saya berpesan kepada seluruh relawan PMI agar selalu siap siaga, tangguh dalam menghadapi tantangan, dan ikhlas dalam membantu masyarakat yang membutuhkan uluran tangan kita,” tegasnya dengan nada penuh semangat.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Nunukan, Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran PMI yang telah bekerja dengan dedikasi dan profesionalisme tinggi. Ia juga berpesan kepada para relawan agar senantiasa menjaga nama baik daerah, menjunjung tinggi disiplin, serta menunjukkan sikap tangguh dan pantang menyerah selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Manfaatkanlah kegiatan ini sebaik mungkin untuk belajar hal-hal baru, memperluas jaringan pertemanan, dan membawa nama baik Kabupaten Nunukan di kancah provinsi. Tunjukkan kepada semua orang bahwa relawan PMI Nunukan adalah relawan yang berdedikasi tinggi, memiliki semangat juang yang membara, dan siap memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” pesan kepala daerah termuda di Kaltara inindengan penuh keyakinan.

Menutup sambutannya, Irwan menyampaikan harapan agar seluruh kegiatan berjalan lancar dan sukses, serta memberikan manfaat yang besar bagi para relawan dan masyarakat Nunukan pada umumnya.

“Semoga para relawan kembali ke Nunukan dengan membawa pengalaman berharga dan prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Nunukan. Kami semua menantikan kabar baik dari kalian!” tutupnya dengan senyum optimis.

Di akhir acara yang penuh kehangatan, Bupati Nunukan menyematkan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan relawan sebagai bentuk dukungan dan semangat. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang mengabadikan momen bersejarah ini. (adv)




Ratusan PPPK Tahap 2 Terima SK, Bupati Nunukan Lantik di Tengah Semangat Pembangunan

NUNUKAN –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan akhirnya melantik 251 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 2 di Gedung Olahraga (Gor) Dwikora, Senin (10/11/2025).

Pelantikan ini menjadi momen penting dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) di berbagai sektor pembangunan di wilayah perbatasan.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, yang didampingi oleh sejumlah pejabat penting Pemkab Nunukan. Suasana haru dan bahagia terpancar dari wajah para PPPK yang resmi menyandang status baru sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dari total 251 PPPK yang dilantik, komposisinya terdiri dari 64 orang laki-laki dan 167 orang perempuan. Mereka terbagi dalam tiga kategori utama, yaitu, Tenaga Teknis sebanyk 11 orang, Tenaga Pendidik (Guru) sebanyak 111 orang dan Tenaga Kesehatan (Nakes) sebanyak 129 orang.

Surat BKN Nomor 2933/B-MP. 01. 01/K/SD/2025 tanggal 18 Maret 2025, perihal penetapan nomor induk ASN kebutuhan 2024, serta persetujuan teknis penetapan nomor induk PPPK tahap II formasi 2024 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan menjadi dasar penyerahan Surat Keputusan (SK) tersebut.

“Atas nama pribadi dan pimpinan daerah, saya ucapkan selamat kepada seluruh PPPK tahap 2 yang akan menerima SK pada hari ini,” ujar Bupati Nunukan H. Irwan Sabri di hadapan ratusan PPPK yang dilantik.

“Kebijakan afirmasi ini lahir sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap keberadaan tenaga perangkat daerah serta meminimalisir kekosongan formasi,” lanjutnya.

Momentum ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para PPPK untuk bergabung sebagai ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan. Melalui peraturan ini, diharapkan ada kepastian atas peningkatan kesejahteraan dan status kepegawaian.

“Saya mengajak pada semua pihak untuk bersyukur dan kami tegaskan bahwa pengembangan pendidikan merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan tata kelola sumber daya manusia, pendidikan yang lebih profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik,” lanjut H. Irwan Sabri.

H. Irwan juga menekankan bahwa tidak ada perbedaan antara PNS dan PPPK, semua memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama sesuai dengan penugasannya masing-masing. Peningkatan status ini diharapkan menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

PPPK merupakan pegawai ASN yang diberikan tugas untuk melaksanakan pelayanan publik, tugas pemerintahan, dan tugas pembangunan tertentu. Masa hubungan perjanjian kerja ini selama 5 tahun dan akan dievaluasi kinerjanya sebagai bahan pertimbangan untuk perpanjangan masa kerja.

“Oleh karena itu, kami harapkan saudara saudari dapat melaksanakan tugas dengan baik di tempat tugas yang telah ditentukan sesuai dengan surat keputusan bupati yang akan diterima,” ungkapnya. (adv)