Bupati Nunukan Tegaskan Tiga Desa Tetap NKRI, Koordinasi Langsung ke BNPP Terkait Isu Batas RI–Malaysia

NUNUKAN – Kabar tiga desa di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yakni Desa Kabungalor, Desa Lepaga, dan Desa Tetagas, yang disebut masuk ke Malaysia
dibantah Bupati Nunukan H. Irwan Sabri.

“Isu tersebut perlu dipahami secara utuh. Sesuai kesepakatan kedua negara, memang ada bagian wilayah OBP yang masuk ke Malaysia, namun sebagian besar telah menjadi bagian dari Indonesia, termasuk tiga desa yang ramai diperbincangkan setelah muncul di sejumlah media nasional,” kata Bupati Nunukan dalam keterangan tertulis yang disampaikan Prokopim Setkab Nunukan kemarin.

Informasi ini disampaikan pasca Bupati Nunukan H. Irwan Sabri melakukan klarifikasi dan koordinasi langsung dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) di Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026).

“Menindaklanjuti penetapan tata batas negara di OBP Segmen Sinapad, Sungai Sesai, B2700-B3100, OBP Sungai Simantipal dan OBP Sebatik, saya langsung melakukan koordinasi ke BNPP,” ujar Irwan Sabri usai pertemuan.

Ia merinci, luasan OBP yang semula sekitar 5.900 hektare, hasil kesepakatan terbaru menegaskan kurang lebih 5.207,8 hektare menjadi wilayah Indonesia, sementara 778,5 hektare menjadi bagian Malaysia. Artinya, 90% wilayah OBP tersebut sah milik NKRI dan 10% menjadi bagian Malaysia.

“Pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Nunukan berkomitmen untuk melaksanakan akselerasi pembangunan di wilayah ex-OBP tersebut,” tegas Irwan Sabri.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa masyarakat perbatasan menyambut baik hasil kesepakatan ini dan siap mendukung pembangunan demi peningkatan kesejahteraan. Di akhir pernyataannya, Irwan Sabri berharap pemerintah pusat memberikan perhatian khusus untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Nunukan, terutama pada wilayah-wilayah ex-OBP.

Isu ini mengemuka setelah Sekretaris BNPP Komjen Pol Makhruzi Rahman memaparkan perkembangan penanganan Outstanding Boundary Problem  (OBP) dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

OBP merujuk pada segmen atau titik batas negara yang masih menyisakan persoalan karena perbedaan tafsir atas perjanjian Belanda-Inggris, titik koordinat, atau letak patok, sehingga memerlukan verifikasi, negosiasi, dan kesepakatan resmi antarnegara. (bed)




Di Titik Terluar NKRI, Prajurit Satgaspamtas Yonkav 13/SL Gelar Donor Darah Peringati Hut Korps Kavaleri TNI AD Ke-76

NUNUKAN – Untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Kavaleri TNI Angkatan Darat ke-76, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgaspamtas) RI-Malaysia dari Yon Kavaleri 13/Satya Lembuswana menggelar aksi donor darah di Pos Kotis Nunukan, Rabu (14/1/2026).

Kegiatan yang digelar di wilayah perbatasan ini menjadi bukti bahwa pengabdian prajurit tidak hanya terbatas pada tugas keamanan, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan.

Aksi yang dilaksanakan bekerja sama dengan instansi vertikal, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta melibatkan warga setempat ini berhasil mengumpulkan partisipan sebanyak sekitar 120 orang.

Keterbatasan fasilitas kesehatan di daerah pelosok menjadikan kegiatan ini sangat krusial untuk menjaga ketersediaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), maupun puskesmas terdekat.

“Di usia Kavaleri yang ke-76 ini, kami ingin membuktikan bahwa ‘Baret Hitam’ selalu hadir untuk rakyat, bahkan di titik terluar NKRI sekalipun,” tegas Dansatgas Pamtas Yonkav 13/SL, Letkol Kav Ikhsan Maulana Pradana S.I.P.,M.I.P. ​kepada media ini.

