Program MBG Tetap Jalan, Siswa Ketakutan, Kasus Keracunan Mengintai

NUNUKAN – Program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), terus menuai kontroversi. Di tengah kekhawatiran akan keselamatan dan kualitas makanan, program ini tetap berjalan, bahkan setelah kasus dugaan keracunan massal terjadi di Pulau Sebatik.

Seperti yang terjadi hari ini, Rabu, (1/10/2025), penyaluran paket makanan MBG tetap dilakukan di Sebatik Timur, meskipun kasus keracunan telah terjadi di Kecamatan Sebatik Tengah. Sebanyak 139 paket makanan tetap diterima oleh pihak sekolah.

Asdar, seorang guru honorer di MI Alkhairaat Sebatik Timur, mengungkapkan, pihak sekolah tidak memiliki wewenang untuk menghentikan atau melanjutkan program MBG. “Ini kan kebijakan pusat, bukan kebijakan daerah, bukan pula kebijakan sekolah atau guru. Kalau kebijakan pusatnya itu distop, ya kita ikuti,” ujar Asdar saat dikonfirmasi media ini.

Kasus keracunan makanan program MBG telah menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat, terutama para orang tua, siswa, dan guru. Asdar menceritakan keresahannya terhadap kualitas makanan MBG yang diberikan di sekolah. “Beberapa siswa di madrasah kami tidak ingin bahkan menolak ikut memakan paket MBG yang diberikan hari ini dengan berbagai alasan,” ungkap Asdar.

Bahkan, beberapa siswa terlihat mencium paket MBG sebelum memakannya, memastikan makanan masih segar. Ada juga siswa yang dilarang oleh orang tuanya untuk ikut makan karena takut keracunan. Beberapa siswa bahkan membawa bekal sendiri dari rumah.

Salah seorang siswa kelas VI, Shadiqah Azzahra, mengaku tidak ikut makan karena takut mengalami keracunan seperti yang menimpa siswa di Sungai Limau. “Ini merupakan imbas dari kejadian yang luar biasa, pengaruh postingan medsos yang marak memberitakan kejadian yang menimpa puluhan anak di Kecamatan Sebatik Tengah,” jelas Asdar.

Meski mengapresiasi program MBG, Asdar tetap khawatir. “Kekhawatiran itu tetap ada di kami selaku orang tua dan guru,” tuturnya.

Menanggapi maraknya kasus keracunan, Asdar mengingatkan agar pelaksanaan program tersebut dijalankan dengan penuh kehati-hatian dan pengawasan yang ketat. “Kita minta kepada penyelenggara untuk lebih safety agar makanan yang diberikan kepada anak-anak kita itu memang betul-betul bagus, bergizi, dan berkualitas,” tambahnya.

Warga madrasah menyampaikan empati dan kepeduliannya akibat insiden yang menimpa puluhan siswa di Kecamatan Sebatik Tengah. Mereka berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Program MBG yang seharusnya menjadi solusi untuk meningkatkan gizi anak bangsa, kini justru menjadi momok menakutkan. Perlu adanya evaluasi menyeluruh dan pengawasan ketat agar program ini benar-benar aman dan bermanfaat bagi masyarakat. (bed)




Puluhan Siswa SD di Sebatik Diduga Keracunan Menu Program MBG

NUNUKAN – Suasana riang gembira program Makan Bersama Gratis (MBG) di Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, berubah menjadi kepanikan dan isak tangis pada Selasa (30/9/2025).

Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) mendadak mengalami gejala keracunan usai menyantap menu makan siang gratis yang disediakan.

Mual, muntah-muntah, dan lemas menjadi keluhan utama para korban. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Pratama Sebatik serta Puskesmas Tengah dan Sebatik Timur untuk mendapatkan pertolongan medis.

Basir, seorang ayah yang cemas, menceritakan kondisi anaknya, Afif, siswa SDN 004 Sebatik Tengah. “Baru saja muntah lagi anakku. Tadi siang dia makan MBG di sekolah. Pulang-pulang langsung muntah-muntah kata istrinya di rumah. Langsung saya bawa ke Puskesmas Aji Kuning, terus dirujuk ke rumah sakit,” tuturnya dengan nada khawatir.

