Mengukur Kedaulatan Ekonomi di Nunukan Saat Ringgit Menggila

Mega Oktaviany, Ph.D
Ekonom Universitas Gunadarma/Sekretaris Eksekutif Bersama Institute

Nilai tukar mata uang seringkali dilihat sebatas angka di layar monitor para pialang. Namun di Nunukan, beranda terdepan Indonesia, angka tersebut adalah denyut nadi kehidupan. Ketika kurs Ringgit Malaysia (MYR) kembali “menggila” dan menembus level psikologis baru, katakanlah Rp 4.000 per MYR, ini bukan lagi sekadar isu moneter. Ini adalah sebuah barometer brutal yang mengukur seberapa nyata kedaulatan ekonomi kita di perbatasan. Fenomena ini secara telanjang mempertontonkan kerapuhan fondasi ekonomi lokal yang terlalu lama bersandar pada negara tetangga.

Ketergantungan Nunukan pada Malaysia, khususnya kota Tawau, adalah sebuah ironi geografis dan ekonomi. Secara logistik, mengarungi laut selama beberapa jam ke Tawau jauh lebih efisien dan murah daripada menunggu kapal dari Surabaya atau Makassar yang memakan waktu berhari-hari. Akibatnya, etalase toko dan dapur warga Nunukan didominasi oleh produk Malaysia. Mulai dari gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, hingga tabung gas LPG merek Petronas menjadi pemandangan lumrah.

Data dari berbagai laporan lapangan secara konsisten menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen barang kebutuhan pokok dan barang manufaktur di Nunukan berasal dari seberang. Saat Ringgit menguat, efek dominonya terasa instan. Harga satu tabung gas 14 kg yang dibeli seharga 80 MYR, misalnya, ongkosnya melonjak dari Rp304.000 (kurs Rp3.800) menjadi Rp336.000 (kurs Rp4.000). Ini adalah inflasi impor murni yang langsung menggerogoti daya beli masyarakat yang mayoritas berpenghasilan dalam Rupiah. Kedaulatan dipertanyakan ketika mata uang negara tetangga secara langsung mendikte harga sepiring nasi di wilayah kita sendiri.

Tentu, ada narasi lain yang menyebut penguatan Ringgit sebagai berkah. Bagi puluhan ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sabah, kiriman uang (remitansi) mereka memang menjadi lebih bernilai. Seorang pekerja yang mengirim 1.500 MYR untuk keluarganya kini memberikan sekitar Rp 6,3 juta, naik signifikan dari sekitar Rp 5,7 juta sebelumnya. Demikian pula bagi para nelayan yang memilih menjual hasil tangkapannya ke Tawau. Mereka menerima pembayaran dalam Ringgit yang lebih kuat, memberikan keuntungan sesaat yang menggiurkan.

Namun, “berkah” ini adalah pedang bermata dua yang justru mengikis kedaulatan ekonomi secara perlahan. Ketika nelayan lebih memilih mengekspor tangkapannya, pasar lokal di Nunukan mengalami kelangkaan pasokan. Akibatnya, harga ikan untuk konsumsi masyarakat setempat justru melambung tinggi. Terjadi sebuah anomali, yaitu wilayah penghasil ikan justru menjual ikan dengan harga mahal kepada warganya sendiri. Ini adalah cerminan dari struktur ekonomi yang berorientasi ke luar, bukan untuk membangun kekuatan internal. Sumber daya alam lokal diekstraksi bukan untuk memperkuat pasar domestik, melainkan untuk mengejar keuntungan dari selisih kurs, yang pada akhirnya membuat ekonomi lokal semakin rentan.

Pemerintah bukannya diam. Berbagai program telah diluncurkan untuk mengatasi anomali ini. Program Tol Laut digagas untuk menekan disparitas harga dengan mengirimkan logistik dari barat Indonesia. Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik dibangun megah sebagai simbol kehadiran negara. Program kemandirian pangan lokal juga terus didorong untuk mengurangi impor.