Donor darah di perbatasan ini memiliki makna mendalam bagi prajurit, ini adalah simbol bahwa jiwa dan raga prajurit Kavaleri menyatu dengan tanah air dan masyarakat di perbatasan.

“Kami tidak hanya menjaga garis batas negara, tapi juga ingin menjaga keselamatan nyawa saudara-saudara kita di sini,” ujarnya.

Ikhsan mengungkapkan, selain kegiatan bakti sosial, bakti TNI disetiap SSK juga dilakukan. Yakni, rehab Masjid Masjid Al- Ikhlas Bukit Keramat di Sebatik, pembangunan fasilitas umum (fasum) di Desa Sekaduyantaka, Seimanggaris, lalu pembangunan gereja di Desa Sanur, Kecamatan Tulin Onsoi dan di wilayah Mansalong, Kecamatan Lumbis ada pemulihan rumah dan pasar pasca bencana kebakaran.

“Kami laksanakan ini sebagai wujud nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat perbatasan. Kami tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan wilayah dan patok batas negara, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk membantu kesulitan rakyat,” ungkapkanya.

Menurutnya, tantangan geografis di wilayah perbatasan seringkali menghambat akses terhadap bantuan medis. Kolaborasi dengan dinas kesehatan dan PMI setempat dalam kegiatan ini diharapkan dapat membantu mengatasi kekurangan stok darah yang kerap terjadi di daerah tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Kavaleri TNI AD yang mengusung semangat profesionalisme, modernitas, dan kemanunggalan yang erat dengan rakyat, di mana pun prajurit Kavaleri ditugaskan. (bed)




Pemprov Kaltara Jajaki Penerbangan Internasional Tarakan – Tawau dengan Air Asia

TANJUNG SELOR  – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Maskapai Air Asia menjajaki kerjasama dalam membuka rute penerbangan Internasional Tarakan-Tawau (Malaysia).

“Hal ini dilakukan untuk mengambil langkah strategis dalam memperkuat konektivitas udara sebagai motor penggerak ekonomi wilayah perbatasan Indonesia,” kata Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A Paliwang, S.H., M.Hum melalui website resmi Pemprov Kaltara.

Sebagai langkah awal, Gubernur telah melakukan audiensi dengan manajemen PT Indonesia AirAsia di AirAsia Redhouse, Tangerang, pada Senin (12/1/2026).

Pertemuan tersebut fokus pada agenda ekspansi jaringan penerbangan internasional yang akan menghubungkan Kota Tarakan (Indonesia) dengan Tawau (Sabah, Malaysia).

Rencana pembukaan rute ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat posisi Kaltara sebagai hub perdagangan dan pariwisata lintas batas.

“Tarakan adalah golden gate bagi Kaltara. Dengan rute internasional ini, kita membuka keran aksesibilitas yang lebih luas bagi investor dan wisatawan. Ini adalah instrumen penting untuk memacu aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan secara signifikan,” tegas Gubernur Zainal dalam diskusi tersebut.

Pemprov Kaltara juga menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung operasional maskapai.

“Langkah yang akan dilakukan termasuk memastikan dukungan menyeluruh dari otoritas bandara dan seluruh pemangku kepentingan terkait agar rute penerbangan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” ujar Gubernur. (bed)




Terjadi lagi, 2 Rumah Kayu di Sebuku Nunukan Ludes Terbakar, Dugaan Kelupaan Matikan Kompor Saat Masak

NUNUKAN – Musibah kebakaran kembali melanda Desa Apas, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan <span;>Senin (29/12/2025).

Kali ini, dua unit rumah milik keluarga H Salim di Jalan Poros Provinsi Simpang 3 RT 03 ludes dilalap si jago merah sekitar pukul 15.40 Wita.

Berita ini dikonfirmasi Danton Damkar Kecamatan Sebuku, Emanuel Eman, yang menyatakan dugaan sementara kebakaran disebabkan oleh kelalaian pemilik sewa rumah, Andi. “Rumah itu berbahan kayu, disewa Andi yang punya usaha jualan makanan dan roti bakar,” ujar Eman.

