“Stunting Bukan Hanya Kesehatan, Tapi Masa Depan SDM Nunukan” Wakil Bupati Dorong Koordinasi Semua OPD

NUNUKAN – Kabupaten Nunukan tengah menghadapi tantangan besar dalam upaya menurunkan angka stunting, seperti banyak daerah lain di Indonesia. Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Nunukan sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Nunukan, Hermanus, dalam rapat koordinasi yang digelar di kantor Bupati belum lama ini.

“Stunting bukan semata persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan produktivitas daerah,” ujar Hermanus.

Untuk mengatasi masalah ini, Wakil Bupati meminta berbagai OPD termasuk Dinas Kesehatan, Pendidikan, Sosial, BPD, Pertanian, PU, dan Perkim untuk mengidentifikasi program masing-masing yang menjadi bagian dari intervensi penurunan stunting. “Misalnya PU yang biasanya menyediakan air bersih, sanitasi, kalau di DLH terkait dengan penanganan sampah, semua itu harus sesuai dengan tupoksi masing-masing,” tegasnya.

Berdasarkan Data Aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM), prevalensi stunting di Nunukan pada 2024 sebesar 10,9 persen, dengan 1.134 kasus dari 10.445 balita yang diukur. Sampai triwulan 3 tahun 2025, angka tersebut sedikit naik menjadi 11,2 persen atau sebanyak 988 kasus.

“Semoga lebih rendah dari tahun sebelumnya,” harap Hermanus. Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi bagian dari upaya intervensi dan evaluasi agar kasus stunting tidak semakin memburuk dan segera diidentifikasi serta ditangani dengan baik.

“Dengan adanya koordinasi yang baik, serta tatalaksana kerjasama yang optimal dalam menangani kasus stunting, maka diharapkan pada tahun 2025, target nasional penurunan angka stunting sebesar 18 persen dapat dicapai,” ungkapnya. (bed)




Aman Jelang Nataru, Kapal Parepare-Nunukan dan Peninjauan Bupati Jamin Stok Kebutuhan Pokok

NUNUKAN – Ketersediaan stok dan stabilitas harga kebutuhan pokok di Kabupaten Nunukan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) dipastikan aman.

Hal ini lantaran didukung beroperasi normal dua kapal swasta rute Parepare-Nunukan yang berlayar setiap 3-4 hari dengan muatan komoditas utama seperti beras, sayuran, telur dan kebutuhan sehari-hari dari Sulawesi Selatan.

Mulyadi, distributor bawang merah, tomat, dan cabai mengakui, kendala hanya muncul jika salah satu kapal rusak. “Kalau beroperasi normal, harga dan stok barang-barang itu tetap aman,” ungkapnya kemarin.

Sementara itu, H. Abbas, distributor beras di Pasar Inhutani, menjelaskan stok beras saat ini mencapai 50 ton cukup hingga awal Januari dengan tambahan dari Surbaya melalui rute lain. “Tergantung kapal masuk saja. Karena stok barang tergantung kapal saja,” ujarnya.

Dari pantauan sudahtau.com di Pasar Inhutani, Pasar Liem Hie Djung, dan Pasar Pagi, hanya wortel sempat mengalami lonjakan harga dari Rp 25 ribu menjadi Rp 40 ribu per kg akibat pembatasan stok dari Tawau, Malaysia.

Namun, Wina, pedagang Pasar Liem Hie Djung, mengkonfirmasi harga wortel sudah kembali normal ke Rp 25 ribu per kg, sedangkan komoditas lain seperti kentang, bawang putih, bawang merah, dan bawang bombai dari Tawau tetap stabil. Distributor daging sapi dan ayam juga menyatakan stok cukup hingga akhir Desember tanpa kenaikan harga signifikan, dan banyak pedagang telah menambah persediaan lebih awal.

Selain itu, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri melakukan peninjauan langsung di Pasar Inhutani, Pasar Yamaker, dan Gudang Kemakmuran pada Rabu (10/12/2025). “Kepada masyarakat Nunukan tidak perlu khawatir. Ketersediaan bahan pokok aman dan cukup. Memang ada kenaikan harga sedikit, tetapi masih dalam batas wajar dan stabil,” tegasnya.

Usai mengecek pasar, Bupati juga mengunjungi Pelabuhan Tunon Taka untuk memastikan kelancaran distribusi dari Sulawesi dan Surabaya sebagai upaya pemerintah menjaga kenyamanan masyarakat menjelang hari besar. (bed)




OKK Ke-IV PWI Nunukan Digelar 13 Desember, Target 30 Peserta

NUNUKAN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nunukan akan menyelenggarakan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) ke-IV pada 13 Desember mendatang. Kepastian ini disampaikan Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Nunukan, Muhammad Wahyu.

