Terjadi lagi, 2 Rumah Kayu di Sebuku Nunukan Ludes Terbakar, Dugaan Kelupaan Matikan Kompor Saat Masak

NUNUKAN – Musibah kebakaran kembali melanda Desa Apas, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan <span;>Senin (29/12/2025).

Kali ini, dua unit rumah milik keluarga H Salim di Jalan Poros Provinsi Simpang 3 RT 03 ludes dilalap si jago merah sekitar pukul 15.40 Wita.

Berita ini dikonfirmasi Danton Damkar Kecamatan Sebuku, Emanuel Eman, yang menyatakan dugaan sementara kebakaran disebabkan oleh kelalaian pemilik sewa rumah, Andi. “Rumah itu berbahan kayu, disewa Andi yang punya usaha jualan makanan dan roti bakar,” ujar Eman.

Menurut informasi yang dihimpun, saat itu Andi sedang memasak mie di dapur. Ia kemudian meninggalkan ruangan untuk melayani pembeli yang kebetulan datang.

“Mungkin lupa mematikan kompor, sehingga api menjadi tidak terkendali dan cepat membesar karena rumah berbahan kayu,” jelasnya.

Dua unit rumah yang berdekatan itu langsung terbakar merata. Untuk menjinakkan kobaran api, damkar mengerahkan dua mobil pemadam. Satu dari Kecamatan Sebuku dan satu lagi dari Kecamatan Tulin Onsoi.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar 1 jam, dengan bantuan banyak warga dan aparat keamanan setempat.

Untungnya, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian harta benda yang ditimbulkan masih dalam proses penghitungan.

Yang menjadi perhatian adalah, dua pekan lalu juga terjadi kebakaran di jalan yang sama, yang mengakibatkan 5 ruko terbakar. Kali ini, kebakaran terjadi di seberang lokasi sebelumnya.

“Kami mengimbau warga untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap kebakaran. Karena kebakaran tidak mengenal waktu dan tempat,” tutup Eman. (bed)




Gunung Batu Liang Bunyu, Antara Pembangunan dan Keselamatan Lingkungan

Oleh: Andi Yakub, Anggota DPRD Kabupaten Nunukan

Keresahan masyarakat Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, belakangan ini tidak bisa kita abaikan. Kawasan gunung batu yang selama ini menjadi bagian penting dari bentang alam setempat kini mengalami perubahan drastis akibat aktivitas penambangan yang berlangsung secara masif. Perubahan ini tidak hanya terlihat secara kasat mata, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran mendalam akan dampak lingkungan jangka panjang.

Gunung Batu Liang Bunyu bukanlah bentang alam yang baru muncul bersamaan dengan aktivitas ekonomi hari ini. Gunung ini telah ada jauh sebelum masyarakat bermukim di sekitarnya. Dari sanalah sumber mata air alami mengalir tanpa henti selama puluhan tahun, memenuhi kebutuhan hidup masyarakat yang tinggal di kaki gunung. Mulai dari air minum, kebutuhan rumah tangga, hingga pertanian kecil warga. Gunung ini adalah penyangga kehidupan, bukan sekadar tumpukan batu.

Selain fungsi ekologisnya, posisi Gunung Batu Liang Bunyu yang menjulang di antara daratan rendah menjadikannya mercusuar alami bagi para pelaut di perairan Nunukan. Sejak lama, gunung ini menjadi penanda arah dan orientasi bagi nelayan dan pelaut lokal. Artinya, gunung ini memiliki nilai historis, ekologis, dan sosial yang tidak bisa digantikan oleh nilai ekonomi sesaat.

Kini, setelah aktivitas penggalian berlangsung secara masif, muncul ketakutan yang nyata di tengah masyarakat. Ribuan warga yang bermukim di sekitar kaki gunung hidup dalam kecemasan, setiap saat mendengar suara longsoran batu dari puncak bukit. Kekhawatiran akan longsor besar bukan lagi asumsi, melainkan ancaman nyata jika eksploitasi terus dibiarkan tanpa kendali dan pengawasan ketat.

Masyarakat tidak menolak pembangunan. Namun, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang taat hukum, berkeadilan, dan berwawasan lingkungan. Ketika aktivitas penambangan berlangsung tanpa informasi yang jelas mengenai izin, pengawasan, dan pengelolaan dampak lingkungan, maka wajar jika masyarakat bertanya: apakah kegiatan ini sudah sesuai aturan?

