Lima dari Sepuluh Anggota DPRD Kaltara “Berani” Dialog Bersama PWI Nunukan

NUNUKAN – Suasana hangat mewarnai pertemuan antara lima anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nunukan di Cafe Sayn, Rabu (17/9/2025) malam.

Pertemuan ini dikemas dalam dialog publik bertema “Penguatan Peran Anggota DPRD Provinsi Kaltara Dapil IV Nunukan dalam Menjawab Aspirasi Masyarakat”, yang bertujuan membahas berbagai isu strategis di wilayah perbatasan.

Dari 10 anggota legislatif Kaltara ini hanya 5 orang yang “berani” hadir. Mereka terdiri dari, dua politisi dari PKS, H. Muhammad Nasir dan Ladullah, turut hadir bersama Tamara Moriska dari Hanura, Arming dari PDI-P, serta Rismanto dari Nasdem. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen untuk menjalin komunikasi yang baik dengan media dan masyarakat.

Febrianus Felis, atau yang akrab disapa Felix, selaku Wakil Ketua Bidang Cyber PWI Nunukan, bertindak sebagai moderator. Ia menjelaskan bahwa dialog ini mengulas belasan isu strategis yang berkaitan erat dengan tugas dan fungsi anggota DPRD Provinsi sebagai lembaga pengawasan.

Gazalba Tahir, Dewan Penasehat (DP) PWI Nunukan, menekankan pentingnya membangun kepercayaan publik terhadap kinerja DPRD melalui dialog dan tindakan nyata. Menurutnya, forum ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendengarkan langsung gagasan para wakil rakyat dari Nunukan di parlemen Kaltara.

Tamara Moriska, anggota DPRD Kaltara, menyampaikan bahwa komunikasi antara DPRD dan media perlu ditingkatkan. Ia juga menyoroti pentingnya pemenuhan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai kinerja anggota parlemen, di mana peran media sangat krusial.

Beberapa isu penting perbatasan yang dibahas dalam dialog ini meliputi masalah kecelakaan laut yang sering melibatkan speedboat, penataan jalan lingkar di kawasan padat bangunan, serta masalah sektor rumput laut yang belum menemukan solusi yang memuaskan.

Terkait rumput laut, para legislator menjelaskan bahwa masalah utamanya adalah konflik antara nelayan budidaya dan nelayan yang menggunakan pukat, fluktuasi harga, serta tumpang tindih zona pelayaran. DPRD Kaltara menegaskan telah membahas hal ini dengan berbagai pihak terkait dan mendorong pengurangan penggunaan alat tangkap yang berpotensi merusak budidaya.

“Akan ada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) perikanan agar pengawasan bisa berjalan maksimal, sehingga kualitas rumput laut Nunukan dapat ditingkatkan,” tegas Nasir, menjawab salah satu persoalan yang dibahas.

Meskipun kegiatan DPRD saat ini masih terbatas karena menunggu pengesahan anggaran, para anggota dewan memastikan bahwa strategi kerja yang lebih terarah akan dimulai pada tahun 2026. Mereka juga menekankan bahwa kerjasama dengan wartawan akan menjadi kunci dalam menjalankan fungsi pengawasan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat perbatasan.

Dialog publik yang diselenggarakan oleh PWI Nunukan ini, meskipun hanya dihadiri oleh sebagian anggota DPRD Kaltara dari Dapil Nunukan, tetap mencerminkan komitmen untuk menjaga transparansi informasi.




Ini Dia Hubungan Partai Garuda dengan Gerindra

Ketua Umum Partai Garuda (Gerakan Perubahan Indonesia), Ahmad Ridha Sabana, mengaku sebagai adik dari Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Ahmad Riza Patria. Patria merupakan kader Partai Gerindra yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

“Kalau itu (adik dari Patria) kan fakta, tidak mungkin saya bilang tidak,” ujar Sabana dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Hotel Lumire Senen, Jakarta Pusat, Senin 19 Februari 2018.

Sabana juga mengakui bahwa dirinya pernah mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari partai politik (parpol) yang dipimpin Prabowo Subianto itu.

“Itu (menjadi caleg Gerindra) kan dulu. Semua saya kira biasa ya seperti itu,” ujar Sabana.

Meski demikian, Sabana menegaskan bahwa Garuda sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan Gerindra. Sabana membantah Garuda adalah parpol yang dibentuk dengan tujuan memecah suara pemillih antara Garuda dan Gerindra pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.




Strategi PPP Menangkan Duet Ganjar dan Gus Yasin

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus memanaskan mesin politik untuk memenangkan pasangan calon Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin. Salah satunya dengan upaya menggelar rapat koordinasi wilayah (Rakorwil) Dewan Pengurus Wilayah PPP Jawa Tengah.

Dalam Rakorwil tersebut, hadir Ketua Majelis Syariah PPP, Maimoen Zubair, dan calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Ketua Umum DPP PPP Muhammad Romahurmuziy atau Romi langsung hadir dalam membuka rapat koordinasi wilayah ini. Dalam kesempatan itu, ia menekankan akan terus bergerak melakukan konsolidasi.

“Kita instruksikan untuk terus konsolidasi pada tiga elemen dari struktural, kultural partai, dan ketiga elemen figur,” kata Romi dalam keterangannya, Senin 19 Februari 2018.

Bagi dia, terkait elemen kultural tak bisa dilepaskan PPP dengan dua organisasi massa yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Maka, kata Romi, penting untuk tim pemenangan serta pasangan calon untuk terus menjalin komunikasi dengan NU serta Muhammadiyah. Secara target, PPP ingin menyumbangkan 2,5 juta suara untuk pasangan Ganjar-Yasin.