 

“Jumlah peserta diperkirakan 30 orang, sebagian besar telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Tarakan,” kata Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Nunukan, Muhammad Wahyu, Rabu (10/12/2025).

OKK sebagai syarat utama menjadi anggota PWI bertujuan membentuk wartawan profesional dengan materi yang meliputi PD/PRT, Hukum Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan teknik penulisan berita. “Kegiatan akan berlangsung satu hari dan diakhiri pengisian form pendaftaran anggota,” jelasnya.

Ketua PWI Nunukan Taslee menegaskan OKK telah diadakan rutin sejak 2023 dan merupakan agenda prioritas untuk jurnalis perbatasan. Selain itu, bulan Desember juga akan diadakan Rakerda ke-II untuk laporan tahunan dan penyusunan program 2026.

“Wakil Ketua Bidang Organisasi menjalankan peran dan fungsinya dengan baik. Hal itu terbukti bahwa OKK dalam waktu dekat ini, merupakan OKK ke-IV sejak terbentuknya PWI Nunukan, November 2023 lalu,” terang Taslee. (bed)

 




Momen Sejarah untuk 2.512 Honorer Nunukan Jadi PPPK, Diana Dapat Pin Korpri Spontan dari Bupati, Padahal Sudah Habis Terjual

NUNUKAN – Hari ini menjadi hari yang tak terlupakan bagi ribuan honorer di Pemerintah Kabupaten Nunukan. Sebanyak 2.512 orang di antaranya resmi berubah status menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu, melalui seremonial penyerahan SK di halaman Kantor Bupati Nunukan, Senin (8/12/2025).

Yang lebih istimewa, Diana, salah seorang honorer yang berbaris paling depan menerima Pin Korpri secara tiba-tiba dari Bupati Nunukan H. Irwan Sabri di tengah pidato sambutannya.

“Saya mendengar Pin Korpri di Nunukan sudah habis terjual, bahkan ada yang tidak kebagian. Saya punya Pin Korpri 2, yang saya pakai dan satu ada di rumah, mari ibu kesini saya kasih Pin saya,” ujar Bupati sambil langsung melepas pin yang dipakainya dan menyerahkannya ke tangan Diana.

Jumlah PPPK Paruh Waktu yang diterima meliputi 2.306 tenaga teknis, 184 tenaga kesehatan dan 22 tenaga guru. Semua mereka telah menandatangani dan menerima surat keputusan perjanjian kerja.

Bupati Nunukan H. Irwan menyatakan, hari ini merupakan momentum bersejarah yang sudah lama ditunggu-tunggu. “Penyerahan SK ini merupakan jawaban atas kesimpangsiuran nasib para pegawai honorer di sini. Melalui SK ini, status bapak ibu sudah legal dan sah menjadi pegawai pemerintah,” tegasnya.

Bupati juga memberikan pesan kepada para PPPK baru untuk menjaga kinerja, dedikasi, loyalitas, dan kredibilitas. “Tunjukkan bahwa bapak ibu adalah orang-orang yang pantas menjadi ASN, dan siap diberikan tugas dan tanggung jawab yang lebih besar,” katanya.

Acara yang dihadiri Plt. Sekretaris Daerah, semua Asisten Bupati, Staf Ahli Bupati, Anggota DPRD, Ketua TP2D, Kepala OPD, dan Pimpinan Bank ini memang menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai. (bed)




Raja Jalanan Bersatu, Kisah Komunitas RX King yang Tak Lekang Waktu di Nunukan

NUNUKAN – Di tengah gempuran motor-motor modern dengan teknologi canggih, sebuah legenda tetap hidup dan berdenyut di jalanan Indonesia. Yamaha RX King, sang “Raja Jalanan”, bukan sekadar motor, melainkan sebuah ikon yang memiliki tempat istimewa di hati para penggemarnya.

Lebih dari sekadar hobi, kecintaan terhadap RX King telah melahirkan ribuan komunitas yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Termasuk Nunukan King Comunity (NNKC) yang berdomisili di Kabupaten Nunukan.

“Awal mula terbentuk itu 28 Februari 2015. Anggotanya 20 orang saja. Sekarang sudah 67 orang atau istilahnya member. Setiap 2 tahun ketua atau kepengurusan di NNKC diganti lagi,” ungkap Ketua NNKC Rizal kepada media ini.

Ia mengatakan, komunitas RX King bukan hanya sekadar tempat berkumpulnya para pemilik motor 2-tak legendaris ini. “Lebih dari itu, kami ini adalah keluarga besar yang menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan solidaritas,” ujarnya.

