Puluhan LPG Kosong Diselundupkan Melalui Perbatasan Nunukan

NUNUKAN – Tim Satuan Tugas Perlindungan Warga Negara Indonesia (Satgas PWNI) Konsulat Republik Indonesia (RI) Tawau aktif memberikan pendampingan kepada sejumlah WNI yang diamankan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Zon Tawau di perairan Tawau, Sabah.

Pendampingan ini dilakukan terkait dua peristiwa berbeda yang melibatkan WNI dalam pelanggaran wilayah perairan dan penyelundupan.

Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin, menjelaskan kronologi dua kejadian tersebut. Pertama, pada 11 September 2025, sekitar pukul 22:30 waktu setempat, APMM menahan tiga WNI asal Nunukan yang membawa bot kargo berisi 95 tong gas LPG kosong berlogo Petronas dan 22 tong bensin ukuran 30 liter kosong. Ketiga WNI tersebut bernama Al (27), AR (29), dan AH (25). “Mereka mengaku tergiur imbalan Rp 5 juta per orang dari pemilik barang, meskipun menyadari risiko dari aktivitas ilegal tersebut,” ungkap Dino menirukan pengakuan tersangka melalui pesan tertulisnya.

Kejadian kedua terjadi pada 14 September 2025, sekitar pukul 11:20 waktu setempat. APMM menangkap tujuh WNI asal Kota Tarakan yang menggunakan dua perahu nelayan tradisional. Mereka tidak menyadari telah memasuki wilayah perairan Tawau. Ketujuh WNI tersebut adalah ED (50), BM (34), ST (39), AD (37), RS (40), AR (22), dan B (50). Mereka mengaku diperintah oleh seorang warga Tarakan bernama AM untuk mengambil bibit rumput laut dari seseorang bernama AN di Bambangan, Nunukan.

“Tanpa adanya alat navigasi, perahu mereka melewati batas laut dan kemudian diamankan oleh kapal patroli APMM,” ujar Dino.

Konsulat RI Tawau mencatat, kasus serupa sering terjadi, baik berupa upaya penyelundupan barang subsidi maupun nelayan tradisional yang tanpa sadar melintasi batas perairan akibat faktor cuaca, keterbatasan peralatan navigasi, serta batas laut Indonesia-Malaysia yang masih diperdebatkan.

Tim Satgas PWNI akan terus memantau dan memberikan pendampingan hukum agar para WNI memperoleh hak-hak kekonsuleran dan mendapatkan hukuman seringan mungkin, tanpa mengintervensi proses hukum yang berlaku di Malaysia.

“Konsulat RI juga mendorong percepatan ratifikasi Border Crossing Agreement (BCA) sebagai solusi jangka panjang untuk menekan kasus serupa di wilayah perbatasan,” jelasnya.




Pikap Terjun ke Sungai, Satu Penumpang Tewas

NUNUKAN – Sebuah kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan mobil pikap Grandmax  hitam terjadi pada Sabtu, (20/9/2025), sekitar pukul 17.45 WITA.

Insiden nahas ini berlangsung di Jalan Trans Kalimantan, tepatnya di penurunan batas PT. TMSJ 2 dengan Desa Salang, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan.

“Akibat kejadian ini, satu orang penumpang dilaporkan meninggal dunia, sementara empat lainnya mengalami luka-luka,” sebut Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas SIK melalui Kasi Humas Polres Nunukan Ipda Sunarwan kepada media ini.

Mobil pikap tersebut dikemudikan oleh Afrianus (34), seorang karyawan swasta beralamat di Rayon A PT. KHL 4 Desa Sekikilan. Afrianus mengalami luka robek di kepala bagian belakang dan luka memar di pinggang.