Namun, implementasinya di lapangan seringkali belum mampu menandingi efisiensi pasar yang sudah terbentuk puluhan tahun dengan Malaysia. Kapal Tol Laut jadwalnya belum konsisten, dan biaya last-mile delivery dari pusat distribusi ke konsumen seringkali masih membuat harga akhir tidak kompetitif dibandingkan barang Malaysia. PLBN yang megah lebih banyak berfungsi sebagai gerbang administratif, belum sepenuhnya menjadi motor penggerak ekonomi yang mampu membalikkan arah aliran barang. Selama produk lokal lebih mahal dan lebih sulit didapat daripada produk impor dari seberang, maka orientasi pasar akan tetap sama. Kebijakan ini, meski niatnya baik, baru sebatas perisai yang bocor, belum menjadi benteng pertahanan ekonomi yang kokoh.

Pada akhirnya, mengukur kedaulatan ekonomi di Nunukan saat Ringgit menggila bukanlah soal sentimen anti-asing. Ini adalah tentang refleksi diri yang jujur. Kedaulatan sejati tidak hanya diukur dari patok perbatasan atau kehadiran aparat, melainkan dari kemampuan sebuah komunitas untuk mengendalikan nasib dapurnya sendiri. Selama denyut ekonomi Nunukan masih diatur oleh fluktuasi kurs Ringgit, kedaulatan itu masih bersifat semu. Diperlukan sebuah strategi komprehensif yang tidak hanya berfokus pada logistik, tetapi juga pada industrialisasi hilir produk lokal, penguatan akses permodalan, dan penciptaan pasar domestik yang vibrant. Hanya dengan cara itu, ketika Ringgit kembali menggila di masa depan, ekonomi Nunukan tidak lagi ikut terhuyung-huyung.

Penutup ;
Transformasi ekonomi Nunukan secara bertahap dari posisi rentan sebagai pasar konsumen menjadi benteng ekonomi yang berdaulat. Strategi ini dieksekusi dalam tiga fase: (1) Jangka Pendek: Stabilisasi harga dan penguatan nilai Rupiah melalui intervensi logistik (gudang penyangga) dan moneter (QRIS). (2) Jangka Menengah: Pembangunan industri pengolahan lokal berbasis potensi perikanan dan perkebunan untuk substitusi impor. (3) Jangka Panjang: Transformasi total menjadi hub ekspor produk jadi Indonesia ke Malaysia Timur, didukung oleh SDM yang kompeten.

 




Sepuluh Pekan Terima Program MBG, Jajan Pelajar MIS Alkhairaat Sebatik Timur Berkurang

MENIKMATI : Tampak para guru sedang membagikan paket makanan kepada para siswa dalam program MBG untuk dinikmati.

NUNUKAN – Kabar gembira datang dari Nunukan, tepatnya di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Alkhairaat Sebatik Timur. Sejak Juli 2025 lalu, MIS Alkhairaat Sebatik Timur resmi menjadi salah satu penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.

Program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesehatan dan gizi peserta didik, khususnya di lingkungan madrasah.

Program MBG yang dicanangkan pemerintah ini telah berjalan selama sepuluh pekan di MIS Alkhairaat Sebatik Timur.

Asdar, salah seorang guru di madrasah tersebut, mengungkapkan rasa syukurnya atas manfaat yang dirasakan oleh para siswa. “Alhamdulillah secara umum berjalan baik dan sangat membantu siswa kami,” ujar pria yang karib disapa Along ini.

Asdar menjelaskan, program MBG sangat bermanfaat bagi siswa di MIS Alkhairaat Sebatik Timur. Dari total 139 siswa, sebagian besar berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Dengan adanya program ini, siswa tidak lagi terbebani biaya bekal maupun uang jajan harian. “Ini sangat membantu, apalagi banyak siswa yang terbentur masalah perbekalan ke sekolah,” jelasnya.

