Hasan Saleh Pantau Langsung Penyaluran Bantuan Pangan Nunukan, 90 Persen Tepat Sasaran, 10 Persen Data Terlambat Diperbarui

NUNUKAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi IV, Mayjen TNI (Purn) Drs. H. Hasan Saleh, memantau langsung penyaluran Bantuan Pangan 2025 di Aula Pertemuan Kelurahan Nunukan Utara, Selasa (16/12/2025).

Acara yang diisi dengan antusiasme warga ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang berhak.

Menurut Hasan Saleh, penyaluran bantuan bagi masyarakat tidak mampu telah berjalan sesuai petunjuk yang ada. Meskipun terkadang ada data yang belum diperbarui yang menjadi dinamika di lapangan, namun pemantauan yang dilakukan menunjukkan kinerja yang memuaskan.

“Sepanjang pantauan saya, hampir 90 persen tepat sasaran. Adapun 10 persen sisanya kemungkinan karena ada yang sudah meninggal dunia namun data terlambat diperbarui,” ungkapnya sambil menyapa warga yang sedang menunggu giliran menerima bantuan.

Bantuan pangan ini bukan hanya difokuskan di Kabupaten Nunukan, melainkan menyebar ke seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Utara. Kegiatan penyaluran telah dilakukan kemarin di Tarakan, hari ini di Nunukan, dan besok direncanakan akan dilanjutkan ke Kabupaten Bulungan.

“Kita tidak mau ada satu pun wilayah yang terlewatkan. Setiap warga yang membutuhkan harus merasa keberadaan pemerintah,” tegas Hasan.

Sementara itu, Kepala Kantor Perum Bulog Tarakan Zamahsyari Afsolin yang membawahi wilayah Tarakan dan Nunukan menyampaikan, total bantuan pangan yang disalurkan di Kabupaten Nunukan sebanyak 8.212 paket, yang tersebar di semua kecamatan, kelurahan, dan desa. Setiap paket terdiri dari 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.

“Ini merupakan alokasi penyaluran tahap II untuk bulan Oktober-November, dimana sebelumnya tahap I sudah dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2025,” jelas Zamahsyari yang juga hadir dalam acara tersebut.

Ia menambahkan, petugas Bulog telah bekerja ekstra untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan cepat.

Di Kelurahan Nunukan Utara sendiri, penyaluran ditujukan kepada 278 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebagai bagian dari Program Bantuan Pangan Nasional yang disalurkan oleh Bulog dan disaksikan langsung oleh Hasan Saleh sebagai mitra pemerintah.

Salah satu warga penerima, Siti Aminah (45 tahun), menyampaikan rasa terima kasihnya. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kebutuhan keluarga saya. Semoga pemerintah selalu memberikan perhatian seperti ini,” ujarnya sambil memegang paket beras yang baru diterimanya. (bed)




Ludes Dilahap Api, 5 Ruko di Simpang H Irwan Sebuku Terbakar Pagi Ini

NUNUKAN – Kebakaran melanda kawasan Jalan Poros Provinsi (Simpang 3) RT 03 atau lebih dikenal sebagai simpang H Irwan, Desa Apas, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, pukul 08.55 Wita, Senin (15/12/2025).

Sebanyak 5 rumah toko (ruko) berbahan kayu ludes terbakar dilahap si jago merah, dengan korban pemilik antara lain Hendi, Sugeng, Dewi, Uttang, dan Hamsir.

Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Nunukan Wahyudi Kawariyin menyebutkan,  2 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api.

“1 mobil dari Sebuku dan 1 lagi dari Kecamatan Tulin Onsoi. Bersama warga dan aparat personel kami bahu membahu melakukan pemadaman,” sebut Wahyudi.

Selain pemadaman, petugas juga melakukan penyekatan agar api tidak merambat ke bangunan lain. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar dua jam.

Dugaan sementara, penyebab kebakaran berasal dari mesin dinamo listrik (dab) yang digunakan Hamsir untuk menyedot Bahan Bakar Minyak (BBM) pertalite dari drum ke gelen.

Kemungkinan BBM merembes atau menetes ke mesin dinamo, menimbulkan percikan api yang kemudian menyambar ke pertalite, membuat api cepat membesar dan menyebar.

“Kerugian harta benda sampai saat ini masih dalam proses perhitungan, tidak ada korban luka ataupun jiwa pada peristiwa ini,” jelas Wahyudi.

