Ruman Tumbo Desak Bandar Narkoba Diburu hingga Tuntas

NUNUKAN – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, Ruman Tumbo, melontarkan kritik keras terhadap pola penanganan kasus narkoba yang dinilai masih fokus pada pengguna, sementara jaringan besar peredaran narkotika belum tersentuh maksimal.

Dalam kegiatan edukasi masyarakat di wilayah perbatasan, ia menegaskan bahwa perang terhadap narkoba harus diarahkan pada pemutusan rantai distribusi hingga ke aktor utama.

Ruman Tumbo, meminta aparat penegak hukum lebih serius memburu bandar besar narkoba yang mengendalikan peredaran di wilayah perbatasan, khususnya Nunukan.

Menurutnya, penanganan kasus narkoba selama ini masih cenderung menyasar pengguna, sementara pengendali utama jaringan distribusi belum ditindak secara maksimal.

“Jangan hanya pengguna yang ditangkap. Bandar besarnya harus dikejar,” tegas Ruman Tumbo saat ditemui media belum lama ini.

Ia menilai bisnis narkoba memiliki perputaran uang yang sangat besar sehingga terus menarik banyak pihak untuk terlibat. Karena itu, penegakan hukum tidak cukup hanya dilakukan di tingkat pengguna, tetapi harus memutus jaringan distribusi dari hulu.

Ruman juga menepis anggapan bahwa bandar sulit disentuh karena berada di luar negeri, seperti Malaysia. Menurutnya, pihak yang mengendalikan peredaran di wilayah Nunukan tetap harus dianggap sebagai aktor utama. “Yang mengatur peredaran di sini itulah yang harus diberangus,” ujarnya.

Ia menegaskan, kondisi peredaran narkoba di wilayah perbatasan kini sudah sangat mengkhawatirkan karena barang haram tersebut telah masuk hingga ke lingkungan permukiman warga. Situasi ini dinilai menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan ketahanan keluarga. “Narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tapi juga menghancurkan masa depan generasi,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, penyuluh BNNK Nunukan juga mengingatkan adanya tren baru peredaran narkoba melalui liquid rokok elektrik atau vape. Zat jenis New Psychoactive Substances (NPS) disebut telah disamarkan dalam cairan vape dan mulai menyasar kalangan pelajar.
Kondisi itu membuat pengawasan orang tua dan lingkungan menjadi semakin penting karena modus peredaran narkoba kini lebih terselubung dan sulit dikenali.

Meski mendorong penindakan tegas terhadap bandar, Ruman tetap menekankan pentingnya pendekatan humanis bagi pengguna narkoba, termasuk melalui rehabilitasi agar mereka memiliki kesempatan untuk pulih.

Ia menegaskan, perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Tanpa keberanian menindak jaringan besar, peredaran narkoba di wilayah perbatasan akan terus berkembang dan mengancam masa depan daerah.
“Ini bukan lagi persoalan biasa, tapi ancaman serius bagi generasi kita,” pungkasnya. (adv)




Reses di Panamas, Warga Curhat Air Bersih hingga Ancaman Abrasi Sungai

NUNUKAN – Persoalan air bersih, minimnya penerangan jalan hingga ancaman abrasi sungai menjadi keluhan utama warga RT 03 Mansapa Panamas saat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara), Rismanto menggelar reses, Senin (18/5/2026).

Warga berharap aspirasi yang disampaikan tidak hanya menjadi catatan, tetapi segera ditindaklanjuti pemerintah demi memperbaiki kebutuhan dasar masyarakat.
Salah seorang warga, Dewi mengungkapkan, akses air bersih masih menjadi persoalan utama di lingkungan mereka dan berharap segera mendapat perhatian pemerintah.

Keluhan serupa disampaikan M. Sidiq. Ia menyebut wilayahnya hingga kini belum memiliki jaringan pipa air bersih yang memadai. Selain itu, warga juga meminta penambahan lampu jalan dan perbaikan siring di belakang rumah warga yang mulai rusak.

“Air bersih belum ada jaringan pipa, lampu jalan juga masih kurang. Siring di belakang rumah warga juga sudah mulai rusak,” ujarnya.

Warga lainnya, Suardi atau Bapak Fitri, turut menyoroti kondisi sungai yang kembali mengalami sedimentasi meski sebelumnya telah dilakukan pengerukan. Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu banjir dan abrasi.

