BNNK Nunukan Gagalkan Transaksi Narkoba, 720 Gram Sabu dan 600 Ekstasi Diamankan

NUNUKAN – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan berhasil menggagalkan transaksi narkotika dan mengamankan seorang pelaku berinisial AS (30) pada Sabtu, 29 November 2025.

Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait adanya aktivitas mencurigakan di wilayah hukum Nunukan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, tim pemberantasan BNNK Nunukan yang dipimpin langsung oleh Kepala BNNK Nunukan, Anton Suriyadi Siagian, S.H., M.H., melakukan pemantauan di beberapa titik lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi narkoba.

“Sekitar pukul 19.55 WITA, tim menemukan seorang pria yang mencurigakan di pinggir sungai Jalan Teuku Umar. Setelah dihentikan, tim menemukan satu bungkus plastik bening berisi sabu dari tangan pelaku,” ujar Anton Suriyadi Siagian pada jumpa pers yang digelar di kantor BNNK Nunukan, Senin ( 1/12/2025).

Setelah diinterogasi, pelaku mengakui kepemilikan narkotika tersebut dan menunjukkan lokasi penyimpanan lainnya di sebuah rumah di Jalan Gajah Mada.

Di lokasi tersebut, lanjut Anton, tim menemukan 13 bungkus plastik bening berukuran sedang berisi sabu seberat 720,9 gram dan 6 bungkus pil ekstasi sebanyak 600 butir dengan merek Transformer dan LV.

Selain narkotika, tim juga mengamankan barang bukti lain berupa satu unit HP merk, satu unit Vape, satu botol cairan bening berwarna kuning jenis Liquid, satu timbangan digital dan satu unit sepeda motor.

“Saat ini, pelaku dan barang bukti telah diamankan di kantor BNNK Nunukan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tutup Anton. (bed)




Mega Oktaviany, Dari Nunukan ke Pentas Nasional, Mengemban Amanah Ekonomi Syariah IAEI

Jakarta – Gemerlap Jakarta menjadi saksi bisu pelantikan Mega Oktaviany, Ph.D., putri daerah kelahiran Nunukan, Kalimantan Utara, sebagai pengurus pusat Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) periode 2025-2030.

Momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengakuan atas dedikasi dan kontribusinya dalam memajukan ekonomi syariah di Indonesia.

Sebagai dosen Ekonomi Syariah di Universitas Gunadarma, Mega dikenal sebagai sosok yang aktif membina komunitas akademik ekonomi syariah, khususnya di wilayah timur Indonesia. Kini, dengan amanah sebagai Sekretaris Bidang Pengembangan Organisasi, Pembinaan Wilayah dan Komisariat DPP IAEI, ia akan memfokuskan diri pada penguatan jaringan ekonomi syariah di seluruh pelosok negeri.

Ketua Umum IAEI, Nasaruddin Umar, menyoroti peran krusial ekonomi syariah dalam mengatasi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, Mega akan memegang peranan penting dalam mengoordinasikan konsolidasi struktur IAEI di berbagai daerah dan kampus, memperkuat jaringan komisariat, serta mendorong lahirnya kader-kader ahli ekonomi Islam yang kompeten.

Menurut Mega, transisi kepemimpinan IAEI dari Sri Mulyani ke Nasaruddin Umar menandai era baru yang strategis, menyatukan nilai-nilai agama dengan kebijakan ekonomi yang riil.

“Kepemimpinan baru ini menjadi momentum krusial bagi penguatan fondasi organisasi,” kata Fany, sapaan akrabnya, saat dihubungi pasca pelantikan di Hotel The Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta belum lama ini.

Dikenal sebagai sosok yang gigih dalam memperjuangkan ekonomi syariah yang inklusif, beretika, dan berorientasi pada pemberdayaan UMKM.

“Di bawah komando Menag Nasaruddin Umar kini memiliki landasan yang lebih kuat untuk memperluas kiprah dan pengaruhnya di kancah internasional,” ungkapnya.

Dengan penunjukan ini, diharapkan sinergi antara dunia akademik dan kebijakan publik semakin solid. “Gagasan-gagasan inovatif dan hasil riset dari kampus diharapkan dapat diimplementasikan secara lebih cepat dan efektif dalam mengembangkan ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan,” pungkasnya. (bed)




Porwada II Kaltara 2026, Dukungan Gubernur Mengalir, Nunukan Tuan Rumah

TARAKAN – Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, menyatakan dukungan penuh untuk Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) II Kaltara 2026. Dukungan ini menjadi modal penting bagi SIWO PWI Kaltara dalam mempersiapkan ajang tersebut.

Ketua SIWO PWI Kaltara, Eliazar Simon, menyampaikan apresiasi atas dukungan gubernur. Menurutnya, Porwada bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga wadah silaturahmi dan peningkatan kapasitas wartawan.