Ia juga mengingatkan warga untuk tetap waspada. “Kebakaran datang tidak mengenal waktu dan tempat, bisa terjadi kapan dan di manapun,” pungkasnya. (bed)




Hadiri Hajatan Keluarga di Nunukan, Rumah di Sebatik Tengah Terbakar

NUNUKAN – Satu unit rumah kayu milik Ayuman, warga Jalan SMPN 2 RT 02 Dusun Masago Desa Bukit Harapan, Peringkat Sembilan Kecamatan Sebatik Tengah, ludes terbakar, Ahad (14/12/2025) pagi.

Rumah berukuran 6×8 meter persegi itu ditinggal pemiliknya yang pergi ke Nunukan untuk menghadiri undangan hajatan pernikahan keluarga.

Informasi kebakaran diterima Danton Pemadam Kebakaran Sebatik Utara, Abdul Wahid, pukul 05.20 Wita. “Kepala Desa Bukit Harapan, Pak Cecep mengabari kami, bahwa sedang terjadi kebakaran menimpa rumah salah seorang warganya,” ungkap Wahid.

Segera setelah menerima laporan, 2 unit mobil pemadam kebakaran diturunkan ke lokasi untuk menjinakkan api. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar setengah jam.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Mulanya, warga sekitar yang berjarak sekitar 20 meter dari rumah korban mendengar suara seperti letupan yang berasal dari rumah Ayuman, baru kemudian menyadari bahwa kebakaran telah terjadi.

Karena berbahan kayu, api sangat cepat membesar dan menjalar sehingga seluruh rumah korban terbakar. “Tidak ada korban yang terluka ataupun meninggal dari peristiwa ini, kami mengimbau kepada warga agar tetap waspada terhadap musibah kebakaran,” tutup Wahid. (bed)




“Stunting Bukan Hanya Kesehatan, Tapi Masa Depan SDM Nunukan” Wakil Bupati Dorong Koordinasi Semua OPD

NUNUKAN – Kabupaten Nunukan tengah menghadapi tantangan besar dalam upaya menurunkan angka stunting, seperti banyak daerah lain di Indonesia. Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Nunukan sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Nunukan, Hermanus, dalam rapat koordinasi yang digelar di kantor Bupati belum lama ini.

“Stunting bukan semata persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan produktivitas daerah,” ujar Hermanus.

Untuk mengatasi masalah ini, Wakil Bupati meminta berbagai OPD termasuk Dinas Kesehatan, Pendidikan, Sosial, BPD, Pertanian, PU, dan Perkim untuk mengidentifikasi program masing-masing yang menjadi bagian dari intervensi penurunan stunting. “Misalnya PU yang biasanya menyediakan air bersih, sanitasi, kalau di DLH terkait dengan penanganan sampah, semua itu harus sesuai dengan tupoksi masing-masing,” tegasnya.

Berdasarkan Data Aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM), prevalensi stunting di Nunukan pada 2024 sebesar 10,9 persen, dengan 1.134 kasus dari 10.445 balita yang diukur. Sampai triwulan 3 tahun 2025, angka tersebut sedikit naik menjadi 11,2 persen atau sebanyak 988 kasus.

“Semoga lebih rendah dari tahun sebelumnya,” harap Hermanus. Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi bagian dari upaya intervensi dan evaluasi agar kasus stunting tidak semakin memburuk dan segera diidentifikasi serta ditangani dengan baik.

“Dengan adanya koordinasi yang baik, serta tatalaksana kerjasama yang optimal dalam menangani kasus stunting, maka diharapkan pada tahun 2025, target nasional penurunan angka stunting sebesar 18 persen dapat dicapai,” ungkapnya. (bed)




Aman Jelang Nataru, Kapal Parepare-Nunukan dan Peninjauan Bupati Jamin Stok Kebutuhan Pokok

NUNUKAN – Ketersediaan stok dan stabilitas harga kebutuhan pokok di Kabupaten Nunukan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) dipastikan aman.

Hal ini lantaran didukung beroperasi normal dua kapal swasta rute Parepare-Nunukan yang berlayar setiap 3-4 hari dengan muatan komoditas utama seperti beras, sayuran, telur dan kebutuhan sehari-hari dari Sulawesi Selatan.

Mulyadi, distributor bawang merah, tomat, dan cabai mengakui, kendala hanya muncul jika salah satu kapal rusak. “Kalau beroperasi normal, harga dan stok barang-barang itu tetap aman,” ungkapnya kemarin.

Sementara itu, H. Abbas, distributor beras di Pasar Inhutani, menjelaskan stok beras saat ini mencapai 50 ton cukup hingga awal Januari dengan tambahan dari Surbaya melalui rute lain. “Tergantung kapal masuk saja. Karena stok barang tergantung kapal saja,” ujarnya.