Sebatik adalah wilayah perbatasan negara. Setiap jengkal tanahnya bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi juga strategis secara ekologis dan geopolitik. Kerusakan lingkungan di wilayah perbatasan bukan persoalan sepele. Jika gunung batu terus dieksploitasi tanpa kendali, risiko erosi, longsor, rusaknya sumber air, hingga konflik sosial akan menjadi beban bersama di masa depan.

Sebagai wakil rakyat, saya memandang perlu adanya keterbukaan informasi dari instansi berwenang terkait legalitas izin penambangan di Liang Bunyu, serta peninjauan langsung ke lapangan untuk menilai dampak lingkungan yang telah terjadi. Jika kegiatan tersebut terbukti tidak memenuhi ketentuan hukum, maka negara wajib hadir untuk menghentikan dan menertibkannya. Sebaliknya, jika berizin, maka pengawasan harus diperketat dan kewajiban perlindungan lingkungan harus ditegakkan tanpa kompromi.

Keresahan warga Liang Bunyu adalah suara jujur dari masyarakat yang mencintai ruang hidupnya. Pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat harus duduk bersama, membuka data secara transparan, dan memastikan bahwa pembangunan di Sebatik tidak mengorbankan keselamatan rakyat dan masa depan generasi yang akan datang.

Pembangunan sejati bukan soal seberapa banyak yang digali hari ini, tetapi seberapa bijak kita menjaga alam untuk hari esok. (***)




Satgas Pamtas Serahkan Tangkapan Sabu 153 Gram Tanpa Tersangka ke Polisi

NUNUKAN – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Malaysia Yonarmedika Kawal (Yonkav) 13/Satya Lembuswana telah menyerahkan barang bukti narkoba hasil tangkapan di wilayah perbatasan tanpa tersangka kepada Polres Nunukan Mako Kotis, Jalan Fatahillah, Selasa (23/12/2025).

Penyerahan ini merupakan wujud komitmen komiten Satgas Pamtas dalam upaya konsisten pemberantasan perdagangan dan penyebaran narkoba di perbatasan RI–Malaysia yang seringkali menjadi titik rawan aktivitas ilegal.

Sebelum proses penyerahan dilaksanakan, petugas dari Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan telah melakukan uji sampel terlebih dahulu untuk memastikan jenis barang yang ditangkap. Pemeriksaan awal tersebut bertujuan untuk memastikan apakah barang yang ditemukan merupakan narkoba jenis sabu atau jenis lainnya, yang akan menjadi dasar dalam proses penanganan hukum selanjutnya.

Menurut keterangan Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL, Letkol Kav Ikhsan Maulana Pradana kepada awak media usai proses penyerahan, penangkapan barang bukti terjadi ketika petugas sedang melakukan patroli rutin di Pos Kandungan pada hari Senin (22/12/2025).

“Saat kami melakukan patroli, kami menemukan tanda-tanda mencurigakan dan mencoba mendekati pihak yang dicurigai. Namun, sayangnya tersangkanya segera melarikan diri sehingga tidak kami tangkap langsung. Meskipun demikian, kami berhasil menyita barang bukti yang ditinggalkannya,” ungkap Ikhsan.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, jumlah barang bukti yang disita berupa 4 paket plastik bening yang berisi narkoba dengan total berat 153,86 gram. Selain itu, juga ditemukan dan disita 2 buah ponsel serta tas selempang yang diduga milik tersangka yang melarikan diri. Barang-barang tersebut akan menjadi bukti penting dalam penyelidikan yang akan dilakukan oleh pihak penegak hukum.

Letkol Kav Ikhsan Maulana Pradana menegaskan, penyerahan barang bukti ke Polres Nunukan merupakan langkah tepat dalam proses penegakan hukum.

“Soal penanganan selanjutnya, kami serahkan sepenuhnya ke pihak Polres seperti prosedur yang berlaku. Yang jelas, apa yang kami lakukan hari ini dan setiap hari adalah wujud komitmen kami bersama seluruh personel Satgas Pamtas untuk membersihkan wilayah perbatasan dari ancaman narkoba. Kami akan terus meningkatkan patroli dan kerja sama dengan pihak terkait untuk mencegah aktivitas ilegal semacam ini terjadi lagi,” tegasnya. (bed)




Gubernur Kaltara dan Bupati Nunukan Bersinergi Perkuat Ketahanan Pangan di Perbatasan

NUNUKAN – Gubernur Kalimantan Utara, H. Zainal Arifin Paliwang, bersama Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, sukses menggelar Panen Raya Padi di Long Kiwan, Kecamatan Krayan Barat, pada Selasa, 16 Desember 2025.