“Sudah pernah digali, tapi sekarang tertimbun lagi. Kami berharap ada tindak lanjut normalisasi sungai,” katanya.

Sementara itu, Ketua RW setempat mempertanyakan status kewenangan perbaikan jalan masuk menuju Panamas, apakah menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi atau kabupaten.

Ia juga meminta perhatian terhadap bantaran sungai yang mulai terkikis serta dukungan bagi kelompok pertanian, peternakan dan nelayan.

“Kami berharap ada sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten untuk membantu masyarakat, terutama nelayan pembudidaya maupun pemukat,” ungkapnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Rismanto menegaskan seluruh masukan masyarakat akan diperjuangkan melalui DPRD Kaltara maupun dikoordinasikan dengan pemerintah daerah terkait.

“Semua aspirasi masyarakat akan kami tampung dan diperjuangkan sesuai kewenangan yang ada, baik di tingkat provinsi maupun melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten,” tegasnya. (adv)




DPRD Kaltara Awasi Ketat SPMB 2026, Cegah Jalur Titipan

TARAKAN – DPRD Provinsi Kalimantan Utara menegaskan komitmennya mengawal pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 agar berjalan transparan dan bebas dari praktik “jalur titipan”.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Supa’ad Hadianto mengatakan pengawasan SPMB menjadi bagian dari fungsi DPRD, khususnya di bidang pendidikan. Komisi IV dipastikan turun langsung memantau proses penerimaan siswa baru. “Biasanya yang hadir langsung dari Komisi IV. Insyaallah kita pantau terus,” ujar Supa’ad saat reses masa persidangan III Tahun 2026 di Tarakan, Minggu (17/5/2026).

Menurutnya, polemik penerimaan siswa baru hampir selalu terjadi setiap tahun, terutama terkait dugaan permainan jalur masuk dan ketidakadilan seleksi. Karena itu, seluruh tahapan SPMB diminta berjalan sesuai aturan yang berlaku. “Saya paling sependapat kalau harus tegak lurus dengan aturan, sehingga tidak ada lagi jalan samping atau jalan belakang,” tegasnya.

Supa’ad menilai peluang kecurangan kini semakin kecil karena sistem penerimaan sudah berbasis digital dan lebih mudah diawasi. DPRD juga membuka ruang laporan masyarakat jika ditemukan dugaan pelanggaran disertai bukti kuat. “Kalau ada titipan dan ada alat bukti yang benar, tentu DPRD akan bersikap sesuai laporan dan temuan,” katanya.
Ia berharap seluruh pihak menjunjung kejujuran demi terciptanya SPMB yang adil, bersih, dan transparan. (adv)




Reses Muhammad Nasir di Selisun, PKS Launching Rumah Aspirasi dan Rumah Qur’an

NUNUKAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara)  Fraksi PKS Komisi II, Muhammad Nasir, S.Pi., M.M., menggelar kegiatan reses atau serap aspirasi masyarakat di Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan launching Rumah Aspirasi dan Rumah Qur’an sebagai bentuk penguatan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dengan dihadiri berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, kader PKS, Ketua DPD PKS Nunukan Muhammad Rusdi, serta Ketua DPC PKS Nunukan Selatan Hj. Surya.

Launching Rumah Qur’an dilakukan secara simbolis melalui pemotongan pita dan tumpeng oleh Ketua DPD PKS Nunukan Muhammad Rusdi sebagai tanda dimulainya pelayanan pembelajaran Al-Qur’an bagi masyarakat.

Sementara peresmian Rumah Aspirasi dilakukan langsung oleh Muhammad Nasir sebagai bentuk komitmen pelayanan dan keterbukaan terhadap aspirasi warga.

Dalam forum reses tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai usulan yang menjadi perhatian warga. Mulai dari perbaikan jalan lingkungan, penerangan dan jaringan listrik baru, pemasangan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu, bantuan beasiswa pendidikan, bantuan rumah ibadah, bantuan kelompok tani, usulan sumur bor untuk kebutuhan air bersih, hingga bantuan bagi kelompok budidaya rumput laut.

Muhammad Nasir menegaskan, reses bukan sekadar agenda formal DPRD, melainkan ruang untuk mendengar langsung suara masyarakat agar program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat.

“Kami ingin memastikan bahwa suara masyarakat benar-benar sampai dan diperjuangkan. Karena tugas anggota dewan bukan hanya hadir saat pemilu, tetapi terus hadir bersama masyarakat untuk mendengar dan melayani,” ujar Muhammad Nasir.