Para siswa dan guru di MIS Alkhairaat Sebatik Timur merasa sangat bersyukur atas pelaksanaan program MBG ini. Mereka menilai bahwa program ini dapat mengurangi pengeluaran siswa yang biasanya membeli makanan di kantin. “Makanannya layak, sehat, ada nasi, lauk, dan buah, jadi sangat seimbang untuk kebutuhan gizi siswa kami,” kata Asdar.

Asdar menambahkan, menu MBG lebih baik dari menu makan siang yang dinikmati siswa selama ini. Menu MBG lengkap dengan nasi, lauk, sayur, dan buah, serta bervariasi dan diawasi oleh ahli gizi dengan terpenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Program MBG ini dilaksanakan setiap hari sekolah, dengan pembagian makanan bergizi berupa menu yang telah disesuaikan oleh ahli gizi. Makanan dibagikan langsung di lingkungan madrasah dengan tetap menjaga kebersihan dan keamanan pangan.

Sebagai Seksi Urusan Kesiswaan di MIS Alkhairaat Sebatik Timur, Asdar menyatakan dukungan penuh terhadap program MBG ini. Menurutnya, program ini menjawab kebutuhan anak dan keluarga untuk memberikan asupan makan yang sesuai dengan standar gizi.

Dengan pelaksanaan yang berjalan baik hingga minggu kesepuluh, program MBG di MIS Alkhairaat Sebatik Timur dinilai telah memberikan manfaat nyata bagi siswa. Selain menekan beban ekonomi keluarga, program ini juga mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan gizi anak sekolah demi mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Program ini juga menjadi bentuk sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia, khususnya bagi siswa di madrasah.

Selain manfaat bagi siswa dan sekolah, program MBG ini juga memiliki dampak positif terhadap ekonomi kerakyatan. Program ini dapat memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Selaku tenaga pendidik dan sekaligus juga sebagai orang tua siswa, saya mengapresiasi program MBG ini. Dan saya merasa bangga dan bersyukur melihat semangat para guru dan peserta didik dalam mengimplementasikan program yang sangat strategis ini,” ujar Asdar.

Dengan adanya program MBG ini, para guru MIS Alkhairaat Sebatik Timur berharap dapat semakin meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik serta semangat mereka dalam mengikuti proses pembelajaran. (***)




PWI Nunukan Asah Talenta Jurnalistik Muda di SMAN 2

KARYA : Salah seorang peserta saat membacakan hasil karya jurnalistiknya di hadapan peserta dan disaksikan dewan juri.

NUNUKAN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nunukan kembali mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan pelatihan dan penjurian karya jurnalistik siswa-siswi di SMA Negeri 2 Nunukan pada Selasa, (23/9/2025).

Agenda tahunan ini secara konsisten diadakan oleh SMA Negeri 2 sebagai wadah pelatihan dan pengembangan bakat siswa, khususnya di bidang jurnalistik.

Ketua PWI Nunukan, Taslee, menyampaikan apresiasi kepada SMA Negeri 2 Nunukan atas konsistensi mereka dalam mengadakan kegiatan ini. “SMA Negeri 2 Nunukan patut kami apresiasi. Agenda ini merupakan tahun kedua. Tahun lalu, PWI Nunukan juga diberi kepercayaan untuk menilai langsung hasil karya siswa-siswi mereka,” ujarnya.

Melihat kualitas karya jurnalistik yang dihasilkan siswa pada tahun 2024, PWI Nunukan secara khusus menugaskan dua juri bersertifikasi Muda dan Madya untuk melakukan penjurian tahun ini.

“Tahun ini kami mengutus langsung Sekretaris PWI dan Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Nunukan. Langkah ini sebagai upaya PWI untuk memastikan kualitas jurnalistik yang dihasilkan siswa SMA Negeri 2 dapat terjaga dan ditingkatkan,” imbuh Taslee.