Dari pantauan sudahtau.com di Pasar Inhutani, Pasar Liem Hie Djung, dan Pasar Pagi, hanya wortel sempat mengalami lonjakan harga dari Rp 25 ribu menjadi Rp 40 ribu per kg akibat pembatasan stok dari Tawau, Malaysia.

Namun, Wina, pedagang Pasar Liem Hie Djung, mengkonfirmasi harga wortel sudah kembali normal ke Rp 25 ribu per kg, sedangkan komoditas lain seperti kentang, bawang putih, bawang merah, dan bawang bombai dari Tawau tetap stabil. Distributor daging sapi dan ayam juga menyatakan stok cukup hingga akhir Desember tanpa kenaikan harga signifikan, dan banyak pedagang telah menambah persediaan lebih awal.

Selain itu, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri melakukan peninjauan langsung di Pasar Inhutani, Pasar Yamaker, dan Gudang Kemakmuran pada Rabu (10/12/2025). “Kepada masyarakat Nunukan tidak perlu khawatir. Ketersediaan bahan pokok aman dan cukup. Memang ada kenaikan harga sedikit, tetapi masih dalam batas wajar dan stabil,” tegasnya.

Usai mengecek pasar, Bupati juga mengunjungi Pelabuhan Tunon Taka untuk memastikan kelancaran distribusi dari Sulawesi dan Surabaya sebagai upaya pemerintah menjaga kenyamanan masyarakat menjelang hari besar. (bed)




OKK Ke-IV PWI Nunukan Digelar 13 Desember, Target 30 Peserta

NUNUKAN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nunukan akan menyelenggarakan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) ke-IV pada 13 Desember mendatang. Kepastian ini disampaikan Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Nunukan, Muhammad Wahyu.

 

“Jumlah peserta diperkirakan 30 orang, sebagian besar telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Tarakan,” kata Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Nunukan, Muhammad Wahyu, Rabu (10/12/2025).

OKK sebagai syarat utama menjadi anggota PWI bertujuan membentuk wartawan profesional dengan materi yang meliputi PD/PRT, Hukum Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan teknik penulisan berita. “Kegiatan akan berlangsung satu hari dan diakhiri pengisian form pendaftaran anggota,” jelasnya.

Ketua PWI Nunukan Taslee menegaskan OKK telah diadakan rutin sejak 2023 dan merupakan agenda prioritas untuk jurnalis perbatasan. Selain itu, bulan Desember juga akan diadakan Rakerda ke-II untuk laporan tahunan dan penyusunan program 2026.

“Wakil Ketua Bidang Organisasi menjalankan peran dan fungsinya dengan baik. Hal itu terbukti bahwa OKK dalam waktu dekat ini, merupakan OKK ke-IV sejak terbentuknya PWI Nunukan, November 2023 lalu,” terang Taslee. (bed)

 




Momen Sejarah untuk 2.512 Honorer Nunukan Jadi PPPK, Diana Dapat Pin Korpri Spontan dari Bupati, Padahal Sudah Habis Terjual

NUNUKAN – Hari ini menjadi hari yang tak terlupakan bagi ribuan honorer di Pemerintah Kabupaten Nunukan. Sebanyak 2.512 orang di antaranya resmi berubah status menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu, melalui seremonial penyerahan SK di halaman Kantor Bupati Nunukan, Senin (8/12/2025).

Yang lebih istimewa, Diana, salah seorang honorer yang berbaris paling depan menerima Pin Korpri secara tiba-tiba dari Bupati Nunukan H. Irwan Sabri di tengah pidato sambutannya.

“Saya mendengar Pin Korpri di Nunukan sudah habis terjual, bahkan ada yang tidak kebagian. Saya punya Pin Korpri 2, yang saya pakai dan satu ada di rumah, mari ibu kesini saya kasih Pin saya,” ujar Bupati sambil langsung melepas pin yang dipakainya dan menyerahkannya ke tangan Diana.

Jumlah PPPK Paruh Waktu yang diterima meliputi 2.306 tenaga teknis, 184 tenaga kesehatan dan 22 tenaga guru. Semua mereka telah menandatangani dan menerima surat keputusan perjanjian kerja.

Bupati Nunukan H. Irwan menyatakan, hari ini merupakan momentum bersejarah yang sudah lama ditunggu-tunggu. “Penyerahan SK ini merupakan jawaban atas kesimpangsiuran nasib para pegawai honorer di sini. Melalui SK ini, status bapak ibu sudah legal dan sah menjadi pegawai pemerintah,” tegasnya.