Menurut informasi yang dihimpun, saat itu Andi sedang memasak mie di dapur. Ia kemudian meninggalkan ruangan untuk melayani pembeli yang kebetulan datang.

“Mungkin lupa mematikan kompor, sehingga api menjadi tidak terkendali dan cepat membesar karena rumah berbahan kayu,” jelasnya.

Dua unit rumah yang berdekatan itu langsung terbakar merata. Untuk menjinakkan kobaran api, damkar mengerahkan dua mobil pemadam. Satu dari Kecamatan Sebuku dan satu lagi dari Kecamatan Tulin Onsoi.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar 1 jam, dengan bantuan banyak warga dan aparat keamanan setempat.

Untungnya, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian harta benda yang ditimbulkan masih dalam proses penghitungan.

Yang menjadi perhatian adalah, dua pekan lalu juga terjadi kebakaran di jalan yang sama, yang mengakibatkan 5 ruko terbakar. Kali ini, kebakaran terjadi di seberang lokasi sebelumnya.

“Kami mengimbau warga untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap kebakaran. Karena kebakaran tidak mengenal waktu dan tempat,” tutup Eman. (bed)




Gunung Batu Liang Bunyu, Antara Pembangunan dan Keselamatan Lingkungan

Oleh: Andi Yakub, Anggota DPRD Kabupaten Nunukan

Keresahan masyarakat Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, belakangan ini tidak bisa kita abaikan. Kawasan gunung batu yang selama ini menjadi bagian penting dari bentang alam setempat kini mengalami perubahan drastis akibat aktivitas penambangan yang berlangsung secara masif. Perubahan ini tidak hanya terlihat secara kasat mata, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran mendalam akan dampak lingkungan jangka panjang.

Gunung Batu Liang Bunyu bukanlah bentang alam yang baru muncul bersamaan dengan aktivitas ekonomi hari ini. Gunung ini telah ada jauh sebelum masyarakat bermukim di sekitarnya. Dari sanalah sumber mata air alami mengalir tanpa henti selama puluhan tahun, memenuhi kebutuhan hidup masyarakat yang tinggal di kaki gunung. Mulai dari air minum, kebutuhan rumah tangga, hingga pertanian kecil warga. Gunung ini adalah penyangga kehidupan, bukan sekadar tumpukan batu.

Selain fungsi ekologisnya, posisi Gunung Batu Liang Bunyu yang menjulang di antara daratan rendah menjadikannya mercusuar alami bagi para pelaut di perairan Nunukan. Sejak lama, gunung ini menjadi penanda arah dan orientasi bagi nelayan dan pelaut lokal. Artinya, gunung ini memiliki nilai historis, ekologis, dan sosial yang tidak bisa digantikan oleh nilai ekonomi sesaat.

Kini, setelah aktivitas penggalian berlangsung secara masif, muncul ketakutan yang nyata di tengah masyarakat. Ribuan warga yang bermukim di sekitar kaki gunung hidup dalam kecemasan, setiap saat mendengar suara longsoran batu dari puncak bukit. Kekhawatiran akan longsor besar bukan lagi asumsi, melainkan ancaman nyata jika eksploitasi terus dibiarkan tanpa kendali dan pengawasan ketat.

Masyarakat tidak menolak pembangunan. Namun, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang taat hukum, berkeadilan, dan berwawasan lingkungan. Ketika aktivitas penambangan berlangsung tanpa informasi yang jelas mengenai izin, pengawasan, dan pengelolaan dampak lingkungan, maka wajar jika masyarakat bertanya: apakah kegiatan ini sudah sesuai aturan?

Sebatik adalah wilayah perbatasan negara. Setiap jengkal tanahnya bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi juga strategis secara ekologis dan geopolitik. Kerusakan lingkungan di wilayah perbatasan bukan persoalan sepele. Jika gunung batu terus dieksploitasi tanpa kendali, risiko erosi, longsor, rusaknya sumber air, hingga konflik sosial akan menjadi beban bersama di masa depan.