“Dukungan Gubernur sangat berarti bagi kami. Porwada ini ajang konsolidasi dan peningkatan kapasitas wartawan,” ujar Eliazar, Rabu (26/11).

Kabupaten Nunukan dipilih sebagai tuan rumah Porwada II. Eliazar menilai Nunukan memiliki kesiapan dan semangat komunitas yang tinggi, serta nilai strategis sebagai daerah perbatasan.

“Nunukan punya atmosfer menarik sebagai tuan rumah. Ini bukti kegiatan provinsi bisa merata,” tambahnya.

SIWO PWI Kaltara menargetkan persiapan teknis dimulai pada 2025. Hal ini meliputi penyusunan cabang olahraga, kalender kegiatan, dan koordinasi dengan PWI kabupaten/kota. “Kami ingin Porwada II lebih tertata dan memiliki standar kompetisi yang baik,” jelasnya.

Eliazar berharap dukungan pemerintah tidak hanya moral, tetapi juga dalam bentuk fasilitas dan koordinasi lintas instansi.

Porwada II juga menjadi persiapan menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas). Atlet wartawan terbaik Kaltara akan diproyeksikan mewakili provinsi di ajang nasional.

“Porwada II menjadi pemanasan sebelum Porwanas. Kami ingin wartawan Kaltara tampil lebih baik,” pungkas Eliazar.

Dengan dukungan pemerintah dan keterlibatan PWI kabupaten/kota, Porwada II Nunukan 2026 diharapkan menjadi ajang yang sukses dan mengangkat citra olahraga wartawan di Kaltara. (bed)




DPRD Nunukan Murka, DPUPR Anak Tirikan Wilayah Pedalaman

NUNUKAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan, melalui anggotanya Donal, mengecam Dinas PUPR atas ketimpangan pembangunan di wilayah IV pada 2026. Minimnya anggaran untuk wilayah pedalaman menjadi sorotan utama.

“Masyarakat masih pakai pelita, sementara kalian nyaman pakai AC,” ujar Donal, Rabu (26/11/2025), geram dengan kondisi infrastruktur yang memprihatinkan.

Anggaran survei jalan-jembatan yang mencapai ratusan juta dinilai tidak efektif. Donal meminta dana tersebut dialihkan untuk membuka akses jalan.

Alokasi anggaran yang timpang, di mana wilayah kota mendapat jatah jauh lebih besar, dianggap sebagai ketidakadilan.
“Nunukan kota Rp 16 miliar, daerah kami cuma Rp 3 miliar!,” tegasnya.

Infrastruktur pemerintahan yang bobrok, seperti kantor camat yang rusak, juga menjadi perhatian. Donal mengancam akan mencoret semua anggaran PUPR jika tidak ada perbaikan. “Kami ingin pemerataan anggaran,” pungkasnya. (bed)




Pelajar SMP Diduga Sakau Usai Vape, BNNK Ungkap Kandungan Narkoba Berbahaya

NUNUKAN –  Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan menerima laporan dari salah satu sekolah menengah pertama (SMP) yang mengamankan sembilan muridnya dalam kondisi diduga sakau.

Semua berawal saat pihak sekolah melihat beberapa pelajar menunjukkan gejala aneh. Mereka muntah-muntah, pusing, seperti orang yang baru pakai narkoba. Sekolah segera melapor ke BNNK Nunukan.

“Sekolah lapor ada sembilan pelajar aneh seperti pakai narkoba. Kami langsung kirim petugas ke sekolah,” kata Kepala BNNK Nunukan, Anton Suriyadi Siagian, Kamis (27/11/2025).

Petugas BNNK datang ke sekolah dan bertanya ke guru dan pelajar. Mereka dapat informasi bahwa para pelajar itu seperti “sakau” setelah menghisap vape. Sayangnya, petugas tidak menemukan sisa vape yang dipakai.

Meski begitu, BNNK tetap bertindak. Mereka mengajak sekolah dan orang tua untuk tes urine para pelajar. Tujuannya, untuk memastikan apakah vape itu mengandung narkoba atau tidak.

Setelah diperiksa, hasil tes urine sangat mengkhawatirkan. Para pelajar positif memakai narkoba. “Hasil tes urine positif. Ada dua zat berbahaya di tubuh pelajar, yaitu Tetrahydrocannabinol (THC) dan Benzo (Benzodiazepine),” jelas Anton.

THC adalah zat yang membuat orang “high” saat memakai ganja. Benzodiazepine adalah obat penenang yang bisa membuat ketagihan. Kombinasi dua zat ini sangat berbahaya bagi kesehatan pelajar.