Data sementara menunjukkan, mayoritas korban berasal dari SDN 004 Sungai Limau. Namun, siswa dari MI Al-Furqon Tapal Batas dan SDN 005 Sebatik Tengah juga dilaporkan mengalami gejala serupa. Jumlah korban diperkirakan terus bertambah seiring pendataan yang masih berlangsung.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak SPPG Sebatik Tengah selaku penyelenggara program MBG. Pihak Rumah Sakit Pratama dan Puskesmas juga masih fokus pada penanganan pasien.
Reaksi Cepat Pemerintah Daerah

Mendengar kabar duka ini, Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, langsung bergerak cepat. Bersama Plt. Sekda Nunukan, Ir. Jabbar, dan sejumlah pejabat terkait, Bupati langsung meninjau Rumah Sakit Pratama Sebatik dan Puskesmas tempat para korban dirawat. Kehadiran Bupati diharapkan dapat memberikan semangat dan dukungan moril bagi para korban dan keluarga.

“Kami prihatin dengan kejadian ini. Pemerintah daerah akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan penanganan terbaik bagi para korban,” ujar Bupati Irwan Sabri saat ditemui di lokasi.

Penyebab pasti keracunan massal ini masih menjadi misteri. Pihak berwenang telah mengambil sampel makanan dari program MBG untuk diuji di laboratorium. Hasil uji laboratorium diharapkan dapat mengungkap penyebab keracunan dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Kasus keracunan massal ini menjadi pukulan telak bagi dunia pendidikan di Kabupaten Nunukan. Program MBG yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah justru berujung petaka. Masyarakat berharap agar kasus ini diusut tuntas dan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. (bed)




Gara-Gara Kunci, Mekanik Baku Pukul

NUNUKAN – Sebuah insiden mengejutkan mengguncang sebuah bengkel di Nunukan, Kalimantan Utara, pada Selasa (23/9/2025).

Perselisihan antara dua mekanik di salah satu dealer roda dua berujung pada aksi kekerasan, di mana seorang pelaku menggunakan kunci impact untuk melukai korbannya.

Korban, yang diketahui bernama DL (27), mengalami luka di bagian kepala akibat pukulan kunci impact yang dilayangkan oleh rekannya, SAM alias BN (31). Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.30 WITA di tempat kerja mereka.

Menurut keterangan kepolisian, insiden ini bermula dari teguran terkait penggunaan kunci. DL, yang baru selesai melakukan perbaikan motor, mendengar SAM menyindirnya soal pengembalian kunci. Merasa tidak terima, DL membalas teguran tersebut, yang kemudian memicu adu mulut.

“Jangan ngomong begitu,” ujar DL kepada SAM, seperti yang tertulis dalam laporan kepolisian.

Namun, situasi justru semakin memanas. SAM, dalam keadaan emosi, mencekik DL dan melontarkan tantangan. Tanpa diduga, SAM mengambil kunci impact dan memukulkannya ke kepala bagian belakang DL. Akibatnya, DL mengalami luka sepanjang 2 cm.

Motif di balik aksi kekerasan ini diduga kuat karena adanya permasalahan internal yang sudah lama terpendam antara DL dan SAM. Keduanya diketahui sering terlibat perselisihan dan jarang bertegur sapa. Teguran soal kunci tersebut menjadi puncak dari akumulasi emosi yang selama ini dipendam.

“Korban merasa keberatan dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Nunukan untuk ditindaklanjuti,” kata Kasi Humas Polres Nunukann Ipda Sunarwan kepada media ini.

Unit Reskrim Polsek Nunukan bergerak cepat setelah menerima laporan. SAM berhasil diamankan di tempat kerjanya beserta barang bukti berupa baju berlumuran darah dan kunci impact yang digunakan untuk memukul korban.

“Tersangka akan dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan,” tegas Sunarwan.