Sekretaris PWI Nunukan, Taufik, menambahkan bahwa jumlah siswa yang mengirimkan karya jurnalistik tahun ini cukup banyak, menunjukkan keberhasilan SMA Negeri 2 Nunukan dalam menanamkan nilai-nilai literasi dan meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menghasilkan karya.

“Karya jurnalistik dari peserta cukup menarik. Punya gaya penulisan dan perspektif yang berbeda-beda,” ungkap Taufik. Ia juga mengakui bahwa karya-karya yang dinilai menunjukkan kualitas yang baik dari para siswa SMA Negeri 2.

Selain mengirimkan juri, PWI Nunukan juga menyiapkan seorang pelatih pendamping untuk terus mengasah kemampuan menulis dan menciptakan karya jurnalistik yang berkualitas.

“PWI menyiapkan tenaga pendamping apabila kemudian dibutuhkan pihak sekolah. Tentu karya-karya terbaik pada kompetisi kali ini perlu didampingi dan dipantau langsung untuk menyiapkan peserta dalam menatap kompetisi di jenjang yang lebih tinggi nantinya,” tutup Taufik.(***)




Jalan Buruk, Akses Kesehatan Sulit Dirasakan Warga Krayan Timur

DITANDU : Secara bergantian warga Desa Wayagung yang sakit ditandu untuk mendapatkan pelayanan medis di Puskesmas Long Bawan, Krayan Timur.

NUNUKAN – Warga Desa Wayagung, Kecamatan Krayan Timur, Nunukan, Kalimantan Utara, masih menghadapi kesulitan besar untuk mendapatkan layanan kesehatan. Mereka terpaksa menandu pasien sakit melewati hutan dan sungai karena tidak ada jalan yang layak menuju pusat kesehatan di Long Bawan.

Ketua Komisi III DPRD Nunukan, Ryan Antoni, menyoroti masalah ini. Ia menyatakan bahwa kondisi ini adalah bukti nyata bahwa desa tersebut terisolasi dan pemerintah harus segera bertindak. Menurutnya, pemerintah daerah dan pusat wajib membangun infrastruktur jalan.

“Pemerintah harus serius membuka akses ke Desa Wayagung. Jangan hanya berempati, tapi buktikan dengan membangun jalan,” tegas Ryan Antoni pada Selasa, 23 September 2025.

Ryan Antoni menjelaskan,  perjalanan dari Wayagung ke Long Bawan memakan waktu berjam-jam dengan medan yang sulit. Warga sering kali harus menandu pasien yang sakit parah melintasi hutan dan sungai.

Pembangunan jalan akan mempermudah akses medis, distribusi logistik, pendidikan, dan perekonomian warga perbatasan. Ia meminta pemerintah provinsi dan pusat untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur di desa ini.

“Keterlambatan penanganan medis bisa berakibat fatal. Jalan yang baik akan mempersingkat waktu tempuh dan mengurangi risiko kematian akibat masalah kesehatan,” ujarnya.

DPRD Nunukan siap mendukung anggaran dan kebijakan untuk mempercepat pembangunan jalan ke Wayagung.

Masyarakat Wayagung berharap pemerintah segera bertindak nyata, bukan hanya memberikan janji. Mereka menantikan tindakan yang bisa menyelamatkan warga.

Desa Wayagung berada di perbatasan Indonesia–Malaysia dengan kondisi geografis yang berat, yaitu pegunungan dan hutan lebat. Akses ke kesehatan, pendidikan, dan ekonomi sangat terbatas karena bergantung pada cuaca dan jalan setapak.

Selama jalan belum dibangun, warga Wayagung akan terus berjuang menandu pasien. Ini adalah gambaran nyata keterisolasian di Krayan Timur, dan pemerintah diharapkan segera memberikan solusi yang konkret. (dfn)




Puluhan LPG Kosong Diselundupkan Melalui Perbatasan Nunukan

NUNUKAN – Tim Satuan Tugas Perlindungan Warga Negara Indonesia (Satgas PWNI) Konsulat Republik Indonesia (RI) Tawau aktif memberikan pendampingan kepada sejumlah WNI yang diamankan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Zon Tawau di perairan Tawau, Sabah.