Sebagai wakil rakyat, saya memandang perlu adanya keterbukaan informasi dari instansi berwenang terkait legalitas izin penambangan di Liang Bunyu, serta peninjauan langsung ke lapangan untuk menilai dampak lingkungan yang telah terjadi. Jika kegiatan tersebut terbukti tidak memenuhi ketentuan hukum, maka negara wajib hadir untuk menghentikan dan menertibkannya. Sebaliknya, jika berizin, maka pengawasan harus diperketat dan kewajiban perlindungan lingkungan harus ditegakkan tanpa kompromi.

Keresahan warga Liang Bunyu adalah suara jujur dari masyarakat yang mencintai ruang hidupnya. Pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat harus duduk bersama, membuka data secara transparan, dan memastikan bahwa pembangunan di Sebatik tidak mengorbankan keselamatan rakyat dan masa depan generasi yang akan datang.

Pembangunan sejati bukan soal seberapa banyak yang digali hari ini, tetapi seberapa bijak kita menjaga alam untuk hari esok. (***)




Satgas Pamtas Serahkan Tangkapan Sabu 153 Gram Tanpa Tersangka ke Polisi

NUNUKAN – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Malaysia Yonarmedika Kawal (Yonkav) 13/Satya Lembuswana telah menyerahkan barang bukti narkoba hasil tangkapan di wilayah perbatasan tanpa tersangka kepada Polres Nunukan Mako Kotis, Jalan Fatahillah, Selasa (23/12/2025).

Penyerahan ini merupakan wujud komitmen komiten Satgas Pamtas dalam upaya konsisten pemberantasan perdagangan dan penyebaran narkoba di perbatasan RI–Malaysia yang seringkali menjadi titik rawan aktivitas ilegal.

Sebelum proses penyerahan dilaksanakan, petugas dari Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan telah melakukan uji sampel terlebih dahulu untuk memastikan jenis barang yang ditangkap. Pemeriksaan awal tersebut bertujuan untuk memastikan apakah barang yang ditemukan merupakan narkoba jenis sabu atau jenis lainnya, yang akan menjadi dasar dalam proses penanganan hukum selanjutnya.

Menurut keterangan Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL, Letkol Kav Ikhsan Maulana Pradana kepada awak media usai proses penyerahan, penangkapan barang bukti terjadi ketika petugas sedang melakukan patroli rutin di Pos Kandungan pada hari Senin (22/12/2025).

“Saat kami melakukan patroli, kami menemukan tanda-tanda mencurigakan dan mencoba mendekati pihak yang dicurigai. Namun, sayangnya tersangkanya segera melarikan diri sehingga tidak kami tangkap langsung. Meskipun demikian, kami berhasil menyita barang bukti yang ditinggalkannya,” ungkap Ikhsan.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, jumlah barang bukti yang disita berupa 4 paket plastik bening yang berisi narkoba dengan total berat 153,86 gram. Selain itu, juga ditemukan dan disita 2 buah ponsel serta tas selempang yang diduga milik tersangka yang melarikan diri. Barang-barang tersebut akan menjadi bukti penting dalam penyelidikan yang akan dilakukan oleh pihak penegak hukum.

Letkol Kav Ikhsan Maulana Pradana menegaskan, penyerahan barang bukti ke Polres Nunukan merupakan langkah tepat dalam proses penegakan hukum.

“Soal penanganan selanjutnya, kami serahkan sepenuhnya ke pihak Polres seperti prosedur yang berlaku. Yang jelas, apa yang kami lakukan hari ini dan setiap hari adalah wujud komitmen kami bersama seluruh personel Satgas Pamtas untuk membersihkan wilayah perbatasan dari ancaman narkoba. Kami akan terus meningkatkan patroli dan kerja sama dengan pihak terkait untuk mencegah aktivitas ilegal semacam ini terjadi lagi,” tegasnya. (bed)




Gubernur Kaltara dan Bupati Nunukan Bersinergi Perkuat Ketahanan Pangan di Perbatasan

NUNUKAN – Gubernur Kalimantan Utara, H. Zainal Arifin Paliwang, bersama Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, sukses menggelar Panen Raya Padi di Long Kiwan, Kecamatan Krayan Barat, pada Selasa, 16 Desember 2025.