Kepala BNNK Nunukan, Anton Suriyadi Siagian, sangat prihatin dengan kejadian ini. Ia mengatakan bahwa narkoba sekarang semakin pintar mengelabui, terutama anak-anak. Para pengedar narkoba memanfaatkan vape yang populer di kalangan remaja untuk menyembunyikan narkoba.

“Vape narkoba ini dibuat mirip vape biasa, jadi susah dibedakan. Zat di dalamnya sangat berbahaya dan bikin ketagihan,” kata Anton.

BNNK Nunukan tidak tinggal diam. Mereka akan fokus menyelamatkan para pelajar yang menjadi korban narkoba ini. BNNK sadar bahwa para pelajar ini adalah korban dari lingkungan yang buruk dan kurang pengawasan.

“Kami akan masukkan mereka ke program rehabilitasi, supaya bisa sembuh dan sekolah lagi,” tegas Anton.

Sembilan pelajar ini akan diperiksa lebih lanjut oleh dokter dan psikolog untuk mengetahui seberapa parah mereka kecanduan narkoba. Hasil pemeriksaan ini akan menentukan jenis program rehabilitasi yang cocok untuk mereka.

“Sembilan pelajar akan diperiksa dokter dan psikolog untuk tahu seberapa kecanduan mereka,” kata Anton.

Setelah itu, para pelajar akan ikut program rehabilitasi yang lengkap, seperti konseling, terapi, dan dukungan medis. Selain itu, mereka juga akan dikembalikan ke orang tua untuk dibina lebih lanjut. Orang tua akan diajari cara mendukung anak-anak mereka selama masa pemulihan.

“Mereka akan dikembalikan ke orang tua untuk dibina dan wajib lapor ke BNNK agar dipantau perkembangannya dan memastikan mereka tidak kembali memakai narkoba,” imbuhnya.

Anton juga meminta sekolah dan orang tua untuk lebih waspada dan mengawasi anak-anak mereka. Ia juga memperingatkan para pengedar narkoba untuk tidak berani beroperasi di Nunukan.

“Saya peringatkan pengedar narkoba, jangan coba-coba di Nunukan. Kami akan tindak tegas sesuai hukum,” tegas Anton.

BNNK Nunukan tidak bisa bekerja sendiri. Mereka akan terus bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, tokoh masyarakat, dan aparat penegak hukum lainnya untuk melindungi Nunukan dari bahaya narkoba.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua warga Nunukan bahwa narkoba semakin mengancam generasi muda. Semua pihak harus bersatu untuk melindungi anak-anak dari bahaya narkoba dan menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi mereka. (bed)




Miris, Ayah di Nunukan Diduga Cabuli Anak Kandung, Polisi Bergerak Cepat

NUNUKAN – Polres Nunukan bergerak cepat menangani kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur. Seorang ayah berinisial K ditangkap atas dugaan mencabuli anak kandungnya sendiri.

Kasus ini terungkap setelah korban, seorang pelajar berusia 16 tahun, menceritakan kejadian tersebut kepada wali kelasnya. Pihak sekolah kemudian menghubungi ibu korban dan melaporkan kejadian ini ke polisi.

“Kami berhasil mengamankan terduga pelaku pada Rabu, 20 November 2025, sekitar pukul 20.30 WITA,” ujar Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas SIK melalui Kasi Humas Polres Nunukan Ipda Sunarwan kepada media ini.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Polsek Nunukan untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi masih mendalami kasus ini dan mengumpulkan bukti-bukti.

“Polres Nunukan memastikan akan memberikan perlindungan dan pendampingan kepada korban selama proses hukum berlangsung,” tegas Sunarwan.

Kapolres Nunukan mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan segala bentuk kekerasan terhadap anak kepada pihak berwajib. (bed)




Dominasi Total, Dojang Unggul Taekwondo Academy Raih Juara Umum Turnamen Se-Kabupaten Nunukan 2025

NUNUKAN – Dojang Unggul Taekwondo Academy sukses mengukuhkan diri sebagai Juara Umum pada Turnamen Taekwondo Sekabupaten Nunukan 2025, setelah meraih total 34 medali dari tiga kategori yang dipertandingkan di Gedung Akbar, Minggu (23/11/2025).

Turnamen yang diikuti oleh empat dojang, yakni, Unggul Taekwondo, Rajawali Taekwondo, Mashuri Taekwondo, dan Ksatria Taekwondo ini menyajikan persaingan ketat di kelas Pracadet, Cadet, dan Junior. Namun dominasi atlet Unggul Taekwondo sangat terlihat sepanjang acara.

Rajawali Taekwondo menempati posisi kedua dengan 25 medali, disusul Mashuri dan Ksatria Taekwondo. Tidak hanya juara umum, Dojang Unggul juga mendominasi penghargaan Atlet Terbaik di semua kategori. Al Hafis (Pracadet), Muh Nur Abdullah (Cadet), dan Fatimah Adilla Azzahrah (Junior). Para atlet juga menunjukkan sportivitas tinggi selama pertandingan.