Ia menjelaskan, kehadiran Rumah Aspirasi bertujuan mempermudah masyarakat dalam menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi sehari-hari.

Menurutnya, masih banyak warga yang merasa kesulitan menyampaikan usulan secara langsung kepada wakil rakyat.

“Dengan adanya Rumah Aspirasi ini, masyarakat punya ruang yang lebih mudah untuk menyampaikan aspirasi. Jalurnya ada dua, bisa melalui struktur partai PKS, bisa juga langsung datang ke Rumah Aspirasi atau langsung kepada kami sebagai anggota dewan,” jelasnya.

Muhammad Nasir menambahkan, dirinya bersama Hasbi, anggota DPRD Kabupaten Nunukan Fraksi PKS Dapil Kecamatan Nunukan Selatan, siap menerima dan memperjuangkan aspirasi masyarakat kapan pun dibutuhkan.

“Kami aleg PKS, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, siap menerima usulan masyarakat baik lewat struktur partai, lewat Rumah Aspirasi, maupun langsung kepada kami. Ini bagian dari komitmen kami meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Nunukan Muhammad Rusdi menyampaikan bahwa kehadiran Rumah Qur’an merupakan bagian dari komitmen dakwah dan pelayanan PKS kepada masyarakat.

Menurutnya, Rumah Qur’an bukan hanya tempat belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana pembinaan akhlak dan pembentukan generasi yang lebih baik.

“Rumah Qur’an ini terbuka untuk seluruh masyarakat Nunukan Selatan yang ingin belajar Al-Qur’an secara gratis. InsyaAllah kader-kader PKS siap menjadi pengajar dan pendamping bagi masyarakat,” ujar Muhammad Rusdi.

Ia menambahkan bahwa pembangunan daerah harus berjalan seiring antara pembangunan fisik dan pembangunan moral masyarakat.

“Kami ingin pelayanan kepada masyarakat tidak hanya dalam bentuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembinaan spiritual dan akhlak masyarakat. Karena itu Rumah Qur’an ini dihadirkan sebagai bagian dari pengabdian kepada umat,” katanya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga berharap keberadaan Rumah Aspirasi dan Rumah Qur’an dapat terus aktif menjadi pusat pelayanan, pembinaan, serta wadah komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat.

Di akhir kegiatan, Muhammad Nasir menegaskan dirinya akan terus memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat Nunukan Selatan baik di tingkat pemerintah provinsi maupun melalui sinergi dengan pemerintah kabupaten dan instansi terkait.

“Kami ingin keberadaan kami benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. InsyaAllah setiap aspirasi yang masuk akan kami perjuangkan semaksimal mungkin,” tutupnya. (adv)




Reses di Nunukan Selatan, Warga Titip Aspirasi Lampu Jalan hingga Bantuan Nelayan ke Rismanto

NUNUKAN – Anggota  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Rismanto kembali melanjutkan kegiatan reses masa persidangan di RT 04, Tanjung Harapan Lancang, Kecamatan Nunukan Selatan, Minggu (17/5/2026).

Dalam dialog bersama warga, berbagai aspirasi disampaikan mulai dari bantuan rumah ibadah, dukungan kelompok nelayan hingga kebutuhan penerangan jalan lingkungan.

Salah seorang warga, Ahmad Ramadhan selaku panitia masjid, menyampaikan apresiasi kepada Rismanto atas perjuangannya membantu rumah ibadah hingga memperoleh dukungan anggaran dari Pemprov Kaltara.

Ia mengungkapkan, sejak masjid tersebut berdiri, baru kali ini mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi.

“Terima kasih karena masjid kami sudah dibantu dan diperjuangkan sehingga mendapat dana dari Pemerintah Provinsi. Sejak awal berdiri, baru pertama kali mendapatkan bantuan,” ujar Ahmad Ramadhan.

Dalam kesempatan itu, Ahmad juga berharap dukungan bantuan untuk masjid dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang agar pembangunan dan fasilitas rumah ibadah semakin memadai.

Aspirasi lain disampaikan Ketua RT 09, Mansur, yang meminta adanya bantuan untuk rumah ibadah sekaligus dukungan bagi kelompok nelayan, khususnya di sektor budidaya yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir.

