DPRD Kaltara Kecam Dugaan Penyekapan Mahasiswi di Makassar, Polisi Diminta Segera Tangkap Pelaku

NUNUKAN – Viral di media sosial, rekaman penyelamatan seorang mahasiswi yang diduga menjadi korban penyekapan di sebuah rumah mewah di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, memicu gelombang kecaman publik. Kasus yang juga disertai dugaan kekerasan seksual itu turut mendapat sorotan dari anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Rismanto, yang mendesak aparat kepolisian segera menangkap pelaku dan mengusut tuntas perkara tersebut.

Anggota DPRD Kaltara dari Daerah Pemilihan (Dapil) Nunukan, Rismanto, mengecam keras dugaan penyekapan yang dialami korban. Ia meminta aparat penegak hukum bergerak cepat menangkap pelaku yang identitasnya telah diketahui dan menindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Saya berharap penegak hukum segera mengamankan pelaku dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Rismanto saat dihubungi, Kamis (15/5/2026).

Menurutnya, kasus dugaan penyekapan dan kekerasan seksual tersebut tidak hanya menjadi persoalan hukum, tetapi juga menjadi perhatian serius terkait keselamatan mahasiswa perantauan, khususnya yang berasal dari Kalimantan Utara dan sedang menempuh pendidikan di luar daerah.

Ia menilai perlindungan terhadap mahasiswa harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi mahasiswa maupun lingkungan tempat tinggal mahasiswa itu sendiri. Rismanto juga mengingatkan pentingnya kepedulian antarsesama mahasiswa agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kepada mahasiswa lebih berhati-hati dan saling memperhatikan melalui organisasi mahasiswa. Kalau ada fasilitas asrama, dapat dimanfaatkan untuk ditempati,” pesannya.

Selain itu, ia meminta mahasiswa yang merantau untuk lebih selektif dalam memilih lingkungan tempat tinggal dan berhati-hati saat berkenalan dengan orang baru, terutama ketika sedang mencari pekerjaan atau aktivitas lain di luar kampus.

Kasus ini sebelumnya mencuat setelah perempuan berinisial M (20) diduga menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan oleh pria berinisial FR (30) di sebuah rumah tak berpenghuni di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan.

Berdasarkan informasi yang beredar, korban awalnya berkenalan dengan pelaku saat sedang mencari pekerjaan di Makassar. Setelah itu, korban diduga dibawa ke sebuah rumah dan mengalami penyekapan disertai kekerasan seksual.

Peristiwa tersebut akhirnya terungkap saat pemilik rumah sewa mendatangi lokasi pada Minggu (10/5/2026) karena masa sewa rumah telah habis. Saat pintu diketuk, korban yang disebut berada dalam kondisi tangan terikat berusaha meminta pertolongan kepada pemilik rumah dan warga sekitar.

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung membantu korban dan melaporkannya kepada pihak kepolisian. Rekaman video saat korban diselamatkan kemudian beredar luas di media sosial dan memicu reaksi keras dari masyarakat.

Saat ini kasus tersebut masih ditangani Polsek Tamalate. Polisi dikabarkan masih memburu pelaku yang melarikan diri usai kejadian. Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan maupun kronologi lengkap kasus tersebut. (adv)