Kantor Bupati Bulungan Terbakar Hebat, Api Lahap Ruang Kerja Pimpinan Daerah

TANJUNG SELOR – Suasana tenang di pusat pemerintahan Kabupaten Bulungan mendadak berubah mencekam setelah kebakaran hebat melanda Kantor Bupati Bulungan di Jalan Jelarai, Tanjung Selor, Rabu malam (20/05/26) sekitar pukul 21.17 Wita.

Kobaran api dengan cepat membesar dan melahap bangunan utama kompleks perkantoran pemerintahan tersebut.

Bangunan yang terbakar merupakan pusat aktivitas pemerintahan Kabupaten Bulungan. Di dalamnya terdapat ruang kerja Bupati Bulungan, ruang kerja Wakil Bupati, ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda), hingga Gedung Tenguyun yang selama ini digunakan untuk berbagai agenda penting pemerintah daerah.

Begitu menerima laporan kejadian, seluruh armada Pemadam Kebakaran (PMK) Kabupaten Bulungan langsung dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman juga mendapat bantuan water cannon milik Polda Kaltara dan Brimob Polda Kaltara, serta armada pemadam dari Bandara Tanjung Harapan.

Namun, upaya petugas sempat terkendala karena kobaran api cepat membesar akibat hembusan angin kencang. Material bangunan yang didominasi kayu dan gipsum membuat api dengan mudah merambat ke seluruh bagian gedung.

Seorang saksi mata, Aras, warga Jalan Padatelo, Tanjung Selor, mengaku melihat api sudah dalam kondisi besar saat dirinya melintas di depan kantor bupati.

“Saya datang api sudah membesar. Pemadam  sudah ada. Angin kencang, api makin besar. Barang-barang banyak jatuh. Bahkan hampir mengenai petugas,” ujarnya.

Petugas pemadam berjibaku selama kurang lebih tiga jam sebelum akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan kobaran api. Kepanikan sempat terjadi di kawasan kompleks perkantoran saat api terus membesar.

Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bulungan berdatangan ke lokasi untuk menyelamatkan aset-aset penting milik pemerintah, mulai dari dokumen dan berkas penting hingga komputer serta peralatan elektronik lainnya.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.

Sementara itu, Bupati Bulungan, Syarwani, yang turut hadir memantau langsung situasi di lokasi kejadian, belum memberikan keterangan resmi kepada awak media. (bed)




DPRD Kaltara Cari Solusi Permukiman Warga di Kawasan PSN Tanah Kuning–Mangkupadi

TANJUNG SELOR – Panitia Khusus (Pansus) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dalam waktu dekat akan memanggil empat pengelola kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) Tanah Kuning–Mangkupadi guna membahas persoalan permukiman warga yang hingga kini masih berada dalam kawasan industri PSN.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencari solusi terbaik terkait kepastian tata ruang dan perlindungan hak masyarakat yang telah lama bermukim di kawasan tersebut.

Sekretaris Pansus RTRW DPRD Kaltara, Muhammad Nasir, S.Pi.menegaskan, DPRD ingin memastikan pembangunan kawasan industri tetap berjalan tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat lokal.

“Kami di Pansus RTRW berencana memanggil empat pengelola PSN untuk duduk bersama membahas persoalan permukiman masyarakat yang hingga saat ini masih masuk dalam kawasan industri PSN. Ini penting agar ada kejelasan dan solusi yang adil,” ujar Muhammad Nasir.

Menurutnya, DPRD Kaltara mendukung investasi dan percepatan pembangunan di Kalimantan Utara. Namun di sisi lain, pemerintah juga harus memastikan masyarakat tidak menjadi pihak yang dirugikan akibat perubahan tata ruang dan pengembangan kawasan strategis nasional.

Ia menilai persoalan tersebut harus diselesaikan melalui komunikasi terbuka dan negosiasi yang konstruktif antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.

“Kami ingin pembangunan tetap berjalan, investasi tetap tumbuh, tetapi masyarakat juga harus mendapatkan perlindungan dan kepastian. Jangan sampai masyarakat yang sudah lama tinggal di sana justru merasa terpinggirkan,” katanya.

Muhammad Nasir menambahkan, Pansus RTRW DPRD Kaltara terus menyempurnakan substansi Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) agar mampu menjawab berbagai persoalan di lapangan, termasuk potensi tumpang tindih antara kawasan industri dan permukiman warga.