Kasus ini menjadi pelajaran bagi kita semua tentang pentingnya menjaga komunikasi dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Jangan biarkan emosi menguasai diri hingga berujung pada tindakan kekerasan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. (bed)




RKPDes Aji Kuning Disahkan, Prioritaskan Kesehatan hingga Ekonomi Lokal

NUNUKAN – Pemerintah Desa Aji Kuning bersama Badan Permusyawaratan Desa  (BPD) resmi mengesahkan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2026 melalui musyawarah yang digelar di Aula Kantor Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Utara, Nunukan, Selasa (30/9/2025).

Kepala Desa Aji Kuning, Syarifuddin, menegaskan, RKPDes ini adalah komitmen untuk pembangunan yang partisipatif dan transparan. “RKPDes 2026 jadi pedoman pembangunan desa setahun ke depan. Semua program disusun berdasarkan musyawarah, usulan masyarakat, dan sinkronisasi dengan prioritas pembangunan daerah maupun nasional,” ujarnya.

Wakil Ketua BPD, Asdar, juga menyampaikan apresiasi kepada tim penyusun RKPDes yang telah bekerja keras. “Dengan pengesahan Perdes RKPDes Aji Kuning Tahun 2026, seluruh program dan kegiatan yang telah direncanakan dapat segera menjadi dasar pelaksanaan pembangunan desa,” tegasnya.

RKPDes 2026 Desa Aji Kuning memuat beberapa prioritas pembangunan, diantaranya, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, pemberdayaan ekonomi lokal, peningkatan infrastruktur, penguatan ketahanan pangan, program peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan pemberdayaan kelompok.

Acara diakhiri dengan penandatanganan RKPDes oleh Pimpinan BPD Aji Kuning Asdar dan Kepala Desa Aji Kuning. (bed)




Sebatik Tengah Perdana Salurkan Paket MBG Pelajar, Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui

NUNUKAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program nasional, kini diperluas ke Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Setelah sukses dilaksanakan di Kecamatan Sebatik Timur dan Sebatik Utara sejak Juli lalu, program ini secara resmi menyasar pelajar tingkat PAUD/TK, SD, SMP, serta balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini.

Penyaluran perdana dilaksanakan pada hari Senin, (29/9/2025), dengan menu MBG yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Pendidikan Yatim Sebatik. Dapur SPPG yang berlokasi di Jalan Asnur Dg. Pasau, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, didirikan khusus untuk mengakomodir pelaksanaan MBG di wilayah ini.

Program MBG ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil, serta membangun sumber daya manusia yang unggul. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menurunkan angka stunting dan kemiskinan, serta menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.

SPPG di Kecamatan Sebatik Tengah mengakomodir 13 sekolah mulai dari PAUD/TK, SD/MI, hingga SMP. Selain siswa, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui juga menjadi sasaran program ini di empat desa yang meliputi Desa Aji Kuning, Desa Bukit Harapan, Desa Maspul, dan Desa Sungai Limau.

“Tentunya saya selaku orang tua bersyukur ada makan gratis seperti ini. Jadi, jajan anak-anak bisa berkurang juga” aku Asdar, orang tua pelajar kepada media ini.

Ia mengatakan, selain bersyukur apresiasi terhadap program ini wajib dilakukan agar terus berjalan dan memberikan manfaat ke warga. “Bukan hanya pelajar, sebab ibu hamil dan ibu menyusui juga diberikan,” ungkapnya.

Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, dalam pernyataannya saat peluncuran program MBG di Pulau Sebatik, menekankan pentingnya program ini untuk menciptakan generasi yang sehat, kuat, cerdas, dan berkarakter. Beliau juga mengimbau agar anak-anak mengurangi jajan di luar dan menabung uang jajan mereka untuk keperluan yang lebih bermanfaat.

Program MBG diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya dalam peningkatan gizi dan penurunan angka stunting, tetapi juga dalam menekan angka kemiskinan serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, terutama melalui partisipasi pelaku usaha makanan di daerah tersebut.

