Lestarikan Seni Rebana, PELNI Dukung Kegiatan Keagamaan di Nunukan
NUNUKAN – Syair-syair bernuansa Islami melalui tabuhan rebana menjadi salah satu cara menjaga tradisi keagamaan tetap hidup di tengah masyarakat. Upaya itu dilakukan Majelis Taklim Arnisya melalui Lomba Rebana Se-Kabupaten Nunukan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan, Kamis (15/10/2026).
Mengusung tema “Melalui Syair Rebana Kita Lestarikan Budaya Islam”, kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal sekaligus mempertahankan seni rebana yang telah lama menjadi bagian dari tradisi keagamaan umat Islam.
Lomba tersebut tidak hanya menghadirkan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan memainkan rebana dan melantunkan syair Islami, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarkelompok majelis taklim di Kabupaten Nunukan.
Pelaksanaan kegiatan ini turut mendapat dukungan finansial dari PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI). Dukungan tersebut merupakan bentuk partisipasi perusahaan dalam kegiatan sosial dan pelestarian budaya keagamaan di wilayah operasionalnya.
Kepala Cabang PT Pelni Nunukan Sudjito megatakan, melalui dukungan itu, PELNI turut membantu terselenggaranya kegiatan yang memberi ruang bagi masyarakat untuk mempertahankan tradisi sekaligus memperkuat kebersamaan.
Seni rebana sendiri memiliki keterkaitan erat dengan kegiatan keagamaan masyarakat Muslim, termasuk dalam melantunkan selawat dan syair-syair pujian. Keberadaan kegiatan seperti ini menjadi salah satu sarana untuk menjaga agar tradisi tersebut tetap dikenal dan diminati lintas generasi.
“PELNI berharap Lomba Rebana Se-Kabupaten Nunukan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga seni rebana tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan hari jadi daerah, tetapi juga tetap hidup dalam kegiatan masyarakat,” kata Sudjito.
Menurutnya, dukungan terhadap kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa keterlibatan perusahaan tidak terbatas pada layanan transportasi laut, tetapi juga dapat diwujudkan melalui partisipasi dalam kegiatan sosial dan budaya masyarakat.
“Di tengah perayaan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan, lomba rebana menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk merawat tradisi Islam melalui seni, kebersamaan, dan lantunan syair keagamaan,” pungkasnya. (adv)