Anggota komunitas tak hanya berasal dari satu kalangan, melainkan dari berbagai latar belakang profesi, usia, dan status sosial. Namun, satu hal yang menyatukan semuanya adalah kecintaan terhadap RX King.

“Tapi untuk status pelajar, seperti SMA dan SMP kami tidak terima. Banyak hal yang dipertimbangkan,” ujar Ichal, sapaan akrabnya.

Kegiatan komunitas pun beragam, mulai dari kopi darat (kopdar) rutin, touring jarak jauh, bakti sosial, hingga kegiatan modifikasi motor. Kopdar menjadi ajang untuk berbagi pengalaman, tips perawatan motor, hingga sekadar bercerita tentang suka duka memiliki RX King.

Touring jarak jauh menjadi momen untuk menguji ketangguhan RX King sekaligus menjalin keakraban antar anggota.

“Touring sudah pernah ke Pulau Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Termasuk setiap acara jamnas (jambore nasional) di Lampung, Banten, Kalbar, Lombok Mandalika dan Banjar Baru, Kalsel,” ungkapnya.

Komunitas RX King juga berperan penting dalam melestarikan keberadaan motor legendaris ini. Mereka aktif mencari dan mengumpulkan suku cadang orisinal RX King yang semakin langka. Tak jarang, mereka rela berburu hingga ke pelosok daerah demi mendapatkan suku cadang yang dibutuhkan. Selain itu, mereka juga berbagi informasi tentang bengkel-bengkel spesialis RX King yang terpercaya.

Bahkan, beberapa komunitas RX King memiliki program khusus untuk memberikan edukasi kepada generasi muda tentang sejarah dan keunggulan RX King. Mereka ingin agar kecintaan terhadap RX King tidak hanya berhenti pada generasi saat ini, tetapi juga terus berlanjut hingga masa depan.

Bagi para anggota komunitas, RX King bukan sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari identitas dan gaya hidup. Mereka bangga menjadi bagian dari keluarga besar RX King yang memiliki sejarah panjang dan komunitas yang solid. RX King telah menjadi simbol persaudaraan, kebebasan, dan semangat pantang menyerah.

Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, komunitas RX King tetap eksis dan semakin berkembang. Mereka membuktikan bahwa legenda tidak akan pernah mati, dan kecintaan terhadap RX King akan terus membara di hati para penggemarnya. RX King bukan hanya motor, melainkan sebuah warisan budaya yang patut dilestarikan. (bed)




PT Pelni Buka Layanan Pengiriman Bantuan Bencana ke Sumatera Secara Gratis, Fokus Tanggal 7 untuk Transit Cepat

NUNUKAN – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni membuka layanan pengiriman bantuan bencana khusus korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara secara gratis, mulai berlaku Kamis (4/12/2025) di seluruh kantor cabang Pelni di Indonesia, termasuk di Nunukan.

Kepala Cabang Pelni Nunukan, Sudjito, mengungkapkan bahwa barang bantuan yang dapat dikirim beragam dan tidak terbatas pada sembako, pakaian layak pakai, selimut, obat-obatan, serta kebutuhan khusus bayi dan perempuan.

“Semua biaya muatan dan barang yang dikirim ke daerah musibah di Sumatera tidak akan dipungut biaya,” ujarnya ketika ditemui di kantornya pada Jumat (5/12/2025).

Untuk mempercepat penyaluran, Pelni mengajak masyarakat dan pihak terkait untuk mengirimkan bantuan paling lambat tanggal 7 Desember melalui KM Lambelu. Kapal ini akan berangkat pukul 22.00 Wita, Minggu (7 Desember) dari Nunukan dan tiba di Makassar pada tanggal 10 Desember pagi/sore.

“Keberadaan kapal yang langsung bergerak ke Surabaya, Jakarta, dan Medan pada hari yang sama menjadi momen strategis untuk transit cepat, sehingga bantuan tidak terjebak lama di Makassar,” jelas Sudjito.

Kendati demikian, jika ada bantuan yang lebih banyak setelah tanggal 7 Desember, Pelni tetap bersedia menyesuaikannya dengan menghubungkan kapal lain. Selain itu, kapal KM Kelud yang beroperasi antara Jakarta dan Medan juga akan digunakan untuk mendistribusikan bantuan ke daerah lain di Sumatera seperti Aceh dan Padang setelah tiba di Medan.

“Semua upaya dilakukan untuk memastikan bantuan dari Nunukan dan wilayah lain dapat tersalurkan secepatnya ke tempat-tempat yang terkena musibah,” tegasnya.