“Program ini sangat penting agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, cerdas, dan berkarakter. Saya juga mengingatkan agar anak-anak mengurangi jajan di luar supaya uang jajannya bisa ditabung dan digunakan untuk hal-hal lain yang lebih berguna,” ujar H. Irwan Sabri saat itu. (bed)




Warga Nunukan Selatan Terciduk Bawa Sabu di Pelabuhan Feri

NUNUKAN – Geger nih, seorang warga Selisun, Nunukan Selatan, inisial Z (41), ketangkap polisi pas lagi santai keluar dari Pelabuhan Feri Sei Jepun. Tau gak kenapa? Ternyata dia bawa sabu seberat 14,92 gram! Gokil!

Menurut penjelasan dari Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan, awalnya tim Satresnarkoba lagi patroli rutin di sekitar pelabuhan. Pas si Z lewat naik motor Scoopy merahnya, langsung di stop buat diperiksa.

“Pas digeledah, eh, nemu empat bungkus plastik kecil isinya sabu, disembunyiin di kotak rokok Sampoerna. Kotaknya ditaruh di saku jaket item yang lagi dipake pelaku,” jelas Ipda Sunarwan dalam rilisnya, hari Sabtu (27/9).

Selain sabu, polisi juga nyita HP Redmi, jaket item merek Diadora, dan motor yang dipake si Z buat beraksi.

Dari hasil pemeriksaan singkat, si Z ngaku kalo sabu itu dia dapet dari seorang kenalan inisial S di daerah Sebatik. Sekarang, polisi lagi ngejar si S buat diinterogasi lebih lanjut.

“Kasus ini lagi kita dalami terus buat ngebongkar jaringan narkoba yang mungkin aja lebih gede dari yang kita kira,” imbuh Ipda Sunarwan.

Sekarang, si Z lagi mendekam di Polres Nunukan buat menjalani proses hukum. Semoga aja kejadian ini bisa jadi pelajaran buat kita semua, dan polisi bisa makin gencar berantas narkoba di Nunukan. (bed)




Lansia Ditemukan Meninggal di Rumahnya Setelah 3 Hari

NUNUKAN – Andi Ismail Amal (75), seorang lansia, ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Jalan Patimura, Nunukan Timur, Sabtu (27/9/2025).

Jenazah ditemukan oleh anaknya, Andi Kurniawan Adil (41), yang curiga karena tidak ada jawaban saat berkunjung.

Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan, menjelaskan, anak korban mencium bau tak sedap dari dalam rumah dan menemukan ayahnya sudah meninggal dalam kondisi membusuk. Korban diperkirakan telah meninggal sekitar tiga hari.

“Keluarga menolak visum karena korban memiliki riwayat penyakit jantung dan menganggap kematiannya wajar. Jenazah telah dimakamkan di TPU Selisun, Nunukan Selatan,” pungkas Sunarwan saat dihubungi media ini.




Rupiah Melemah, Harga Kebutuhan Pokok di Nunukan Meroket

NUNUKAN – Pelemahan nilai tukar Rupiah yang kini mendekati level psikologis Rp4.000 per Ringgit Malaysia menghantam keras masyarakat Kabupaten Nunukan. Kondisi ini menyebabkan harga barang kebutuhan pokok, yang mayoritas dipasok dari Tawau, Malaysia, melonjak tajam, menggerus daya beli warga secara signifikan.

Pengamat Ekonomi dari Bersama Institute, Mega, menilai situasi ini sebagai ujian nyata bagi kedaulatan ekonomi bangsa. Menurutnya, pelemahan Rupiah di perbatasan bukan sekadar isu moneter, melainkan barometer yang mengukur kerapuhan struktur ekonomi lokal yang sangat bergantung pada produk impor untuk kebutuhan sehari-hari.

“Ketika harga bahan pokok di wilayah NKRI lebih ditentukan oleh kurs Ringgit ketimbang kebijakan domestik, di situlah kedaulatan ekonomi kita sedang dipertaruhkan,” ujar Mega, Sabtu (27/9/2025).