Ia berharap pertemuan bersama para pengelola PSN nantinya dapat menghasilkan solusi konkret yang berpihak pada kepentingan masyarakat dan daerah tanpa menghambat agenda pembangunan nasional.

“RTRW harus menjadi instrumen yang memberi kepastian bagi semua pihak, baik masyarakat, pemerintah maupun investor. Karena itu kami ingin semua persoalan dibahas secara terbuka dan diselesaikan bersama,” tutupnya. (adv)




Ekonomi Nunukan Lesu, Warga Curhat Sulit Cari Kerja ke Ladullah Saat Reses

NUNUKAN – Kondisi ekonomi yang semakin sulit menjadi keluhan utama warga saat Anggota DPRD Kalimantan Utara, H. Ladullah, S.Hi menggelar reses di Kelurahan Nunukan, Sabtu (16/5/2026).

Masyarakat mengaku daya beli terus menurun, kebutuhan hidup semakin tinggi, sementara lapangan pekerjaan kian sulit didapat.

Sultan, salah satu warga yang hadir dalam kegiatan reses itu, mengatakan kondisi ekonomi Nunukan dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami penurunan. Menurutnya, masyarakat kini semakin kesulitan mendapatkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Ekonomi sekarang sangat sulit. Cari pekerjaan juga susah, sementara kebutuhan hidup terus naik,” ujarnya.

Keluhan tersebut turut dibenarkan H. Ladullah. Ia mengakui kondisi ekonomi yang dirasakan masyarakat Nunukan memang sedang tidak baik, bahkan terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia.

“Secara global memang ekonomi sedang kurang baik. Daya beli masyarakat menurun dan biaya hidup semakin tinggi. Tidak hanya di Nunukan, hampir seluruh daerah juga mengalami kondisi serupa. Tentu aspirasi ini akan saya sampaikan ke tingkat provinsi,” katanya.

Menurut Ladullah, kondisi Nunukan sebagai daerah perbatasan juga ikut memengaruhi perputaran ekonomi masyarakat. Aktivitas perdagangan yang belum stabil serta terbatasnya lapangan kerja membuat masyarakat sangat merasakan dampak perlambatan ekonomi.

Ia menegaskan, kegiatan reses bukan sekadar agenda formal DPRD, tetapi menjadi ruang bagi wakil rakyat untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat agar program pembangunan benar-benar tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan suara masyarakat benar-benar sampai dan diperjuangkan. Tugas anggota dewan bukan hanya hadir saat pemilu, tetapi juga terus hadir bersama masyarakat untuk mendengar dan melayani,” tegas Ketua Fraksi PKS DPRD Kaltara tersebut.

Selain itu, Ladullah menjelaskan keberadaan reses ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, masih banyak warga yang merasa kesulitan menyampaikan usulan secara langsung kepada wakil rakyat.

“Dengan adanya reses, masyarakat punya ruang yang lebih mudah untuk menyampaikan aspirasi. Jalurnya bisa melalui struktur partai PKS, datang langsung ke Rumah Aspirasi, atau langsung kepada kami sebagai anggota dewan,” jelasnya. (adv)




Ruman Tumbo Desak Bandar Narkoba Diburu hingga Tuntas

NUNUKAN – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, Ruman Tumbo, melontarkan kritik keras terhadap pola penanganan kasus narkoba yang dinilai masih fokus pada pengguna, sementara jaringan besar peredaran narkotika belum tersentuh maksimal.

Dalam kegiatan edukasi masyarakat di wilayah perbatasan, ia menegaskan bahwa perang terhadap narkoba harus diarahkan pada pemutusan rantai distribusi hingga ke aktor utama.

Ruman Tumbo, meminta aparat penegak hukum lebih serius memburu bandar besar narkoba yang mengendalikan peredaran di wilayah perbatasan, khususnya Nunukan.

Menurutnya, penanganan kasus narkoba selama ini masih cenderung menyasar pengguna, sementara pengendali utama jaringan distribusi belum ditindak secara maksimal.

“Jangan hanya pengguna yang ditangkap. Bandar besarnya harus dikejar,” tegas Ruman Tumbo saat ditemui media belum lama ini.

Ia menilai bisnis narkoba memiliki perputaran uang yang sangat besar sehingga terus menarik banyak pihak untuk terlibat. Karena itu, penegakan hukum tidak cukup hanya dilakukan di tingkat pengguna, tetapi harus memutus jaringan distribusi dari hulu.