Bupati juga memberikan pesan kepada para PPPK baru untuk menjaga kinerja, dedikasi, loyalitas, dan kredibilitas. “Tunjukkan bahwa bapak ibu adalah orang-orang yang pantas menjadi ASN, dan siap diberikan tugas dan tanggung jawab yang lebih besar,” katanya.

Acara yang dihadiri Plt. Sekretaris Daerah, semua Asisten Bupati, Staf Ahli Bupati, Anggota DPRD, Ketua TP2D, Kepala OPD, dan Pimpinan Bank ini memang menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai. (bed)




Raja Jalanan Bersatu, Kisah Komunitas RX King yang Tak Lekang Waktu di Nunukan

NUNUKAN – Di tengah gempuran motor-motor modern dengan teknologi canggih, sebuah legenda tetap hidup dan berdenyut di jalanan Indonesia. Yamaha RX King, sang “Raja Jalanan”, bukan sekadar motor, melainkan sebuah ikon yang memiliki tempat istimewa di hati para penggemarnya.

Lebih dari sekadar hobi, kecintaan terhadap RX King telah melahirkan ribuan komunitas yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Termasuk Nunukan King Comunity (NNKC) yang berdomisili di Kabupaten Nunukan.

“Awal mula terbentuk itu 28 Februari 2015. Anggotanya 20 orang saja. Sekarang sudah 67 orang atau istilahnya member. Setiap 2 tahun ketua atau kepengurusan di NNKC diganti lagi,” ungkap Ketua NNKC Rizal kepada media ini.

Ia mengatakan, komunitas RX King bukan hanya sekadar tempat berkumpulnya para pemilik motor 2-tak legendaris ini. “Lebih dari itu, kami ini adalah keluarga besar yang menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan solidaritas,” ujarnya.

Anggota komunitas tak hanya berasal dari satu kalangan, melainkan dari berbagai latar belakang profesi, usia, dan status sosial. Namun, satu hal yang menyatukan semuanya adalah kecintaan terhadap RX King.

“Tapi untuk status pelajar, seperti SMA dan SMP kami tidak terima. Banyak hal yang dipertimbangkan,” ujar Ichal, sapaan akrabnya.

Kegiatan komunitas pun beragam, mulai dari kopi darat (kopdar) rutin, touring jarak jauh, bakti sosial, hingga kegiatan modifikasi motor. Kopdar menjadi ajang untuk berbagi pengalaman, tips perawatan motor, hingga sekadar bercerita tentang suka duka memiliki RX King.

Touring jarak jauh menjadi momen untuk menguji ketangguhan RX King sekaligus menjalin keakraban antar anggota.

“Touring sudah pernah ke Pulau Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Termasuk setiap acara jamnas (jambore nasional) di Lampung, Banten, Kalbar, Lombok Mandalika dan Banjar Baru, Kalsel,” ungkapnya.

Komunitas RX King juga berperan penting dalam melestarikan keberadaan motor legendaris ini. Mereka aktif mencari dan mengumpulkan suku cadang orisinal RX King yang semakin langka. Tak jarang, mereka rela berburu hingga ke pelosok daerah demi mendapatkan suku cadang yang dibutuhkan. Selain itu, mereka juga berbagi informasi tentang bengkel-bengkel spesialis RX King yang terpercaya.

Bahkan, beberapa komunitas RX King memiliki program khusus untuk memberikan edukasi kepada generasi muda tentang sejarah dan keunggulan RX King. Mereka ingin agar kecintaan terhadap RX King tidak hanya berhenti pada generasi saat ini, tetapi juga terus berlanjut hingga masa depan.

Bagi para anggota komunitas, RX King bukan sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari identitas dan gaya hidup. Mereka bangga menjadi bagian dari keluarga besar RX King yang memiliki sejarah panjang dan komunitas yang solid. RX King telah menjadi simbol persaudaraan, kebebasan, dan semangat pantang menyerah.

Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, komunitas RX King tetap eksis dan semakin berkembang. Mereka membuktikan bahwa legenda tidak akan pernah mati, dan kecintaan terhadap RX King akan terus membara di hati para penggemarnya. RX King bukan hanya motor, melainkan sebuah warisan budaya yang patut dilestarikan. (bed)




PT Pelni Buka Layanan Pengiriman Bantuan Bencana ke Sumatera Secara Gratis, Fokus Tanggal 7 untuk Transit Cepat

NUNUKAN – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni membuka layanan pengiriman bantuan bencana khusus korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara secara gratis, mulai berlaku Kamis (4/12/2025) di seluruh kantor cabang Pelni di Indonesia, termasuk di Nunukan.