Pendampingan ini dilakukan terkait dua peristiwa berbeda yang melibatkan WNI dalam pelanggaran wilayah perairan dan penyelundupan.

Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin, menjelaskan kronologi dua kejadian tersebut. Pertama, pada 11 September 2025, sekitar pukul 22:30 waktu setempat, APMM menahan tiga WNI asal Nunukan yang membawa bot kargo berisi 95 tong gas LPG kosong berlogo Petronas dan 22 tong bensin ukuran 30 liter kosong. Ketiga WNI tersebut bernama Al (27), AR (29), dan AH (25). “Mereka mengaku tergiur imbalan Rp 5 juta per orang dari pemilik barang, meskipun menyadari risiko dari aktivitas ilegal tersebut,” ungkap Dino menirukan pengakuan tersangka melalui pesan tertulisnya.

Kejadian kedua terjadi pada 14 September 2025, sekitar pukul 11:20 waktu setempat. APMM menangkap tujuh WNI asal Kota Tarakan yang menggunakan dua perahu nelayan tradisional. Mereka tidak menyadari telah memasuki wilayah perairan Tawau. Ketujuh WNI tersebut adalah ED (50), BM (34), ST (39), AD (37), RS (40), AR (22), dan B (50). Mereka mengaku diperintah oleh seorang warga Tarakan bernama AM untuk mengambil bibit rumput laut dari seseorang bernama AN di Bambangan, Nunukan.

“Tanpa adanya alat navigasi, perahu mereka melewati batas laut dan kemudian diamankan oleh kapal patroli APMM,” ujar Dino.

Konsulat RI Tawau mencatat, kasus serupa sering terjadi, baik berupa upaya penyelundupan barang subsidi maupun nelayan tradisional yang tanpa sadar melintasi batas perairan akibat faktor cuaca, keterbatasan peralatan navigasi, serta batas laut Indonesia-Malaysia yang masih diperdebatkan.

Tim Satgas PWNI akan terus memantau dan memberikan pendampingan hukum agar para WNI memperoleh hak-hak kekonsuleran dan mendapatkan hukuman seringan mungkin, tanpa mengintervensi proses hukum yang berlaku di Malaysia.

“Konsulat RI juga mendorong percepatan ratifikasi Border Crossing Agreement (BCA) sebagai solusi jangka panjang untuk menekan kasus serupa di wilayah perbatasan,” jelasnya.




Pikap Terjun ke Sungai, Satu Penumpang Tewas

NUNUKAN – Sebuah kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan mobil pikap Grandmax  hitam terjadi pada Sabtu, (20/9/2025), sekitar pukul 17.45 WITA.

Insiden nahas ini berlangsung di Jalan Trans Kalimantan, tepatnya di penurunan batas PT. TMSJ 2 dengan Desa Salang, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan.

“Akibat kejadian ini, satu orang penumpang dilaporkan meninggal dunia, sementara empat lainnya mengalami luka-luka,” sebut Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas SIK melalui Kasi Humas Polres Nunukan Ipda Sunarwan kepada media ini.

Mobil pikap tersebut dikemudikan oleh Afrianus (34), seorang karyawan swasta beralamat di Rayon A PT. KHL 4 Desa Sekikilan. Afrianus mengalami luka robek di kepala bagian belakang dan luka memar di pinggang.

Kendaraan nahas itu membawa empat penumpang lainnya. Salah satu penumpang, Aloisius Alo (29), yang juga karyawan swasta dari alamat yang sama, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Tiga penumpang lainnya yang mengalami luka-luka adalah, Rofinus Rafi (32) mengalami luka bengkak di tangan kanan, luka gores di telinga sebelah kiri, dan memar di pipi sebelah kanan. Lalu, Fransiskus Prengki (21) mengalami luka gores di pinggang dan lutut sebelah kiri. Dan Fidelis Afrianus Nur (17) mengalami luka robek di kepala yang memerlukan 17 jahitan.