Bagi organisasi, perorangan, atau instansi pemerintah yang ingin menyalurkan bantuan, diminta untuk melapor dan mendaftarkan barang yang akan dikirim ke kantor Pelni. “Karena kantor Pelni tempatnya terbatas, disarankan agar barang langsung diantar ke Pelabuhan Tunon Taka saja untuk mempermudah pengangkutan,” sarannya. (bed)




Satu Pelajar SMP Dikeluarkan Sekolah Akibat Liquid Vape Narkoba

NUNUKAN – Nasib malang menimpa seorang pelajar SMP di Nunukan. Ia terpaksa dikeluarkan dari sekolah setelah terbukti menjadi sumber dan mengajak teman-temannya mengonsumsi liquid vape mengandung narkoba hingga teler.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan, Anton Suriyadi Siagian mengungkapkan,  keputusan berat ini diambil setelah pelajar tersebut berulang kali melanggar aturan sekolah dan tidak mengindahkan peringatan.

“Dari hasil pembinaan, sangat disayangkan, satu pelajar yang dengan terpaksa dikeluarkan dari sekolah,” ujar Anton kepada media ini, Senin (1/12/2025).

Anton menjelaskan, pelajar tersebut memiliki kepribadian yang sulit dinasihati dan terus menerus mengajak teman-temannya untuk mengonsumsi liquid vape narkoba. Sekolah akhirnya mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Liquid vape yang dihisap hingga bikin teller diperoleh dari pelajar yang dikeluarkan itu. Barangnya selalu dari dia. Dia juga yang ajak teman temannya teller,” imbuh Anton.

Sementara itu, delapan pelajar SMP lainnya yang juga terlibat dalam kasus ini mendapatkan pendampingan khusus dari BNNK dan Dinas Pendidikan di sebuah gedung yang dijadikan tempat belajar mengajar khusus.

Anton menambahkan, pihaknya sedang berkoordinasi untuk mencari solusi rehabilitasi yang tepat bagi pelajar yang dikeluarkan dari sekolah.

“Mungkin butuh penindakan khusus agar si anak yang dikeluarkan dari sekolah bisa ikut rehabilitasi juga. Tapi dia tidak bisa dicampur dengan delapan temannya karena alasan khusus juga. Kita masih koordinasikan juga langkahnya,” jelasnya.

BNNK Nunukan akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan intensif terhadap sembilan pelajar SMP yang ditemukan teler akibat menghisap liquid vape narkoba pada Kamis (21/11/2025) lalu. Upaya pendampingan dan rehabilitasi akan dilakukan selama sekitar 3 bulan.

“Kita terus melakukan pemantauan bagi para pelajar yang kemarin teller akibat liquid vape. Bersama Dinas Pendidikan, kami usahakan pembinaan yang kita lakukan tak mengganggu pendidikan mereka,” pungkas Anton. (bed)




BNNK Nunukan Gagalkan Transaksi Narkoba, 720 Gram Sabu dan 600 Ekstasi Diamankan

NUNUKAN – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan berhasil menggagalkan transaksi narkotika dan mengamankan seorang pelaku berinisial AS (30) pada Sabtu, 29 November 2025.

Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait adanya aktivitas mencurigakan di wilayah hukum Nunukan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, tim pemberantasan BNNK Nunukan yang dipimpin langsung oleh Kepala BNNK Nunukan, Anton Suriyadi Siagian, S.H., M.H., melakukan pemantauan di beberapa titik lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi narkoba.

“Sekitar pukul 19.55 WITA, tim menemukan seorang pria yang mencurigakan di pinggir sungai Jalan Teuku Umar. Setelah dihentikan, tim menemukan satu bungkus plastik bening berisi sabu dari tangan pelaku,” ujar Anton Suriyadi Siagian pada jumpa pers yang digelar di kantor BNNK Nunukan, Senin ( 1/12/2025).

Setelah diinterogasi, pelaku mengakui kepemilikan narkotika tersebut dan menunjukkan lokasi penyimpanan lainnya di sebuah rumah di Jalan Gajah Mada.

Di lokasi tersebut, lanjut Anton, tim menemukan 13 bungkus plastik bening berukuran sedang berisi sabu seberat 720,9 gram dan 6 bungkus pil ekstasi sebanyak 600 butir dengan merek Transformer dan LV.

Selain narkotika, tim juga mengamankan barang bukti lain berupa satu unit HP merk, satu unit Vape, satu botol cairan bening berwarna kuning jenis Liquid, satu timbangan digital dan satu unit sepeda motor.