Sementara itu, warga lainnya, Hamzah, menyoroti minimnya fasilitas penerangan jalan di wilayah Lancang Atas. Menurutnya, kondisi jalan yang gelap saat malam hari cukup mengganggu aktivitas warga dan rawan membahayakan keselamatan.

“Lampu listrik untuk jalan di Lancang Atas sampai sekarang belum ada. Kami berharap ini bisa diperjuangkan,” kata Hamzah.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Rismanto menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi perhatian dan dibawa dalam pembahasan di DPRD Provinsi Kalimantan Utara.

“Kegiatan reses ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi terkait rumah ibadah, bantuan kelompok nelayan, hingga lampu jalan tentu akan kami kawal dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” ujar Rismanto.

Ia menilai kebutuhan penerangan jalan menjadi hal penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan masyarakat, terutama pada malam hari.

“Persoalan lampu jalan ini memang perlu mendapat perhatian karena menyangkut keamanan warga. Begitu juga dukungan terhadap nelayan dan rumah ibadah yang menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (adv)




Warga Kampung Jawa Keluhkan Jalan Rusak hingga Minim Penerangan Saat Reses Akbar Ali

NUNUKAN – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Utara, H. Akbar Ali, SH menggelar reses penjaringan aspirasi masyarakat masa persidangan III Tahun 2026 di Sekretariat KORMI Nunukan, Jumat (15/5/2026) sore.

Kegiatan tersebut dihadiri warga RT 06 Kelurahan Nunukan Tengah yang menyampaikan sejumlah persoalan prioritas di lingkungan mereka.

Dalam dialog bersama warga, berbagai aspirasi mencuat, mulai dari perbaikan jalan semenisasi, pengelolaan sampah lingkungan, hingga kebutuhan penerangan jalan umum di kawasan Kampung Jawa.

Akbar Ali menjelaskan, tugas anggota DPRD tidak hanya menjalankan fungsi legislasi, tetapi juga penganggaran dan pengawasan, termasuk mengawal aspirasi masyarakat agar dapat direalisasikan pemerintah daerah.

“Kami di DPRD bertugas menampung dan mengawal aspirasi masyarakat, terutama yang sifatnya mendesak dan menjadi kebutuhan utama warga,” ujarnya.

Salah satu keluhan utama warga adalah kondisi jalan semenisasi di Gang Kaltara, Kampung Jawa, yang dinilai rusak parah dan membutuhkan perbaikan segera. Warga berharap pemerintah dapat segera melakukan peningkatan infrastruktur demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Selain itu, persoalan sampah juga menjadi perhatian masyarakat. Warga meminta adanya pengelolaan sampah yang lebih baik, termasuk penyediaan tempat sampah di sejumlah gang serta solusi pengangkutan sampah lingkungan.

Menanggapi hal tersebut, Akbar Ali meminta warga bersama pengurus RT untuk berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nunukan maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara guna mencari solusi bersama.

Ia juga membuka peluang pengadaan kendaraan roda tiga untuk mendukung pengelolaan sampah di lingkungan warga.

“Terkait semenisasi jalan, segera masukkan proposal lengkap dengan tanda tangan warga agar dapat kami kawal melalui SIPD untuk dianggarkan di dinas terkait,” katanya.

Selain persoalan jalan dan sampah, warga turut mengeluhkan minimnya penerangan jalan di kawasan Kampung Jawa yang dinilai rawan dan gelap saat malam hari.

Menurut Akbar Ali, persoalan lampu jalan sebelumnya juga disampaikan warga di wilayah lain, termasuk RT 23 Kelurahan Nunukan Timur saat reses masa persidangan II lalu.

Karena itu, ia berkomitmen memperjuangkan pengadaan penerangan jalan melalui anggaran perubahan agar kebutuhan masyarakat dapat segera direalisasikan. (adv)




Dorong Ekonomi Desa Lebih Mandiri, Ketua DPRD Kaltara Hadiri Launching 1.061 Koperasi Merah Putih

TANJUNG SELOR – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), H. Achmad Djufrie SE MM menghadiri peluncuran (launching) 1.061 titik Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Sabtu (14/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti secara daring dari Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Peluncuran KDKMP secara nasional ini menjadi langkah strategis pemerintah pusat dalam memperkuat urat nadi perekonomian masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Program tersebut diharapkan mampu mendorong tata kelola ekonomi warga agar lebih mandiri, berdaya saing, dan berbasis pada semangat gotong royong.