Menurut kronologi kejadian, mobil pikap  yang dikendarai Afrianus sedang dalam perjalanan dari Desa Naputi menuju Basecamp Rayon A PT KHL 4. Mobil tersebut mengangkut empat orang temannya, dengan satu orang duduk di kursi depan dan tiga lainnya di bak belakang bersama muatan kursi.

Setibanya di lokasi kejadian, tepatnya di penurunan perbatasan PT. TMSJ 2, sebuah kendaraan roda dua dilaporkan keluar dari simpang kebun menuju Desa Salang dan mengambil jalur yang sedang dilalui mobil pikap. Untuk menghindari tabrakan dengan sepeda motor tersebut, Afrianus banting setir, namun mobil kehilangan kendali (out of control) dan akhirnya terjun masuk ke dalam anak sungai.

Kondisi jalan di lokasi kecelakaan diketahui merupakan jalanan umum dengan aspal lurus. Setelah kejadian, korban meninggal dunia, Aloisius Alo, telah dibawa ke rumah duka di Basecamp Rayon A PT KHL 4 untuk disemayamkan. “Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini,” jelas Sunarwan mengakhiri.




Lima dari Sepuluh Anggota DPRD Kaltara “Berani” Dialog Bersama PWI Nunukan

NUNUKAN – Suasana hangat mewarnai pertemuan antara lima anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nunukan di Cafe Sayn, Rabu (17/9/2025) malam.

Pertemuan ini dikemas dalam dialog publik bertema “Penguatan Peran Anggota DPRD Provinsi Kaltara Dapil IV Nunukan dalam Menjawab Aspirasi Masyarakat”, yang bertujuan membahas berbagai isu strategis di wilayah perbatasan.

Dari 10 anggota legislatif Kaltara ini hanya 5 orang yang “berani” hadir. Mereka terdiri dari, dua politisi dari PKS, H. Muhammad Nasir dan Ladullah, turut hadir bersama Tamara Moriska dari Hanura, Arming dari PDI-P, serta Rismanto dari Nasdem. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen untuk menjalin komunikasi yang baik dengan media dan masyarakat.

Febrianus Felis, atau yang akrab disapa Felix, selaku Wakil Ketua Bidang Cyber PWI Nunukan, bertindak sebagai moderator. Ia menjelaskan bahwa dialog ini mengulas belasan isu strategis yang berkaitan erat dengan tugas dan fungsi anggota DPRD Provinsi sebagai lembaga pengawasan.

Gazalba Tahir, Dewan Penasehat (DP) PWI Nunukan, menekankan pentingnya membangun kepercayaan publik terhadap kinerja DPRD melalui dialog dan tindakan nyata. Menurutnya, forum ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendengarkan langsung gagasan para wakil rakyat dari Nunukan di parlemen Kaltara.

Tamara Moriska, anggota DPRD Kaltara, menyampaikan bahwa komunikasi antara DPRD dan media perlu ditingkatkan. Ia juga menyoroti pentingnya pemenuhan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai kinerja anggota parlemen, di mana peran media sangat krusial.

Beberapa isu penting perbatasan yang dibahas dalam dialog ini meliputi masalah kecelakaan laut yang sering melibatkan speedboat, penataan jalan lingkar di kawasan padat bangunan, serta masalah sektor rumput laut yang belum menemukan solusi yang memuaskan.

Terkait rumput laut, para legislator menjelaskan bahwa masalah utamanya adalah konflik antara nelayan budidaya dan nelayan yang menggunakan pukat, fluktuasi harga, serta tumpang tindih zona pelayaran. DPRD Kaltara menegaskan telah membahas hal ini dengan berbagai pihak terkait dan mendorong pengurangan penggunaan alat tangkap yang berpotensi merusak budidaya.