Ruman juga menepis anggapan bahwa bandar sulit disentuh karena berada di luar negeri, seperti Malaysia. Menurutnya, pihak yang mengendalikan peredaran di wilayah Nunukan tetap harus dianggap sebagai aktor utama. “Yang mengatur peredaran di sini itulah yang harus diberangus,” ujarnya.

Ia menegaskan, kondisi peredaran narkoba di wilayah perbatasan kini sudah sangat mengkhawatirkan karena barang haram tersebut telah masuk hingga ke lingkungan permukiman warga. Situasi ini dinilai menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan ketahanan keluarga. “Narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tapi juga menghancurkan masa depan generasi,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, penyuluh BNNK Nunukan juga mengingatkan adanya tren baru peredaran narkoba melalui liquid rokok elektrik atau vape. Zat jenis New Psychoactive Substances (NPS) disebut telah disamarkan dalam cairan vape dan mulai menyasar kalangan pelajar.
Kondisi itu membuat pengawasan orang tua dan lingkungan menjadi semakin penting karena modus peredaran narkoba kini lebih terselubung dan sulit dikenali.

Meski mendorong penindakan tegas terhadap bandar, Ruman tetap menekankan pentingnya pendekatan humanis bagi pengguna narkoba, termasuk melalui rehabilitasi agar mereka memiliki kesempatan untuk pulih.

Ia menegaskan, perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Tanpa keberanian menindak jaringan besar, peredaran narkoba di wilayah perbatasan akan terus berkembang dan mengancam masa depan daerah.
“Ini bukan lagi persoalan biasa, tapi ancaman serius bagi generasi kita,” pungkasnya. (adv)




Reses di Panamas, Warga Curhat Air Bersih hingga Ancaman Abrasi Sungai

NUNUKAN – Persoalan air bersih, minimnya penerangan jalan hingga ancaman abrasi sungai menjadi keluhan utama warga RT 03 Mansapa Panamas saat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara), Rismanto menggelar reses, Senin (18/5/2026).

Warga berharap aspirasi yang disampaikan tidak hanya menjadi catatan, tetapi segera ditindaklanjuti pemerintah demi memperbaiki kebutuhan dasar masyarakat.
Salah seorang warga, Dewi mengungkapkan, akses air bersih masih menjadi persoalan utama di lingkungan mereka dan berharap segera mendapat perhatian pemerintah.

Keluhan serupa disampaikan M. Sidiq. Ia menyebut wilayahnya hingga kini belum memiliki jaringan pipa air bersih yang memadai. Selain itu, warga juga meminta penambahan lampu jalan dan perbaikan siring di belakang rumah warga yang mulai rusak.

“Air bersih belum ada jaringan pipa, lampu jalan juga masih kurang. Siring di belakang rumah warga juga sudah mulai rusak,” ujarnya.

Warga lainnya, Suardi atau Bapak Fitri, turut menyoroti kondisi sungai yang kembali mengalami sedimentasi meski sebelumnya telah dilakukan pengerukan. Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu banjir dan abrasi.

“Sudah pernah digali, tapi sekarang tertimbun lagi. Kami berharap ada tindak lanjut normalisasi sungai,” katanya.

Sementara itu, Ketua RW setempat mempertanyakan status kewenangan perbaikan jalan masuk menuju Panamas, apakah menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi atau kabupaten.

Ia juga meminta perhatian terhadap bantaran sungai yang mulai terkikis serta dukungan bagi kelompok pertanian, peternakan dan nelayan.

“Kami berharap ada sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten untuk membantu masyarakat, terutama nelayan pembudidaya maupun pemukat,” ungkapnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Rismanto menegaskan seluruh masukan masyarakat akan diperjuangkan melalui DPRD Kaltara maupun dikoordinasikan dengan pemerintah daerah terkait.

“Semua aspirasi masyarakat akan kami tampung dan diperjuangkan sesuai kewenangan yang ada, baik di tingkat provinsi maupun melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten,” tegasnya. (adv)




DPRD Kaltara Awasi Ketat SPMB 2026, Cegah Jalur Titipan

TARAKAN – DPRD Provinsi Kalimantan Utara menegaskan komitmennya mengawal pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 agar berjalan transparan dan bebas dari praktik “jalur titipan”.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Supa’ad Hadianto mengatakan pengawasan SPMB menjadi bagian dari fungsi DPRD, khususnya di bidang pendidikan. Komisi IV dipastikan turun langsung memantau proses penerimaan siswa baru. “Biasanya yang hadir langsung dari Komisi IV. Insyaallah kita pantau terus,” ujar Supa’ad saat reses masa persidangan III Tahun 2026 di Tarakan, Minggu (17/5/2026).