Dalam kesempatan itu, Achmad Djufrie menyampaikan dukungannya terhadap program nasional tersebut. Menurutnya, koperasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah.

“Koperasi merupakan salah satu fondasi ekonomi kerakyatan. Dengan adanya Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini, kami berharap masyarakat desa dan kelurahan di Kalimantan Utara bisa semakin mandiri secara ekonomi, memiliki akses usaha yang lebih luas, dan mampu meningkatkan kesejahteraannya,” ujar Achmad Djufrie.

Ia juga menilai peluncuran KDKMP menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun ekonomi berbasis komunitas.

“Kami di DPRD Kaltara tentu mendukung penuh program-program yang berpihak kepada masyarakat. Harapannya, koperasi ini tidak hanya hadir secara administratif, tetapi benar-benar aktif dan produktif dalam membantu perekonomian warga,” tambahnya.

Peluncuran KDKMP ini sekaligus menandai langkah baru dalam digitalisasi dan penguatan jaringan koperasi di tingkat akar rumput guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif.

Kegiatan berlangsung khidmat dan turut dihadiri sejumlah pejabat daerah serta tokoh masyarakat setempat. (adv)




Reses di Sebatik Barat, Warga Minta Perhatian untuk Nelayan dan Budidaya Rumput Laut

NUNUKAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Rismanto, menggelar reses masa persidangan di Desa Liang Bunyu, RT 02, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Sabtu (16/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspirasi masyarakat disampaikan, terutama terkait kebutuhan sektor perikanan dan budidaya rumput laut.

Warga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap nelayan dan pembudidaya rumput laut yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat di wilayah perbatasan tersebut. Sejumlah usulan pun disampaikan, mulai dari bantuan alat tangkap ikan, sarana budidaya rumput laut, hingga perbaikan infrastruktur penunjang aktivitas masyarakat.

Salah seorang warga mengeluhkan kondisi jembatan yang selama ini digunakan untuk menunjang aktivitas budidaya rumput laut. Menurutnya, kondisi jembatan saat ini mulai rapuh dan membutuhkan perbaikan segera agar tidak membahayakan masyarakat.

Selain itu, warga juga meminta bantuan untuk rumah ibadah serta peningkatan akses jalan menuju kawasan pertanian guna memperlancar mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Rismanto menegaskan seluruh usulan masyarakat akan diperjuangkan di DPRD Provinsi Kalimantan Utara agar dapat ditindaklanjuti melalui program pemerintah daerah.

“Mayoritas masyarakat di Sebatik Barat menggantungkan hidup dari sektor perikanan dan rumput laut. Karena itu kebutuhan mereka harus menjadi perhatian bersama,” ujar Rismanto.

Ia menambahkan, penguatan sektor perikanan dan budidaya rumput laut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat perekonomian kawasan perbatasan.

“Wilayah perbatasan memiliki potensi besar, khususnya sektor kelautan dan perikanan. Dukungan sarana dan infrastruktur sangat dibutuhkan agar masyarakat bisa lebih berkembang dan sejahtera,” tambahnya. (adv)




Abrasi Ancam Permukiman Sebatik, Nelayan Minta Bantuan Mesin Saat Reses DPRD Kaltara

NUNUKAN – Kegiatan reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Rismanto, di Desa Bukit Aru Indah (BAI), RT 01, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Sabtu (16/5/2026), diwarnai berbagai keluhan masyarakat.

Mulai dari abrasi pantai yang semakin parah hingga kebutuhan bantuan mesin bagi nelayan menjadi aspirasi utama warga pesisir. Dalam dialog terbuka bersama masyarakat, persoalan abrasi menjadi perhatian serius warga.

Kondisi abrasi di wilayah pesisir Desa Bukit Aru Indah disebut terus menggerus kawasan permukiman dan bahkan telah menyebabkan rumah warga mengalami kerusakan.

Martang, salah seorang warga RT 01 Desa Bukit Aru Indah, mengaku masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menangani abrasi yang semakin mengancam pemukiman penduduk.

“Sudah ada rumah warga yang rubuh akibat abrasi. Kami berharap pemerintah bisa segera turun tangan karena kondisi ini semakin mengancam permukiman warga,” ujarnya.

Selain persoalan abrasi, warga juga menyampaikan kebutuhan bantuan mesin bagi nelayan. Bahar, warga setempat, mengatakan bantuan mesin sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas melaut masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai nelayan.