Ketergantungan ini, lanjutnya, adalah akibat dari efisiensi logistik lintas batas yang membuat produk Malaysia lebih murah dan mudah diakses.

Mega menambahkan, kondisi ini menciptakan paradoks yang merugikan. Nelayan lokal tergiur menjual hasil tangkapan ke Malaysia untuk mendapatkan Ringgit yang lebih kuat. Namun, hal ini justru menyebabkan kelangkaan pasokan dan naiknya harga ikan di pasar Nunukan, sehingga menyulitkan warga setempat.

Sebagai solusi, Mega menekankan bahwa intervensi pemerintah tidak bisa lagi bersifat sementara seperti operasi pasar. “Sudah saatnya mengubah paradigma dari konsumtif menjadi produktif. Pemerintah harus mendorong lahirnya industri pengolahan atau hilirisasi mini berbasis sumber daya lokal seperti perikanan dan perkebunan di Nunukan,” tegasnya.

Menurutnya, hanya dengan membangun kapasitas produksi internal, Nunukan dapat mengurangi ketergantungan dan bahkan membalikkan arus perdagangan. “Tujuannya jelas, mengubah Nunukan dari pasar bagi produk Malaysia menjadi basis produksi yang mampu mengekspor kembali ke negara tetangga,” tutup Mega.




Aji Kuning Gelar Musrenbangdes, Bahas Prioritas Pembangunan Desa 2026

NUNUKAN – Pemerintah Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di Aula Gedung Kelembagaan Desa, Jumat (26/9/3025).

Kegiatan yang membahas dan menetapkan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2026 serta Daftar Usulan (DU) RKP 2027 tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan seperti, Kasi PMD Kecamatan Sebatik Tengah, perwakilan Kepala Desa (Sekdes), BPD, Pendamping Desa, Bhabinkamtibmas, PPL, Kepala Puskesmas, Kepala Sekolah, Karang Taruna, Kepala Dusun, Ketua RT, Forum Anak, perwakilan kelembagaan desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat.

Forum ini menjadi wadah penting dalam perencanaan pembangunan desa yang partisipatif. Peserta diharapkan aktif membahas dan menyepakati usulan program serta kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang.

Fokus utama meliputi peningkatan infrastruktur desa, penguatan sektor ekonomi lokal, serta pengembangan kapasitas masyarakat. Pembiayaan program-program ini akan diupayakan dari berbagai sumber yang sah dan sesuai ketentuan.

“Melalui pencermatan program-program yang ada di RPJMDes dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, kami menyepakati program-program prioritas yang akan masuk ke dalam RKPDes Tahun Anggaran 2026,” ujar Wakil Ketua Badan Permusyawaran Desa (BPD) Aji Kuning saat dikonfirmasi usai kegiatan tersebut.

Selain membahas RKPDes Tahun 2026, lanjut pria yang akrab disapa Along ini,  dalam forum itu juga membahas DU RKP Desa 2027 yang akan diajukan ke Musrenbang tingkat kecamatan.

“Beberapa usulan prioritas untuk RKP Desa Aji Kuning Tahun 2026 antara lain, rehabilitasi Kantor Desa Aji Kuning, pembangunan dan normalisasi drainase dan peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT) serta rehabilitasi Gedung Kelembagaan Desa Aji Kuning,” beber Along.

Sesuai dengan Pasal 1 Permendagri Nomor 114 Tahun 2014, daftar usulan RKP desa merupakan penjabaran dari RPJM desa yang menjadi bagian dari RKP Desa untuk jangka waktu satu tahun. “Usulan ini akan diajukan pemerintah desa kepada pemerintah kabupaten melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah,” jelasnya.

Dikatakan, Musrenbangdes RKP Desa dan DU-RKP Desa di Desa Aji Kuning ini merupakan tahapan krusial dalam siklus perencanaan pembangunan desa. Dengan melibatkan berbagai pihak dan menjunjung tinggi transparansi serta akuntabilitas, diharapkan perencanaan yang dihasilkan akan efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.