“Akan ada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) perikanan agar pengawasan bisa berjalan maksimal, sehingga kualitas rumput laut Nunukan dapat ditingkatkan,” tegas Nasir, menjawab salah satu persoalan yang dibahas.

Meskipun kegiatan DPRD saat ini masih terbatas karena menunggu pengesahan anggaran, para anggota dewan memastikan bahwa strategi kerja yang lebih terarah akan dimulai pada tahun 2026. Mereka juga menekankan bahwa kerjasama dengan wartawan akan menjadi kunci dalam menjalankan fungsi pengawasan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat perbatasan.

Dialog publik yang diselenggarakan oleh PWI Nunukan ini, meskipun hanya dihadiri oleh sebagian anggota DPRD Kaltara dari Dapil Nunukan, tetap mencerminkan komitmen untuk menjaga transparansi informasi.




Viral! Bendera One Piece Disebut Gantikan Merah Putih? Kesbangpol Kaltara Angkat Bicara Tegas!

TARAKAN – Di tengah semangat menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, publik dihebohkan dengan munculnya fenomena pengibaran bendera bertema tokoh fiksi seperti One Piece di sejumlah daerah. Isu ini menjadi perbincangan hangat, terutama di media sosial, karena dinilai bisa menggeser makna simbolik Bendera Merah Putih sebagai lambang negara.

Menanggapi fenomena ini, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Utara, Jonilius, S.STP, menyampaikan sikap tegas sekaligus himbauan kepada masyarakat.

“Kalau terkait pengibaran bendera One Piece itu kan fenomena. Fenomena yang di Kaltara itu belum ditemukan, belum ada laporan, belum ada informasi yang kita dapatkan,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon selular.

Walau belum ditemukan di Kaltara, pihaknya tetap melakukan pemantauan dan mendorong masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi simbol negara dalam perayaan kemerdekaan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk mempersiapkan bendera mulai dari tanggal 1 sampai 31, dan tidak diperkenankan untuk mengibarkan bendera lain selain Bendera Merah Putih,” tegasnya.

Jonilius juga menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya melanggar etika nasionalisme, tapi juga bisa menyalahi aturan hukum yang berlaku.

“Kita merujuk ke ketentuan, regulasi yang ada, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Karena bendera ini merupakan simbol negara. Jadi itu alasan kita kepada masyarakat untuk mengutamakan Bendera Merah Putih,” jelasnya.

Jika di kemudian hari ditemukan pengibaran bendera non-negara seperti One Piece, Kesbangpol akan menindaklanjuti bersama pihak kabupaten/kota.

Lebih lanjut, Kesbangpol Kaltara mengeluarkan himbauan resmi sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat menjelang perayaan kemerdekaan:

Isi Himbauan Kesbangpol Kaltara:

  1. Bendera Merah Putih wajib dikibarkan selama bulan Agustus sebagai wujud kecintaan pada NKRI.
  2. Pengibaran bendera lain di ruang publik tidak diperkenankan, terlebih saat momentum kenegaraan seperti HUT RI.
  3. Tindakan ini berpotensi melanggar Undang-Undang, dan bertentangan dengan semangat nasionalisme.
  4. Budaya populer seperti One Piece harus ditempatkan secara bijak, tidak menggantikan simbol negara.
  5. Tokoh masyarakat dan pemerintah daerah diminta aktif mengedukasi warga untuk menjaga nilai kebangsaan.

“Jadi, bukan kita menunggu laporan, tapi kita harap masyarakat bisa memperhatikan terkait dengan memperingati hari ulang tahun ini,” tegas Jonilius.

“Mari bersama-sama kita hormati simbol negara, perkuat persatuan, dan rayakan kemerdekaan dengan cara yang bermartabat,” pungkasnya.