Acara ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan menyoroti potensi besar sektor pertanian di wilayah perbatasan.

Menurut data dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Krayan, luas baku lahan pertanian meningkat signifikan dari 3.525 hektare pada 2024 menjadi 4.070 hektare pada 2025. Luas Tambah Tanam (LTT) oplah mencapai 2.420 hektare, sementara LTT reguler seluas 1.650 hektare. Produktivitas lahan ini mampu menghasilkan sekitar 4.000 ton padi per tahun.

Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri mengungkapkan, panen raya ini bukan hanya perayaan hasil pertanian, tetapi juga simbol nyata ketahanan pangan daerah. Ia mengapresiasi semangat dan kegigihan petani Krayan dalam meningkatkan produktivitas melalui pengolahan lahan yang baik dan berkelanjutan.

“Panen raya ini menunjukkan bahwa Krayan memiliki potensi besar. Hasil pertanian yang dihasilkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memperlihatkan peluang pengembangan di tingkat regional,” ujar Irwan Sabri.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Utara atas kunjungan dan dukungan yang diberikan, berharap sektor pertanian Krayan terus berkembang dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, mengakui potensi swasembada pangan di Krayan sangat luar biasa, didukung oleh sistem pertanian organik yang menghasilkan produk pertanian sehat dan berkualitas. Ia mendorong optimalisasi lahan pertanian yang belum tergarap sepenuhnya.

“Dukungan alat dan sarana pertanian, termasuk bantuan excavator dari Pemerintah Kabupaten Nunukan, diharapkan dapat semakin memotivasi petani dalam membuka dan mengelola lahan pertanian,” ujarnya. (bed)




Hasan Saleh Pantau Langsung Penyaluran Bantuan Pangan Nunukan, 90 Persen Tepat Sasaran, 10 Persen Data Terlambat Diperbarui

NUNUKAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi IV, Mayjen TNI (Purn) Drs. H. Hasan Saleh, memantau langsung penyaluran Bantuan Pangan 2025 di Aula Pertemuan Kelurahan Nunukan Utara, Selasa (16/12/2025).

Acara yang diisi dengan antusiasme warga ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang berhak.

Menurut Hasan Saleh, penyaluran bantuan bagi masyarakat tidak mampu telah berjalan sesuai petunjuk yang ada. Meskipun terkadang ada data yang belum diperbarui yang menjadi dinamika di lapangan, namun pemantauan yang dilakukan menunjukkan kinerja yang memuaskan.

“Sepanjang pantauan saya, hampir 90 persen tepat sasaran. Adapun 10 persen sisanya kemungkinan karena ada yang sudah meninggal dunia namun data terlambat diperbarui,” ungkapnya sambil menyapa warga yang sedang menunggu giliran menerima bantuan.

Bantuan pangan ini bukan hanya difokuskan di Kabupaten Nunukan, melainkan menyebar ke seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Utara. Kegiatan penyaluran telah dilakukan kemarin di Tarakan, hari ini di Nunukan, dan besok direncanakan akan dilanjutkan ke Kabupaten Bulungan.

“Kita tidak mau ada satu pun wilayah yang terlewatkan. Setiap warga yang membutuhkan harus merasa keberadaan pemerintah,” tegas Hasan.

Sementara itu, Kepala Kantor Perum Bulog Tarakan Zamahsyari Afsolin yang membawahi wilayah Tarakan dan Nunukan menyampaikan, total bantuan pangan yang disalurkan di Kabupaten Nunukan sebanyak 8.212 paket, yang tersebar di semua kecamatan, kelurahan, dan desa. Setiap paket terdiri dari 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.

“Ini merupakan alokasi penyaluran tahap II untuk bulan Oktober-November, dimana sebelumnya tahap I sudah dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2025,” jelas Zamahsyari yang juga hadir dalam acara tersebut.