Menurutnya, dukungan sarana tangkap akan sangat membantu meningkatkan hasil tangkapan sekaligus menunjang perekonomian warga pesisir.

“Kami berharap ada bantuan mesin untuk nelayan agar bisa membantu aktivitas melaut dan menunjang ekonomi masyarakat,” kata Bahar.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Rismanto menegaskan seluruh usulan masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan melalui pemerintah daerah maupun instansi terkait di tingkat provinsi.

Ia menyebut kegiatan reses menjadi bagian penting bagi anggota dewan untuk menyerap langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan perbatasan yang masih membutuhkan perhatian pembangunan.

“Semua aspirasi masyarakat tentu akan kami tindak lanjuti dan komunikasikan dengan pihak terkait agar bisa mendapat solusi dan perhatian pemerintah,” ujar Rismanto.

Kegiatan reses berlangsung hangat dengan dialog interaktif antara warga dan anggota dewan. Masyarakat berharap persoalan abrasi yang dinilai semakin mendesak dapat segera mendapat penanganan agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar bagi permukiman warga pesisir di Sebatik Timur. (adv)




DPRD Kaltara Kecam Dugaan Penyekapan Mahasiswi di Makassar, Polisi Diminta Segera Tangkap Pelaku

NUNUKAN – Viral di media sosial, rekaman penyelamatan seorang mahasiswi yang diduga menjadi korban penyekapan di sebuah rumah mewah di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, memicu gelombang kecaman publik. Kasus yang juga disertai dugaan kekerasan seksual itu turut mendapat sorotan dari anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Rismanto, yang mendesak aparat kepolisian segera menangkap pelaku dan mengusut tuntas perkara tersebut.

Anggota DPRD Kaltara dari Daerah Pemilihan (Dapil) Nunukan, Rismanto, mengecam keras dugaan penyekapan yang dialami korban. Ia meminta aparat penegak hukum bergerak cepat menangkap pelaku yang identitasnya telah diketahui dan menindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Saya berharap penegak hukum segera mengamankan pelaku dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Rismanto saat dihubungi, Kamis (15/5/2026).

Menurutnya, kasus dugaan penyekapan dan kekerasan seksual tersebut tidak hanya menjadi persoalan hukum, tetapi juga menjadi perhatian serius terkait keselamatan mahasiswa perantauan, khususnya yang berasal dari Kalimantan Utara dan sedang menempuh pendidikan di luar daerah.

Ia menilai perlindungan terhadap mahasiswa harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi mahasiswa maupun lingkungan tempat tinggal mahasiswa itu sendiri. Rismanto juga mengingatkan pentingnya kepedulian antarsesama mahasiswa agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kepada mahasiswa lebih berhati-hati dan saling memperhatikan melalui organisasi mahasiswa. Kalau ada fasilitas asrama, dapat dimanfaatkan untuk ditempati,” pesannya.

Selain itu, ia meminta mahasiswa yang merantau untuk lebih selektif dalam memilih lingkungan tempat tinggal dan berhati-hati saat berkenalan dengan orang baru, terutama ketika sedang mencari pekerjaan atau aktivitas lain di luar kampus.

Kasus ini sebelumnya mencuat setelah perempuan berinisial M (20) diduga menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan oleh pria berinisial FR (30) di sebuah rumah tak berpenghuni di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan.

Berdasarkan informasi yang beredar, korban awalnya berkenalan dengan pelaku saat sedang mencari pekerjaan di Makassar. Setelah itu, korban diduga dibawa ke sebuah rumah dan mengalami penyekapan disertai kekerasan seksual.

Peristiwa tersebut akhirnya terungkap saat pemilik rumah sewa mendatangi lokasi pada Minggu (10/5/2026) karena masa sewa rumah telah habis. Saat pintu diketuk, korban yang disebut berada dalam kondisi tangan terikat berusaha meminta pertolongan kepada pemilik rumah dan warga sekitar.

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung membantu korban dan melaporkannya kepada pihak kepolisian. Rekaman video saat korban diselamatkan kemudian beredar luas di media sosial dan memicu reaksi keras dari masyarakat.

Saat ini kasus tersebut masih ditangani Polsek Tamalate. Polisi dikabarkan masih memburu pelaku yang melarikan diri usai kejadian. Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan maupun kronologi lengkap kasus tersebut. (adv)