“Kami berharap hasil Musrenbangdes ini dapat menjadi acuan dalam mewujudkan pembangunan desa yang lebih maju dan sejahtera,” pungkas ayah 4 anak ini. (***)




Dilema Kewarganegaraan Ganda di Wilayah Perbatasan

DISKUSI : Terlihat narasumber dan peserta yang hadir dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Persatuan Warta Indonesia (PWI) Nunukan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Sungai Nyamuk, SebatiknTimur, Kamis (25/9/2025).

NUNUKAN – Pulau Sebatik, yang membentang di perbatasan Indonesia dan Malaysia, kini menjadi sorotan utama terkait isu kewarganegaraan ganda. Fenomena ini menciptakan dilema kompleks yang melibatkan kebutuhan ekonomi mendesak, identitas sosial yang terpecah, serta potensi ancaman terhadap kedaulatan negara.

Bagi sebagian warga Sebatik, kepemilikan kewarganegaraan ganda sering kali dianggap sebagai solusi untuk bertahan hidup. Akses yang lebih mudah ke lapangan kerja dan peluang bisnis di Malaysia menjadi daya tarik utama. Upah yang lebih tinggi dan stabilitas ekonomi di negeri jiran menawarkan harapan akan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga mereka. Namun, pilihan ini tentu saja bukannya tanpa risiko hukum dan sosial.

Warga Sebatik yang juga seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan, Andi Mulyono, menegaskan, undang-undang di Indonesia secara jelas melarang kepemilikan dua identitas kewarganegaraan. Ia menyoroti bahwa bahkan kesalahan kecil pada paspor, seperti saat ibadah haji atau umroh, dapat menimbulkan masalah besar di imigrasi.

“Tidak dapat dipungkiri, banyak warga yang secara diam-diam mungkin lebih memilih menjadi warga negara Malaysia karena faktor kesejahteraan hidup. Kebutuhan pokok seperti minyak, beras, dan gula sulit didapatkan di sini. Jadi, sulit menyalahkan pilihan tersebut karena memang tidak ada pilihan lain,” ungkap Andi Mulyono dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nunukan di Sebatik belum lama ini.

Lebih lanjut, Andi Mulyono menjelaskan, pembuktian kepemilikan identitas kewarganegaraan ganda tidaklah mudah. Hal ini disebabkan oleh kesulitan dalam menyinkronkan data antara Indonesia dan Malaysia.

Dari sisi administrasi, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Nunukan, Agustinus Palantek, menyatakan, pihaknya tidak memiliki data spesifik terkait warga Sebatik yang teridentifikasi memiliki identitas Malaysia (IC) dan KTP Indonesia.

“Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, kami memproses permohonan masyarakat sesuai dengan berkas yang masuk. Kami tidak turun ke lapangan untuk mengidentifikasi apakah seseorang memiliki IC atau tidak,” jelas Agustinus.

Ia menambahkan, Disdukcapil memproses permohonan jika persyaratan yang diajukan sudah lengkap, berdasarkan kepercayaan terhadap aparat di bawahnya.
“Kami tidak boleh mengintervensi kewenangan mereka. Ketika berkas sampai ke Dukcapil, wajib kami proses,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasubsi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Nunukan, Zulfan Adrian Pratama, menegaskan, penentuan status kewarganegaraan adalah isu krusial yang secara tegas diatur oleh undang-undang. Oleh karena itu, Imigrasi memiliki peran vital, terutama dalam kasus deportasi atau penemuan individu yang diduga memiliki kewarganegaraan ganda.

“Jika terbukti seseorang memiliki dua kewarganegaraan, maka salah satu status harus gugur. Apabila individu tersebut ditentukan sebagai warga negara asing, Imigrasi akan melakukan tindakan administrasi keimigrasian berupa deportasi,” tegas Adrian. Ia menambahkan bahwa Imigrasi melakukan verifikasi teliti, termasuk berkoordinasi dengan Konsulat Malaysia jika ada dugaan kepemilikan kewarganegaraan ganda. (***)