Kendaraan nahas itu membawa empat penumpang lainnya. Salah satu penumpang, Aloisius Alo (29), yang juga karyawan swasta dari alamat yang sama, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Tiga penumpang lainnya yang mengalami luka-luka adalah, Rofinus Rafi (32) mengalami luka bengkak di tangan kanan, luka gores di telinga sebelah kiri, dan memar di pipi sebelah kanan. Lalu, Fransiskus Prengki (21) mengalami luka gores di pinggang dan lutut sebelah kiri. Dan Fidelis Afrianus Nur (17) mengalami luka robek di kepala yang memerlukan 17 jahitan.

Menurut kronologi kejadian, mobil pikap  yang dikendarai Afrianus sedang dalam perjalanan dari Desa Naputi menuju Basecamp Rayon A PT KHL 4. Mobil tersebut mengangkut empat orang temannya, dengan satu orang duduk di kursi depan dan tiga lainnya di bak belakang bersama muatan kursi.

Setibanya di lokasi kejadian, tepatnya di penurunan perbatasan PT. TMSJ 2, sebuah kendaraan roda dua dilaporkan keluar dari simpang kebun menuju Desa Salang dan mengambil jalur yang sedang dilalui mobil pikap. Untuk menghindari tabrakan dengan sepeda motor tersebut, Afrianus banting setir, namun mobil kehilangan kendali (out of control) dan akhirnya terjun masuk ke dalam anak sungai.

Kondisi jalan di lokasi kecelakaan diketahui merupakan jalanan umum dengan aspal lurus. Setelah kejadian, korban meninggal dunia, Aloisius Alo, telah dibawa ke rumah duka di Basecamp Rayon A PT KHL 4 untuk disemayamkan. “Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden ini,” jelas Sunarwan mengakhiri.




Lima dari Sepuluh Anggota DPRD Kaltara “Berani” Dialog Bersama PWI Nunukan

NUNUKAN – Suasana hangat mewarnai pertemuan antara lima anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nunukan di Cafe Sayn, Rabu (17/9/2025) malam.

Pertemuan ini dikemas dalam dialog publik bertema “Penguatan Peran Anggota DPRD Provinsi Kaltara Dapil IV Nunukan dalam Menjawab Aspirasi Masyarakat”, yang bertujuan membahas berbagai isu strategis di wilayah perbatasan.

Dari 10 anggota legislatif Kaltara ini hanya 5 orang yang “berani” hadir. Mereka terdiri dari, dua politisi dari PKS, H. Muhammad Nasir dan Ladullah, turut hadir bersama Tamara Moriska dari Hanura, Arming dari PDI-P, serta Rismanto dari Nasdem. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen untuk menjalin komunikasi yang baik dengan media dan masyarakat.

Febrianus Felis, atau yang akrab disapa Felix, selaku Wakil Ketua Bidang Cyber PWI Nunukan, bertindak sebagai moderator. Ia menjelaskan bahwa dialog ini mengulas belasan isu strategis yang berkaitan erat dengan tugas dan fungsi anggota DPRD Provinsi sebagai lembaga pengawasan.

Gazalba Tahir, Dewan Penasehat (DP) PWI Nunukan, menekankan pentingnya membangun kepercayaan publik terhadap kinerja DPRD melalui dialog dan tindakan nyata. Menurutnya, forum ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendengarkan langsung gagasan para wakil rakyat dari Nunukan di parlemen Kaltara.

Tamara Moriska, anggota DPRD Kaltara, menyampaikan bahwa komunikasi antara DPRD dan media perlu ditingkatkan. Ia juga menyoroti pentingnya pemenuhan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai kinerja anggota parlemen, di mana peran media sangat krusial.

Beberapa isu penting perbatasan yang dibahas dalam dialog ini meliputi masalah kecelakaan laut yang sering melibatkan speedboat, penataan jalan lingkar di kawasan padat bangunan, serta masalah sektor rumput laut yang belum menemukan solusi yang memuaskan.