Ia menambahkan, petugas Bulog telah bekerja ekstra untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan cepat.

Di Kelurahan Nunukan Utara sendiri, penyaluran ditujukan kepada 278 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebagai bagian dari Program Bantuan Pangan Nasional yang disalurkan oleh Bulog dan disaksikan langsung oleh Hasan Saleh sebagai mitra pemerintah.

Salah satu warga penerima, Siti Aminah (45 tahun), menyampaikan rasa terima kasihnya. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kebutuhan keluarga saya. Semoga pemerintah selalu memberikan perhatian seperti ini,” ujarnya sambil memegang paket beras yang baru diterimanya. (bed)




Ludes Dilahap Api, 5 Ruko di Simpang H Irwan Sebuku Terbakar Pagi Ini

NUNUKAN – Kebakaran melanda kawasan Jalan Poros Provinsi (Simpang 3) RT 03 atau lebih dikenal sebagai simpang H Irwan, Desa Apas, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, pukul 08.55 Wita, Senin (15/12/2025).

Sebanyak 5 rumah toko (ruko) berbahan kayu ludes terbakar dilahap si jago merah, dengan korban pemilik antara lain Hendi, Sugeng, Dewi, Uttang, dan Hamsir.

Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Nunukan Wahyudi Kawariyin menyebutkan,  2 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api.

“1 mobil dari Sebuku dan 1 lagi dari Kecamatan Tulin Onsoi. Bersama warga dan aparat personel kami bahu membahu melakukan pemadaman,” sebut Wahyudi.

Selain pemadaman, petugas juga melakukan penyekatan agar api tidak merambat ke bangunan lain. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar dua jam.

Dugaan sementara, penyebab kebakaran berasal dari mesin dinamo listrik (dab) yang digunakan Hamsir untuk menyedot Bahan Bakar Minyak (BBM) pertalite dari drum ke gelen.

Kemungkinan BBM merembes atau menetes ke mesin dinamo, menimbulkan percikan api yang kemudian menyambar ke pertalite, membuat api cepat membesar dan menyebar.

“Kerugian harta benda sampai saat ini masih dalam proses perhitungan, tidak ada korban luka ataupun jiwa pada peristiwa ini,” jelas Wahyudi.

Ia juga mengingatkan warga untuk tetap waspada. “Kebakaran datang tidak mengenal waktu dan tempat, bisa terjadi kapan dan di manapun,” pungkasnya. (bed)




Hadiri Hajatan Keluarga di Nunukan, Rumah di Sebatik Tengah Terbakar

NUNUKAN – Satu unit rumah kayu milik Ayuman, warga Jalan SMPN 2 RT 02 Dusun Masago Desa Bukit Harapan, Peringkat Sembilan Kecamatan Sebatik Tengah, ludes terbakar, Ahad (14/12/2025) pagi.

Rumah berukuran 6×8 meter persegi itu ditinggal pemiliknya yang pergi ke Nunukan untuk menghadiri undangan hajatan pernikahan keluarga.

Informasi kebakaran diterima Danton Pemadam Kebakaran Sebatik Utara, Abdul Wahid, pukul 05.20 Wita. “Kepala Desa Bukit Harapan, Pak Cecep mengabari kami, bahwa sedang terjadi kebakaran menimpa rumah salah seorang warganya,” ungkap Wahid.

Segera setelah menerima laporan, 2 unit mobil pemadam kebakaran diturunkan ke lokasi untuk menjinakkan api. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar setengah jam.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Mulanya, warga sekitar yang berjarak sekitar 20 meter dari rumah korban mendengar suara seperti letupan yang berasal dari rumah Ayuman, baru kemudian menyadari bahwa kebakaran telah terjadi.

Karena berbahan kayu, api sangat cepat membesar dan menjalar sehingga seluruh rumah korban terbakar. “Tidak ada korban yang terluka ataupun meninggal dari peristiwa ini, kami mengimbau kepada warga agar tetap waspada terhadap musibah kebakaran,” tutup Wahid. (bed)