Menurutnya, polemik penerimaan siswa baru hampir selalu terjadi setiap tahun, terutama terkait dugaan permainan jalur masuk dan ketidakadilan seleksi. Karena itu, seluruh tahapan SPMB diminta berjalan sesuai aturan yang berlaku. “Saya paling sependapat kalau harus tegak lurus dengan aturan, sehingga tidak ada lagi jalan samping atau jalan belakang,” tegasnya.

Supa’ad menilai peluang kecurangan kini semakin kecil karena sistem penerimaan sudah berbasis digital dan lebih mudah diawasi. DPRD juga membuka ruang laporan masyarakat jika ditemukan dugaan pelanggaran disertai bukti kuat. “Kalau ada titipan dan ada alat bukti yang benar, tentu DPRD akan bersikap sesuai laporan dan temuan,” katanya.
Ia berharap seluruh pihak menjunjung kejujuran demi terciptanya SPMB yang adil, bersih, dan transparan. (adv)




Reses Muhammad Nasir di Selisun, PKS Launching Rumah Aspirasi dan Rumah Qur’an

NUNUKAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara)  Fraksi PKS Komisi II, Muhammad Nasir, S.Pi., M.M., menggelar kegiatan reses atau serap aspirasi masyarakat di Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan launching Rumah Aspirasi dan Rumah Qur’an sebagai bentuk penguatan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dengan dihadiri berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, kader PKS, Ketua DPD PKS Nunukan Muhammad Rusdi, serta Ketua DPC PKS Nunukan Selatan Hj. Surya.

Launching Rumah Qur’an dilakukan secara simbolis melalui pemotongan pita dan tumpeng oleh Ketua DPD PKS Nunukan Muhammad Rusdi sebagai tanda dimulainya pelayanan pembelajaran Al-Qur’an bagi masyarakat.

Sementara peresmian Rumah Aspirasi dilakukan langsung oleh Muhammad Nasir sebagai bentuk komitmen pelayanan dan keterbukaan terhadap aspirasi warga.

Dalam forum reses tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai usulan yang menjadi perhatian warga. Mulai dari perbaikan jalan lingkungan, penerangan dan jaringan listrik baru, pemasangan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu, bantuan beasiswa pendidikan, bantuan rumah ibadah, bantuan kelompok tani, usulan sumur bor untuk kebutuhan air bersih, hingga bantuan bagi kelompok budidaya rumput laut.

Muhammad Nasir menegaskan, reses bukan sekadar agenda formal DPRD, melainkan ruang untuk mendengar langsung suara masyarakat agar program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat.

“Kami ingin memastikan bahwa suara masyarakat benar-benar sampai dan diperjuangkan. Karena tugas anggota dewan bukan hanya hadir saat pemilu, tetapi terus hadir bersama masyarakat untuk mendengar dan melayani,” ujar Muhammad Nasir.

Ia menjelaskan, kehadiran Rumah Aspirasi bertujuan mempermudah masyarakat dalam menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi sehari-hari.

Menurutnya, masih banyak warga yang merasa kesulitan menyampaikan usulan secara langsung kepada wakil rakyat.

“Dengan adanya Rumah Aspirasi ini, masyarakat punya ruang yang lebih mudah untuk menyampaikan aspirasi. Jalurnya ada dua, bisa melalui struktur partai PKS, bisa juga langsung datang ke Rumah Aspirasi atau langsung kepada kami sebagai anggota dewan,” jelasnya.

Muhammad Nasir menambahkan, dirinya bersama Hasbi, anggota DPRD Kabupaten Nunukan Fraksi PKS Dapil Kecamatan Nunukan Selatan, siap menerima dan memperjuangkan aspirasi masyarakat kapan pun dibutuhkan.

“Kami aleg PKS, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, siap menerima usulan masyarakat baik lewat struktur partai, lewat Rumah Aspirasi, maupun langsung kepada kami. Ini bagian dari komitmen kami meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Nunukan Muhammad Rusdi menyampaikan bahwa kehadiran Rumah Qur’an merupakan bagian dari komitmen dakwah dan pelayanan PKS kepada masyarakat.