Terkait rumput laut, para legislator menjelaskan bahwa masalah utamanya adalah konflik antara nelayan budidaya dan nelayan yang menggunakan pukat, fluktuasi harga, serta tumpang tindih zona pelayaran. DPRD Kaltara menegaskan telah membahas hal ini dengan berbagai pihak terkait dan mendorong pengurangan penggunaan alat tangkap yang berpotensi merusak budidaya.

“Akan ada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) perikanan agar pengawasan bisa berjalan maksimal, sehingga kualitas rumput laut Nunukan dapat ditingkatkan,” tegas Nasir, menjawab salah satu persoalan yang dibahas.

Meskipun kegiatan DPRD saat ini masih terbatas karena menunggu pengesahan anggaran, para anggota dewan memastikan bahwa strategi kerja yang lebih terarah akan dimulai pada tahun 2026. Mereka juga menekankan bahwa kerjasama dengan wartawan akan menjadi kunci dalam menjalankan fungsi pengawasan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat perbatasan.

Dialog publik yang diselenggarakan oleh PWI Nunukan ini, meskipun hanya dihadiri oleh sebagian anggota DPRD Kaltara dari Dapil Nunukan, tetap mencerminkan komitmen untuk menjaga transparansi informasi.




Viral! Bendera One Piece Disebut Gantikan Merah Putih? Kesbangpol Kaltara Angkat Bicara Tegas!

TARAKAN – Di tengah semangat menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, publik dihebohkan dengan munculnya fenomena pengibaran bendera bertema tokoh fiksi seperti One Piece di sejumlah daerah. Isu ini menjadi perbincangan hangat, terutama di media sosial, karena dinilai bisa menggeser makna simbolik Bendera Merah Putih sebagai lambang negara.

Menanggapi fenomena ini, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Utara, Jonilius, S.STP, menyampaikan sikap tegas sekaligus himbauan kepada masyarakat.

“Kalau terkait pengibaran bendera One Piece itu kan fenomena. Fenomena yang di Kaltara itu belum ditemukan, belum ada laporan, belum ada informasi yang kita dapatkan,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon selular.

Walau belum ditemukan di Kaltara, pihaknya tetap melakukan pemantauan dan mendorong masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi simbol negara dalam perayaan kemerdekaan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk mempersiapkan bendera mulai dari tanggal 1 sampai 31, dan tidak diperkenankan untuk mengibarkan bendera lain selain Bendera Merah Putih,” tegasnya.

Jonilius juga menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya melanggar etika nasionalisme, tapi juga bisa menyalahi aturan hukum yang berlaku.

“Kita merujuk ke ketentuan, regulasi yang ada, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Karena bendera ini merupakan simbol negara. Jadi itu alasan kita kepada masyarakat untuk mengutamakan Bendera Merah Putih,” jelasnya.

Jika di kemudian hari ditemukan pengibaran bendera non-negara seperti One Piece, Kesbangpol akan menindaklanjuti bersama pihak kabupaten/kota.

Lebih lanjut, Kesbangpol Kaltara mengeluarkan himbauan resmi sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat menjelang perayaan kemerdekaan:

Isi Himbauan Kesbangpol Kaltara:

  1. Bendera Merah Putih wajib dikibarkan selama bulan Agustus sebagai wujud kecintaan pada NKRI.
  2. Pengibaran bendera lain di ruang publik tidak diperkenankan, terlebih saat momentum kenegaraan seperti HUT RI.
  3. Tindakan ini berpotensi melanggar Undang-Undang, dan bertentangan dengan semangat nasionalisme.
  4. Budaya populer seperti One Piece harus ditempatkan secara bijak, tidak menggantikan simbol negara.
  5. Tokoh masyarakat dan pemerintah daerah diminta aktif mengedukasi warga untuk menjaga nilai kebangsaan.

“Jadi, bukan kita menunggu laporan, tapi kita harap masyarakat bisa memperhatikan terkait dengan memperingati hari ulang tahun ini,” tegas Jonilius.