“Saat ini, pelaku dan barang bukti telah diamankan di kantor BNNK Nunukan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tutup Anton. (bed)




Mega Oktaviany, Dari Nunukan ke Pentas Nasional, Mengemban Amanah Ekonomi Syariah IAEI

Jakarta – Gemerlap Jakarta menjadi saksi bisu pelantikan Mega Oktaviany, Ph.D., putri daerah kelahiran Nunukan, Kalimantan Utara, sebagai pengurus pusat Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) periode 2025-2030.

Momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengakuan atas dedikasi dan kontribusinya dalam memajukan ekonomi syariah di Indonesia.

Sebagai dosen Ekonomi Syariah di Universitas Gunadarma, Mega dikenal sebagai sosok yang aktif membina komunitas akademik ekonomi syariah, khususnya di wilayah timur Indonesia. Kini, dengan amanah sebagai Sekretaris Bidang Pengembangan Organisasi, Pembinaan Wilayah dan Komisariat DPP IAEI, ia akan memfokuskan diri pada penguatan jaringan ekonomi syariah di seluruh pelosok negeri.

Ketua Umum IAEI, Nasaruddin Umar, menyoroti peran krusial ekonomi syariah dalam mengatasi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, Mega akan memegang peranan penting dalam mengoordinasikan konsolidasi struktur IAEI di berbagai daerah dan kampus, memperkuat jaringan komisariat, serta mendorong lahirnya kader-kader ahli ekonomi Islam yang kompeten.

Menurut Mega, transisi kepemimpinan IAEI dari Sri Mulyani ke Nasaruddin Umar menandai era baru yang strategis, menyatukan nilai-nilai agama dengan kebijakan ekonomi yang riil.

“Kepemimpinan baru ini menjadi momentum krusial bagi penguatan fondasi organisasi,” kata Fany, sapaan akrabnya, saat dihubungi pasca pelantikan di Hotel The Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta belum lama ini.

Dikenal sebagai sosok yang gigih dalam memperjuangkan ekonomi syariah yang inklusif, beretika, dan berorientasi pada pemberdayaan UMKM.

“Di bawah komando Menag Nasaruddin Umar kini memiliki landasan yang lebih kuat untuk memperluas kiprah dan pengaruhnya di kancah internasional,” ungkapnya.

Dengan penunjukan ini, diharapkan sinergi antara dunia akademik dan kebijakan publik semakin solid. “Gagasan-gagasan inovatif dan hasil riset dari kampus diharapkan dapat diimplementasikan secara lebih cepat dan efektif dalam mengembangkan ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan,” pungkasnya. (bed)




Porwada II Kaltara 2026, Dukungan Gubernur Mengalir, Nunukan Tuan Rumah

TARAKAN – Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, menyatakan dukungan penuh untuk Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) II Kaltara 2026. Dukungan ini menjadi modal penting bagi SIWO PWI Kaltara dalam mempersiapkan ajang tersebut.

Ketua SIWO PWI Kaltara, Eliazar Simon, menyampaikan apresiasi atas dukungan gubernur. Menurutnya, Porwada bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga wadah silaturahmi dan peningkatan kapasitas wartawan.

“Dukungan Gubernur sangat berarti bagi kami. Porwada ini ajang konsolidasi dan peningkatan kapasitas wartawan,” ujar Eliazar, Rabu (26/11).

Kabupaten Nunukan dipilih sebagai tuan rumah Porwada II. Eliazar menilai Nunukan memiliki kesiapan dan semangat komunitas yang tinggi, serta nilai strategis sebagai daerah perbatasan.

“Nunukan punya atmosfer menarik sebagai tuan rumah. Ini bukti kegiatan provinsi bisa merata,” tambahnya.

SIWO PWI Kaltara menargetkan persiapan teknis dimulai pada 2025. Hal ini meliputi penyusunan cabang olahraga, kalender kegiatan, dan koordinasi dengan PWI kabupaten/kota. “Kami ingin Porwada II lebih tertata dan memiliki standar kompetisi yang baik,” jelasnya.

Eliazar berharap dukungan pemerintah tidak hanya moral, tetapi juga dalam bentuk fasilitas dan koordinasi lintas instansi.

Porwada II juga menjadi persiapan menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas). Atlet wartawan terbaik Kaltara akan diproyeksikan mewakili provinsi di ajang nasional.

“Porwada II menjadi pemanasan sebelum Porwanas. Kami ingin wartawan Kaltara tampil lebih baik,” pungkas Eliazar.

Dengan dukungan pemerintah dan keterlibatan PWI kabupaten/kota, Porwada II Nunukan 2026 diharapkan menjadi ajang yang sukses dan mengangkat citra olahraga wartawan di Kaltara. (bed)