Pelatih Dojang Unggul Muhammad Aidil Pasha mengaku bangga dengan anak didiknya. Apalagi dukungan orang tua atlet yang begitu tinggi.

“Prestasi ini adalah hasil kerja keras atlet, pelatih, dan dukungan orang tua. Kami datang untuk memberikan yang terbaik dan menunjukkan kualitas latihan selama ini,” ungkap Pasha, sapaan akrabnya.

Perwakilan panitia Mahendra memberikan apresiasi terhadap semua peserta: Empat dojang telah memberikan tontonan berkualitas. “Kami berharap tahun depan semakin meriah dan melahirkan lebih banyak atlet potensial Nunukan,” ujarnya.

Turnamen ini diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet muda dan meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap taekwondo. (bed)




DPRD Nunukan Bahas Raperda Pengendalian Alkohol, Tanggapi Peredaran yang Semakin Kompleks

NUNUKAN – DPRD Nunukan membahas kembali Raperda Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol di rapat ruang Ambalat II, menyoroti peredaran yang semakin kompleks, terutama melalui perbatasan, <span;>Senin (24/11/2025).

Ketua Bapemperda Hamsing menegaskan regulasi ini dibutuhkan untuk menangani alkohol ilegal dan oplosan, bukan hanya memenuhi program legislasi. Pembahasan fokus pada pemetaan penjual legal, jalur distribusi, penindakan, serta ketentuan teknis seperti batas usia, lokasi penjualan, dan sanksi.

Tujuan utama adalah meminimalisir dampak sosial dan kesehatan, melindungi remaja, serta memperkuat pengawasan lintas instansi. “Setelah harmonisasi dan finalisasi naskah akademik, Raperda akan dibawa ke pembahasan fraksi dan paripurna untuk menjadi aturan resmi,” ungkap Hamsing usai rapat. (bed)




Raperda APBD 2026 Mulai Dibahas, Pemkab Usulkan Belanja Daerah Rp 1,9 Triliun

NUNUKAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan kembali menggelar rapat paripurna penyampaian pengantar nota keuangan Raperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 di ruang paripurna DPRD Nunukan, Senin (24/11/2025).

APBD disusun berdasarkan RKPD 2026 dan RPJMD 2025-2029, dengan enam program prioritas. Yakni, penurunan kemiskinan, peningkatan SDM, infrastruktur dasar, akses pangan, tangguh bencana, dan reformasi birokrasi.

Angka-angka menunjukkan pendapatan daerah sebesar Rp1,79 triliun (turun 4 persen atau Rp76,9 miliar), belanja Rp1,9 triliun (turun 7,03 persen atau Rp150 miliar), dan penerimaan pembiayaan Rp198 miliar (naik 32,29 persen atau Rp 22 miliar) dari SILPA dan sisa anggaran.

Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menyampaikan, APBD 2026 ini belum termasuk bantuan provinsi, sehingga akan ada penyesuaian nanti. Alokasi pendidikan minimal 20 persen untuk SPM, sedangkan kesehatan difokuskan akses layanan dan BPJS. “APBD nantinya akan menjadi dasar pengelolaan keuangan daerah,” pungkasnya. (bed)




Kejari Nunukan Musnahkan Barang Bukti 80 Kasus Narkoba dan 25,5 Ton Pupuk Ilegal Periode Januari-Oktober 2025

NUNUKAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan kembali memusnahkan barang bukti kejahatan pidana periode Januari hingga Oktober 2025, bersama Forkopimda dan Pemkab Nunukan di halaman kantor Kejari Nunukan, Senin (24/11/2025).

Kajari Nunukan Burhanuddin mengatakan, barang bukti berasal dari berbagai kasus, antara lain 80 kasus narkoba dengan berat 55,165 gram, 510 sak pupuk ilegal seberat 25,5 ton, dan 18 kasus ekonomi keuangan.

Pemusnahan dilakukan dengan cara berbeda-beda, narkoba dilarutkan dalam air lalu dibuang ke selokan, pupuk ilegal secara simbolis dikubur 4 karung dan sisanya akan dimusnahkan di TPA.

Burhanuddin mengungkapkan, kasus di Nunukan masih didominasi narkotika (75 persen), sehingga jaksa akan memberikan tuntutan maksimal sebagai efek jera.

Dia juga mengimbau masyarakat tidak membeli pupuk dari Malaysia secara ilegal, dan menegaskan penindakan terhadap penyelundupan baju bekas impor akan tetap tegak.

“Pemusnahan ini bukti jaksa menjaga kepercayaan publik dengan transparansi. Kejari berkomitmen menghadirkan penegakan hukum yang bersih, tegak, dan bermanfaat,” tegasnya. (bed)