Menurutnya, Rumah Qur’an bukan hanya tempat belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana pembinaan akhlak dan pembentukan generasi yang lebih baik.

“Rumah Qur’an ini terbuka untuk seluruh masyarakat Nunukan Selatan yang ingin belajar Al-Qur’an secara gratis. InsyaAllah kader-kader PKS siap menjadi pengajar dan pendamping bagi masyarakat,” ujar Muhammad Rusdi.

Ia menambahkan bahwa pembangunan daerah harus berjalan seiring antara pembangunan fisik dan pembangunan moral masyarakat.

“Kami ingin pelayanan kepada masyarakat tidak hanya dalam bentuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembinaan spiritual dan akhlak masyarakat. Karena itu Rumah Qur’an ini dihadirkan sebagai bagian dari pengabdian kepada umat,” katanya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga berharap keberadaan Rumah Aspirasi dan Rumah Qur’an dapat terus aktif menjadi pusat pelayanan, pembinaan, serta wadah komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat.

Di akhir kegiatan, Muhammad Nasir menegaskan dirinya akan terus memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat Nunukan Selatan baik di tingkat pemerintah provinsi maupun melalui sinergi dengan pemerintah kabupaten dan instansi terkait.

“Kami ingin keberadaan kami benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. InsyaAllah setiap aspirasi yang masuk akan kami perjuangkan semaksimal mungkin,” tutupnya. (adv)




Reses di Nunukan Selatan, Warga Titip Aspirasi Lampu Jalan hingga Bantuan Nelayan ke Rismanto

NUNUKAN – Anggota  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Rismanto kembali melanjutkan kegiatan reses masa persidangan di RT 04, Tanjung Harapan Lancang, Kecamatan Nunukan Selatan, Minggu (17/5/2026).

Dalam dialog bersama warga, berbagai aspirasi disampaikan mulai dari bantuan rumah ibadah, dukungan kelompok nelayan hingga kebutuhan penerangan jalan lingkungan.

Salah seorang warga, Ahmad Ramadhan selaku panitia masjid, menyampaikan apresiasi kepada Rismanto atas perjuangannya membantu rumah ibadah hingga memperoleh dukungan anggaran dari Pemprov Kaltara.

Ia mengungkapkan, sejak masjid tersebut berdiri, baru kali ini mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi.

“Terima kasih karena masjid kami sudah dibantu dan diperjuangkan sehingga mendapat dana dari Pemerintah Provinsi. Sejak awal berdiri, baru pertama kali mendapatkan bantuan,” ujar Ahmad Ramadhan.

Dalam kesempatan itu, Ahmad juga berharap dukungan bantuan untuk masjid dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang agar pembangunan dan fasilitas rumah ibadah semakin memadai.

Aspirasi lain disampaikan Ketua RT 09, Mansur, yang meminta adanya bantuan untuk rumah ibadah sekaligus dukungan bagi kelompok nelayan, khususnya di sektor budidaya yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir.

Sementara itu, warga lainnya, Hamzah, menyoroti minimnya fasilitas penerangan jalan di wilayah Lancang Atas. Menurutnya, kondisi jalan yang gelap saat malam hari cukup mengganggu aktivitas warga dan rawan membahayakan keselamatan.

“Lampu listrik untuk jalan di Lancang Atas sampai sekarang belum ada. Kami berharap ini bisa diperjuangkan,” kata Hamzah.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Rismanto menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi perhatian dan dibawa dalam pembahasan di DPRD Provinsi Kalimantan Utara.

“Kegiatan reses ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi terkait rumah ibadah, bantuan kelompok nelayan, hingga lampu jalan tentu akan kami kawal dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” ujar Rismanto.

Ia menilai kebutuhan penerangan jalan menjadi hal penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan masyarakat, terutama pada malam hari.

“Persoalan lampu jalan ini memang perlu mendapat perhatian karena menyangkut keamanan warga. Begitu juga dukungan terhadap nelayan dan rumah ibadah yang menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (adv)




Warga Kampung Jawa Keluhkan Jalan Rusak hingga Minim Penerangan Saat Reses Akbar Ali

NUNUKAN – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Utara, H. Akbar Ali, SH menggelar reses penjaringan aspirasi masyarakat masa persidangan III Tahun 2026 di Sekretariat KORMI Nunukan, Jumat (15/5/2026) sore.

