Di Titik Terluar NKRI, Prajurit Satgaspamtas Yonkav 13/SL Gelar Donor Darah Peringati Hut Korps Kavaleri TNI AD Ke-76
NUNUKAN – Untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Kavaleri TNI Angkatan Darat ke-76, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgaspamtas) RI-Malaysia dari Yon Kavaleri 13/Satya Lembuswana menggelar aksi donor darah di Pos Kotis Nunukan, Rabu (14/1/2026).
Kegiatan yang digelar di wilayah perbatasan ini menjadi bukti bahwa pengabdian prajurit tidak hanya terbatas pada tugas keamanan, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan.
Aksi yang dilaksanakan bekerja sama dengan instansi vertikal, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta melibatkan warga setempat ini berhasil mengumpulkan partisipan sebanyak sekitar 120 orang.
Keterbatasan fasilitas kesehatan di daerah pelosok menjadikan kegiatan ini sangat krusial untuk menjaga ketersediaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), maupun puskesmas terdekat.
“Di usia Kavaleri yang ke-76 ini, kami ingin membuktikan bahwa ‘Baret Hitam’ selalu hadir untuk rakyat, bahkan di titik terluar NKRI sekalipun,” tegas Dansatgas Pamtas Yonkav 13/SL, Letkol Kav Ikhsan Maulana Pradana S.I.P.,M.I.P. kepada media ini.
Donor darah di perbatasan ini memiliki makna mendalam bagi prajurit, ini adalah simbol bahwa jiwa dan raga prajurit Kavaleri menyatu dengan tanah air dan masyarakat di perbatasan.
“Kami tidak hanya menjaga garis batas negara, tapi juga ingin menjaga keselamatan nyawa saudara-saudara kita di sini,” ujarnya.
Ikhsan mengungkapkan, selain kegiatan bakti sosial, bakti TNI disetiap SSK juga dilakukan. Yakni, rehab Masjid Masjid Al- Ikhlas Bukit Keramat di Sebatik, pembangunan fasilitas umum (fasum) di Desa Sekaduyantaka, Seimanggaris, lalu pembangunan gereja di Desa Sanur, Kecamatan Tulin Onsoi dan di wilayah Mansalong, Kecamatan Lumbis ada pemulihan rumah dan pasar pasca bencana kebakaran.
“Kami laksanakan ini sebagai wujud nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat perbatasan. Kami tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan wilayah dan patok batas negara, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk membantu kesulitan rakyat,” ungkapkanya.
Menurutnya, tantangan geografis di wilayah perbatasan seringkali menghambat akses terhadap bantuan medis. Kolaborasi dengan dinas kesehatan dan PMI setempat dalam kegiatan ini diharapkan dapat membantu mengatasi kekurangan stok darah yang kerap terjadi di daerah tersebut.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Kavaleri TNI AD yang mengusung semangat profesionalisme, modernitas, dan kemanunggalan yang erat dengan rakyat, di mana pun prajurit Kavaleri ditugaskan. (bed)