“Mari bersama-sama kita hormati simbol negara, perkuat persatuan, dan rayakan kemerdekaan dengan cara yang bermartabat,” pungkasnya.




Inflasi Nunukan Capai 1,76 Persen, BPS: Ikan, Beras, dan Bumbu Dapur Jadi Pemicu

NUNUKAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 1,76 persen pada Juli 2025. Meski angka inflasi tergolong terkendali, beberapa kebutuhan pokok seperti ikan, beras, dan bumbu dapur menjadi pendorong utama kenaikan harga di tengah masyarakat.

Angka inflasi ini menunjukkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,33 pada Juli 2024 menjadi 109,22 pada Juli 2025.

Menariknya, secara month-to-month (m-to-m), justru terjadi deflasi sebesar 0,02 persen. Inflasi year-to-date (y-to-d) hingga Juli 2025 juga tercatat sebesar 1,76 persen.

Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien, menjelaskan, inflasi tahunan didorong oleh kenaikan harga di berbagai kelompok pengeluaran. Kenaikan harga tertinggi terjadi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran 5,68 persen, diikuti perawatan pribadi dan jasa lainnya 4,58 persen, serta makanan, minuman dan tembakau 2,84 persen. Kenaikan juga terlihat pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,44 persen, pendidikan 2,28 persen, pakaian dan alas kaki 0,99 persen dan kesehatan 0,51 persen.

“Di sisi lain, beberapa kelompok mengalami deflasi,” kata Iskandar Ahmaddien dalam laporannya.

Seperti, lanjutnya, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami deflasi 0,35 persen, diikuti informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 1,19 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 2,51 persen, serta transportasi 4,14 persen.

Dikatakan, adapun komoditas penyumbang inflasi y-on-y meliputi berbagai jenis ikan (bandeng, layang, tongkol, kembung, cakalang), bahan bakar rumah tangga, beras, bawang merah, cabai rawit, emas perhiasan, rokok (SKM, SKT, SPM), sayuran (ketimun, tomat, kacang panjang, terong), kue kering dan basah, minyak goreng, sewa rumah, tarif air minum, sepeda motor, upah asisten rumah tangga, kopi bubuk, bawang putih, asam, keramik, sosis, cumi-cumi, baju muslim anak, susu bubuk, dan pelumas/oli mesin.

Sementara itu, kata Iskandar, komoditas penyumbang inflasi m-to-m antara lain tomat, beras, bawang merah, kontrak rumah, beberapa jenis ikan, cabai rawit, sekolah menengah atas, bensin, minyak goreng, ayam hidup, susu bubuk, gula pasir, beberapa jenis buah-buahan, cat kayu, cumi-cumi, dan solar.

“Secara keseluruhan, kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan sumbangan inflasi y-on-y terbesar 1,12 persen, diikuti penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,48 persen, perumahan 0,34 persen, perawatan pribadi 0,24 persen, pakaian 0,06 persen, pendidikan (0,06 persen), dan kesehatan 0,01 persen,” sebutnya.

Sementara deflasi di beberapa kelompok, terutama transportasi -0,43 persen, membantu menahan laju inflasi secara keseluruhan.




Video Kelemahan dan Kelebihan All New Terios

Daihatsu Terios pertama kali terjun ke pasar Tanah Air 2006 silam. Setelah berumur 10 tahun lebih, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sadar kalau persaingan mulai ketat, maka PT ADM meluncurkan model terbarunya pada November 2017 lalu dengan ubahan yang signifikan.

Menariknya meskipun eksterior, interior berubah total dan berbagai fitur canggih sudah tertanam pada All New Terios harga jualnya masih sama dengan versi sebelumnya. Seperti diketahui, Terios baru ini sudah dibekali fitur smart keyless, vehicle stability control, around view monitor, dan Hill Start Assist.