Inflasi Nunukan Capai 1,76 Persen, BPS: Ikan, Beras, dan Bumbu Dapur Jadi Pemicu

NUNUKAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 1,76 persen pada Juli 2025. Meski angka inflasi tergolong terkendali, beberapa kebutuhan pokok seperti ikan, beras, dan bumbu dapur menjadi pendorong utama kenaikan harga di tengah masyarakat.

Angka inflasi ini menunjukkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,33 pada Juli 2024 menjadi 109,22 pada Juli 2025.

Menariknya, secara month-to-month (m-to-m), justru terjadi deflasi sebesar 0,02 persen. Inflasi year-to-date (y-to-d) hingga Juli 2025 juga tercatat sebesar 1,76 persen.

Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien, menjelaskan, inflasi tahunan didorong oleh kenaikan harga di berbagai kelompok pengeluaran. Kenaikan harga tertinggi terjadi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran 5,68 persen, diikuti perawatan pribadi dan jasa lainnya 4,58 persen, serta makanan, minuman dan tembakau 2,84 persen. Kenaikan juga terlihat pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,44 persen, pendidikan 2,28 persen, pakaian dan alas kaki 0,99 persen dan kesehatan 0,51 persen.

“Di sisi lain, beberapa kelompok mengalami deflasi,” kata Iskandar Ahmaddien dalam laporannya.

Seperti, lanjutnya, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami deflasi 0,35 persen, diikuti informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 1,19 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 2,51 persen, serta transportasi 4,14 persen.

Dikatakan, adapun komoditas penyumbang inflasi y-on-y meliputi berbagai jenis ikan (bandeng, layang, tongkol, kembung, cakalang), bahan bakar rumah tangga, beras, bawang merah, cabai rawit, emas perhiasan, rokok (SKM, SKT, SPM), sayuran (ketimun, tomat, kacang panjang, terong), kue kering dan basah, minyak goreng, sewa rumah, tarif air minum, sepeda motor, upah asisten rumah tangga, kopi bubuk, bawang putih, asam, keramik, sosis, cumi-cumi, baju muslim anak, susu bubuk, dan pelumas/oli mesin.

Sementara itu, kata Iskandar, komoditas penyumbang inflasi m-to-m antara lain tomat, beras, bawang merah, kontrak rumah, beberapa jenis ikan, cabai rawit, sekolah menengah atas, bensin, minyak goreng, ayam hidup, susu bubuk, gula pasir, beberapa jenis buah-buahan, cat kayu, cumi-cumi, dan solar.

“Secara keseluruhan, kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan sumbangan inflasi y-on-y terbesar 1,12 persen, diikuti penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,48 persen, perumahan 0,34 persen, perawatan pribadi 0,24 persen, pakaian 0,06 persen, pendidikan (0,06 persen), dan kesehatan 0,01 persen,” sebutnya.

Sementara deflasi di beberapa kelompok, terutama transportasi -0,43 persen, membantu menahan laju inflasi secara keseluruhan.




Video Kelemahan dan Kelebihan All New Terios

Daihatsu Terios pertama kali terjun ke pasar Tanah Air 2006 silam. Setelah berumur 10 tahun lebih, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sadar kalau persaingan mulai ketat, maka PT ADM meluncurkan model terbarunya pada November 2017 lalu dengan ubahan yang signifikan.

Menariknya meskipun eksterior, interior berubah total dan berbagai fitur canggih sudah tertanam pada All New Terios harga jualnya masih sama dengan versi sebelumnya. Seperti diketahui, Terios baru ini sudah dibekali fitur smart keyless, vehicle stability control, around view monitor, dan Hill Start Assist.

Sementara untuk dapur pacunya, Terios baru ini juga memiliki mesin baru yang sama dengan mesin Toyota Avanza yakni, 2NR-VE berkapasitas 1.500 cc yang dapat menyemburkan tenaga 104 daya kuda dan torsi 135 newton meter, dengan pilihan transmisi matik konvensional 4-percepatan dan manual 5-percepatan.