Lansia Ditemukan Meninggal di Rumahnya Setelah 3 Hari

NUNUKAN – Andi Ismail Amal (75), seorang lansia, ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Jalan Patimura, Nunukan Timur, Sabtu (27/9/2025).

Jenazah ditemukan oleh anaknya, Andi Kurniawan Adil (41), yang curiga karena tidak ada jawaban saat berkunjung.

Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan, menjelaskan, anak korban mencium bau tak sedap dari dalam rumah dan menemukan ayahnya sudah meninggal dalam kondisi membusuk. Korban diperkirakan telah meninggal sekitar tiga hari.

“Keluarga menolak visum karena korban memiliki riwayat penyakit jantung dan menganggap kematiannya wajar. Jenazah telah dimakamkan di TPU Selisun, Nunukan Selatan,” pungkas Sunarwan saat dihubungi media ini.




Puluhan LPG Kosong Diselundupkan Melalui Perbatasan Nunukan

NUNUKAN – Tim Satuan Tugas Perlindungan Warga Negara Indonesia (Satgas PWNI) Konsulat Republik Indonesia (RI) Tawau aktif memberikan pendampingan kepada sejumlah WNI yang diamankan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Zon Tawau di perairan Tawau, Sabah.

Pendampingan ini dilakukan terkait dua peristiwa berbeda yang melibatkan WNI dalam pelanggaran wilayah perairan dan penyelundupan.

Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin, menjelaskan kronologi dua kejadian tersebut. Pertama, pada 11 September 2025, sekitar pukul 22:30 waktu setempat, APMM menahan tiga WNI asal Nunukan yang membawa bot kargo berisi 95 tong gas LPG kosong berlogo Petronas dan 22 tong bensin ukuran 30 liter kosong. Ketiga WNI tersebut bernama Al (27), AR (29), dan AH (25). “Mereka mengaku tergiur imbalan Rp 5 juta per orang dari pemilik barang, meskipun menyadari risiko dari aktivitas ilegal tersebut,” ungkap Dino menirukan pengakuan tersangka melalui pesan tertulisnya.

Kejadian kedua terjadi pada 14 September 2025, sekitar pukul 11:20 waktu setempat. APMM menangkap tujuh WNI asal Kota Tarakan yang menggunakan dua perahu nelayan tradisional. Mereka tidak menyadari telah memasuki wilayah perairan Tawau. Ketujuh WNI tersebut adalah ED (50), BM (34), ST (39), AD (37), RS (40), AR (22), dan B (50). Mereka mengaku diperintah oleh seorang warga Tarakan bernama AM untuk mengambil bibit rumput laut dari seseorang bernama AN di Bambangan, Nunukan.

“Tanpa adanya alat navigasi, perahu mereka melewati batas laut dan kemudian diamankan oleh kapal patroli APMM,” ujar Dino.

Konsulat RI Tawau mencatat, kasus serupa sering terjadi, baik berupa upaya penyelundupan barang subsidi maupun nelayan tradisional yang tanpa sadar melintasi batas perairan akibat faktor cuaca, keterbatasan peralatan navigasi, serta batas laut Indonesia-Malaysia yang masih diperdebatkan.

Tim Satgas PWNI akan terus memantau dan memberikan pendampingan hukum agar para WNI memperoleh hak-hak kekonsuleran dan mendapatkan hukuman seringan mungkin, tanpa mengintervensi proses hukum yang berlaku di Malaysia.

“Konsulat RI juga mendorong percepatan ratifikasi Border Crossing Agreement (BCA) sebagai solusi jangka panjang untuk menekan kasus serupa di wilayah perbatasan,” jelasnya.




Pikap Terjun ke Sungai, Satu Penumpang Tewas

NUNUKAN – Sebuah kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan mobil pikap Grandmax  hitam terjadi pada Sabtu, (20/9/2025), sekitar pukul 17.45 WITA.

Insiden nahas ini berlangsung di Jalan Trans Kalimantan, tepatnya di penurunan batas PT. TMSJ 2 dengan Desa Salang, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan.

“Akibat kejadian ini, satu orang penumpang dilaporkan meninggal dunia, sementara empat lainnya mengalami luka-luka,” sebut Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas SIK melalui Kasi Humas Polres Nunukan Ipda Sunarwan kepada media ini.

Mobil pikap tersebut dikemudikan oleh Afrianus (34), seorang karyawan swasta beralamat di Rayon A PT. KHL 4 Desa Sekikilan. Afrianus mengalami luka robek di kepala bagian belakang dan luka memar di pinggang.

Kendaraan nahas itu membawa empat penumpang lainnya. Salah satu penumpang, Aloisius Alo (29), yang juga karyawan swasta dari alamat yang sama, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Tiga penumpang lainnya yang mengalami luka-luka adalah, Rofinus Rafi (32) mengalami luka bengkak di tangan kanan, luka gores di telinga sebelah kiri, dan memar di pipi sebelah kanan. Lalu, Fransiskus Prengki (21) mengalami luka gores di pinggang dan lutut sebelah kiri. Dan Fidelis Afrianus Nur (17) mengalami luka robek di kepala yang memerlukan 17 jahitan.

Menurut kronologi kejadian, mobil pikap  yang dikendarai Afrianus sedang dalam perjalanan dari Desa Naputi menuju Basecamp Rayon A PT KHL 4. Mobil tersebut mengangkut empat orang temannya, dengan satu orang duduk di kursi depan dan tiga lainnya di bak belakang bersama muatan kursi.

Setibanya di lokasi kejadian, tepatnya di penurunan perbatasan PT. TMSJ 2, sebuah kendaraan roda dua dilaporkan keluar dari simpang kebun menuju Desa Salang dan mengambil jalur yang sedang dilalui mobil pikap. Untuk menghindari tabrakan dengan sepeda motor tersebut, Afrianus banting setir, namun mobil kehilangan kendali (out of control) dan akhirnya terjun masuk ke dalam anak sungai.

Kondisi jalan di lokasi kecelakaan diketahui merupakan jalanan umum dengan aspal lurus. Setelah kejadian, korban meninggal dunia, Aloisius Alo, telah dibawa ke rumah duka di Basecamp Rayon A PT KHL 4 untuk disemayamkan. “Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini,” jelas Sunarwan mengakhiri.