Sementara untuk dapur pacunya, Terios baru ini juga memiliki mesin baru yang sama dengan mesin Toyota Avanza yakni, 2NR-VE berkapasitas 1.500 cc yang dapat menyemburkan tenaga 104 daya kuda dan torsi 135 newton meter, dengan pilihan transmisi matik konvensional 4-percepatan dan manual 5-percepatan.




Belum Pakai CVT, Apa yang Ditakuti Daihatsu Indonesia?

Hingga saat ini, PT Astra Daihatsu Motor belum mengadopsi teknologi continous variable transmission atau CVT pada mobil-mobil yang mereka jual di Indonesia. Padahal, beberapa pabrikan lain sudah mengadopsi teknologi tersebut. Lantas, apa alasan Daihatsu?

Direktur Pemasaran ADM, Amelia Tjandra mengatakan, CVT akan membuat harga jual mobil Daihatsu menjadi kurang terjangkau. Tapi, tidak menutup kemungkinan ke depannya Daihatsu juga akan menggunakannya.

“Kami juga ada nanti (mobil Daihatsu di Indonesia). Kalau di Jepang, semua pakai CVT. Tapi, kalau diterapkan untuk pasar Indonesia, harganya bagaimana, cukup (kompetitif) tidak. Kemudian, dari sisi kompetisi bagaimana,” ujarnya di Padang, Sumatera Barat, Jumat 12 Januari 2018.

Ia juga tidak mau berkomentar, apakah mobil Daihatsu pertama yang dijual di Tanah Air dan sudah menganut CVT adalah Sirion. Sebab, Sirion versi Malaysia sudah mengadopsinya.




Daihatsu Santai Penjualan Sirion Kalah Jauh dari Mobil LCGC

Selain mobil low cost green car, masyarakat Indonesia kini disajikan beragam model mobil perkotaan. Dari sisi harga, city car umumnya dibanderol lebih mahal daripada LCGC yang saat ini tersedia dalam pilihan model hatchback maupun MPV.

Menurut Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra, meski hampir serupa, pihaknya tidak khawatir city car akan tergerus oleh LCGC, mengingat secara dimensi dan harga tidak berbeda jauh.

“Bukan kekhawatiran, masing-masing segmen mobil ini ada pasarnya. Jadi di kami ini city car karena harganya di luar LCGC ada yang beli tetapi memang enggak besar,” kata Amel di Jakarta beberapa waktu lalu.

Saat ini, kata Amel, penggemar mobil mungil untuk perkotaan di Indonesia masih tetap ada. Apalagi dengan adanya produk-produk baru yang dihadirkan para agen pemegang merek, maka konsumen memiliki pilihan yang beragam.




Saat Bepe Kehilangan Medali Juara Piala Presiden

Keberhasilan Persija Jakarta keluar sebagai juara Piala Presiden 2018 tak lepas dari permainan Riko Simanjuntak. Bagaimana perasaan “Si Kancil” usai merebut gelar juara pertamanya?

Riko bergabung dengan Persija pada awal musim 2018 ini. Perannya pun langsung menjadi sentral karena kerap menjadi motor permainan tim asuhan Teco Cugurra tersebut.

Sayang, perayaan juara Persija terganggu oleh merangseknya The Jakmania, suporter Persija, ke dalam lapangan usai penyerahan piala.

Banyaknya suporter membuat Bambang Pamungkas harus rela kehilangan medali emasnya. VIVA pun sempat mendapat rekaman video usai kehilangan tersebut.




Jersey Persija Laku Keras Usai Juara Piala Presiden

Keberhasilan Persija Jakarta memboyong trofi Piala Presiden 2018 disambut gegap gempita oleh publik Ibu Kota. Puasa gelar juara selama 17 tahun akhirnya dituntaskan pada ajang pramusim tersebut.

Dan imbas dari sukses Macan Kemayoran itu tak lain adalah larisnya penjualan jersey dan sejumlah atribut khas skuat kebanggaan The Jakmania itu. Para penjual pun ketiban rezeki yang terbilang lumayan dalam momen tersebut.