Kepala Cabang Pelni Nunukan, Sudjito, mengungkapkan bahwa barang bantuan yang dapat dikirim beragam dan tidak terbatas pada sembako, pakaian layak pakai, selimut, obat-obatan, serta kebutuhan khusus bayi dan perempuan.

“Semua biaya muatan dan barang yang dikirim ke daerah musibah di Sumatera tidak akan dipungut biaya,” ujarnya ketika ditemui di kantornya pada Jumat (5/12/2025).

Untuk mempercepat penyaluran, Pelni mengajak masyarakat dan pihak terkait untuk mengirimkan bantuan paling lambat tanggal 7 Desember melalui KM Lambelu. Kapal ini akan berangkat pukul 22.00 Wita, Minggu (7 Desember) dari Nunukan dan tiba di Makassar pada tanggal 10 Desember pagi/sore.

“Keberadaan kapal yang langsung bergerak ke Surabaya, Jakarta, dan Medan pada hari yang sama menjadi momen strategis untuk transit cepat, sehingga bantuan tidak terjebak lama di Makassar,” jelas Sudjito.

Kendati demikian, jika ada bantuan yang lebih banyak setelah tanggal 7 Desember, Pelni tetap bersedia menyesuaikannya dengan menghubungkan kapal lain. Selain itu, kapal KM Kelud yang beroperasi antara Jakarta dan Medan juga akan digunakan untuk mendistribusikan bantuan ke daerah lain di Sumatera seperti Aceh dan Padang setelah tiba di Medan.

“Semua upaya dilakukan untuk memastikan bantuan dari Nunukan dan wilayah lain dapat tersalurkan secepatnya ke tempat-tempat yang terkena musibah,” tegasnya.

Bagi organisasi, perorangan, atau instansi pemerintah yang ingin menyalurkan bantuan, diminta untuk melapor dan mendaftarkan barang yang akan dikirim ke kantor Pelni. “Karena kantor Pelni tempatnya terbatas, disarankan agar barang langsung diantar ke Pelabuhan Tunon Taka saja untuk mempermudah pengangkutan,” sarannya. (bed)




Satu Pelajar SMP Dikeluarkan Sekolah Akibat Liquid Vape Narkoba

NUNUKAN – Nasib malang menimpa seorang pelajar SMP di Nunukan. Ia terpaksa dikeluarkan dari sekolah setelah terbukti menjadi sumber dan mengajak teman-temannya mengonsumsi liquid vape mengandung narkoba hingga teler.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan, Anton Suriyadi Siagian mengungkapkan,  keputusan berat ini diambil setelah pelajar tersebut berulang kali melanggar aturan sekolah dan tidak mengindahkan peringatan.

“Dari hasil pembinaan, sangat disayangkan, satu pelajar yang dengan terpaksa dikeluarkan dari sekolah,” ujar Anton kepada media ini, Senin (1/12/2025).

Anton menjelaskan, pelajar tersebut memiliki kepribadian yang sulit dinasihati dan terus menerus mengajak teman-temannya untuk mengonsumsi liquid vape narkoba. Sekolah akhirnya mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Liquid vape yang dihisap hingga bikin teller diperoleh dari pelajar yang dikeluarkan itu. Barangnya selalu dari dia. Dia juga yang ajak teman temannya teller,” imbuh Anton.

Sementara itu, delapan pelajar SMP lainnya yang juga terlibat dalam kasus ini mendapatkan pendampingan khusus dari BNNK dan Dinas Pendidikan di sebuah gedung yang dijadikan tempat belajar mengajar khusus.

Anton menambahkan, pihaknya sedang berkoordinasi untuk mencari solusi rehabilitasi yang tepat bagi pelajar yang dikeluarkan dari sekolah.

“Mungkin butuh penindakan khusus agar si anak yang dikeluarkan dari sekolah bisa ikut rehabilitasi juga. Tapi dia tidak bisa dicampur dengan delapan temannya karena alasan khusus juga. Kita masih koordinasikan juga langkahnya,” jelasnya.

BNNK Nunukan akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan intensif terhadap sembilan pelajar SMP yang ditemukan teler akibat menghisap liquid vape narkoba pada Kamis (21/11/2025) lalu. Upaya pendampingan dan rehabilitasi akan dilakukan selama sekitar 3 bulan.

“Kita terus melakukan pemantauan bagi para pelajar yang kemarin teller akibat liquid vape. Bersama Dinas Pendidikan, kami usahakan pembinaan yang kita lakukan tak mengganggu pendidikan mereka,” pungkas Anton. (bed)