Kegiatan tersebut dihadiri warga RT 06 Kelurahan Nunukan Tengah yang menyampaikan sejumlah persoalan prioritas di lingkungan mereka.

Dalam dialog bersama warga, berbagai aspirasi mencuat, mulai dari perbaikan jalan semenisasi, pengelolaan sampah lingkungan, hingga kebutuhan penerangan jalan umum di kawasan Kampung Jawa.

Akbar Ali menjelaskan, tugas anggota DPRD tidak hanya menjalankan fungsi legislasi, tetapi juga penganggaran dan pengawasan, termasuk mengawal aspirasi masyarakat agar dapat direalisasikan pemerintah daerah.

“Kami di DPRD bertugas menampung dan mengawal aspirasi masyarakat, terutama yang sifatnya mendesak dan menjadi kebutuhan utama warga,” ujarnya.

Salah satu keluhan utama warga adalah kondisi jalan semenisasi di Gang Kaltara, Kampung Jawa, yang dinilai rusak parah dan membutuhkan perbaikan segera. Warga berharap pemerintah dapat segera melakukan peningkatan infrastruktur demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Selain itu, persoalan sampah juga menjadi perhatian masyarakat. Warga meminta adanya pengelolaan sampah yang lebih baik, termasuk penyediaan tempat sampah di sejumlah gang serta solusi pengangkutan sampah lingkungan.

Menanggapi hal tersebut, Akbar Ali meminta warga bersama pengurus RT untuk berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nunukan maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara guna mencari solusi bersama.

Ia juga membuka peluang pengadaan kendaraan roda tiga untuk mendukung pengelolaan sampah di lingkungan warga.

“Terkait semenisasi jalan, segera masukkan proposal lengkap dengan tanda tangan warga agar dapat kami kawal melalui SIPD untuk dianggarkan di dinas terkait,” katanya.

Selain persoalan jalan dan sampah, warga turut mengeluhkan minimnya penerangan jalan di kawasan Kampung Jawa yang dinilai rawan dan gelap saat malam hari.

Menurut Akbar Ali, persoalan lampu jalan sebelumnya juga disampaikan warga di wilayah lain, termasuk RT 23 Kelurahan Nunukan Timur saat reses masa persidangan II lalu.

Karena itu, ia berkomitmen memperjuangkan pengadaan penerangan jalan melalui anggaran perubahan agar kebutuhan masyarakat dapat segera direalisasikan. (adv)




Dorong Ekonomi Desa Lebih Mandiri, Ketua DPRD Kaltara Hadiri Launching 1.061 Koperasi Merah Putih

TANJUNG SELOR – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), H. Achmad Djufrie SE MM menghadiri peluncuran (launching) 1.061 titik Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Sabtu (14/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti secara daring dari Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Peluncuran KDKMP secara nasional ini menjadi langkah strategis pemerintah pusat dalam memperkuat urat nadi perekonomian masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Program tersebut diharapkan mampu mendorong tata kelola ekonomi warga agar lebih mandiri, berdaya saing, dan berbasis pada semangat gotong royong.

Dalam kesempatan itu, Achmad Djufrie menyampaikan dukungannya terhadap program nasional tersebut. Menurutnya, koperasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah.

“Koperasi merupakan salah satu fondasi ekonomi kerakyatan. Dengan adanya Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini, kami berharap masyarakat desa dan kelurahan di Kalimantan Utara bisa semakin mandiri secara ekonomi, memiliki akses usaha yang lebih luas, dan mampu meningkatkan kesejahteraannya,” ujar Achmad Djufrie.

Ia juga menilai peluncuran KDKMP menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun ekonomi berbasis komunitas.

“Kami di DPRD Kaltara tentu mendukung penuh program-program yang berpihak kepada masyarakat. Harapannya, koperasi ini tidak hanya hadir secara administratif, tetapi benar-benar aktif dan produktif dalam membantu perekonomian warga,” tambahnya.

Peluncuran KDKMP ini sekaligus menandai langkah baru dalam digitalisasi dan penguatan jaringan koperasi di tingkat akar rumput guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif.

Kegiatan berlangsung khidmat dan turut dihadiri sejumlah pejabat daerah serta tokoh masyarakat setempat. (adv)