Acara ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan menyoroti potensi besar sektor pertanian di wilayah perbatasan.

Menurut data dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Krayan, luas baku lahan pertanian meningkat signifikan dari 3.525 hektare pada 2024 menjadi 4.070 hektare pada 2025. Luas Tambah Tanam (LTT) oplah mencapai 2.420 hektare, sementara LTT reguler seluas 1.650 hektare. Produktivitas lahan ini mampu menghasilkan sekitar 4.000 ton padi per tahun.

Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri mengungkapkan, panen raya ini bukan hanya perayaan hasil pertanian, tetapi juga simbol nyata ketahanan pangan daerah. Ia mengapresiasi semangat dan kegigihan petani Krayan dalam meningkatkan produktivitas melalui pengolahan lahan yang baik dan berkelanjutan.

“Panen raya ini menunjukkan bahwa Krayan memiliki potensi besar. Hasil pertanian yang dihasilkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memperlihatkan peluang pengembangan di tingkat regional,” ujar Irwan Sabri.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Utara atas kunjungan dan dukungan yang diberikan, berharap sektor pertanian Krayan terus berkembang dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, mengakui potensi swasembada pangan di Krayan sangat luar biasa, didukung oleh sistem pertanian organik yang menghasilkan produk pertanian sehat dan berkualitas. Ia mendorong optimalisasi lahan pertanian yang belum tergarap sepenuhnya.

“Dukungan alat dan sarana pertanian, termasuk bantuan excavator dari Pemerintah Kabupaten Nunukan, diharapkan dapat semakin memotivasi petani dalam membuka dan mengelola lahan pertanian,” ujarnya. (bed)




Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Buka Dialog Nasional SMSI: Media Baru Harus Mengarah pada Pers Sehat

JAKARTA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat kembali menunjukkan perannya dalam penguatan ekosistem pers nasional dengan menggelar Dialog Nasional Refleksi Akhir Tahun 2025 bertema “Media Baru Menuju Pers Sehat”. Kegiatan ini berlangsung di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025).

Dialog nasional tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator, akademisi, praktisi media, pejabat negara, hingga tokoh pers nasional.

Hampir seluruh anggota Dewan Pers tampak hadir dalam forum strategis tersebut. Di antaranya Komaruddin Hidayat (Ketua), Totok Suryanto (Wakil Ketua), Muhammad Jazuli (Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers), Rosarita Niken Widiastuti (Ketua Komisi Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga, dan Infrastruktur Organisasi), serta Dahlan Dahi (Ketua Komisi Digital dan Sustainability).

Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus menekankan pentingnya kompetisi yang sehat dan peran strategis informasi dalam peradaban modern. Ia menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki waktu yang sama, yakni 24 jam, namun kreativitas dan respons terhadap situasi menjadi faktor pembeda.

“Perbedaan terletak pada bagaimana kita merespons keadaan dan bergerak dari sekadar hidup menuju solusi,” ujarnya.

Firdaus juga mengungkapkan pandangannya tentang tiga kekuatan utama yang menggerakkan dunia saat ini, yakni informasi, uang, dan energi. Menurutnya, pers nasional harus berorientasi pada peningkatan kualitas serta demokratisasi ilmu pengetahuan melalui penyampaian informasi yang benar dan bertanggung jawab.

Setelah sambutan Ketua Umum SMSI, acara dilanjutkan dengan pengarahan dari Dewan Pembina SMSI Pusat, Mayjen (Purn) Joko Warsito, S.Ip.

Memasuki agenda utama, Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat menyampaikan sambutan pembukaan yang menekankan pentingnya ide, tulisan, dan etika dalam membangun peradaban. Ia menegaskan bahwa setiap perubahan besar selalu berawal dari kekuatan gagasan.

“Semua gerakan besar dimulai dari the power of ideas. Ketika ide dituangkan menjadi informasi, lalu ditulis dan didiskusikan, itulah yang menjadi panduan bagi masyarakat pers yang maju,” tutur Komaruddin.

Ia juga mengajak insan pers untuk tidak sekadar terbawa arus persoalan, melainkan mampu mengendalikan dan menyelesaikan masalah dengan metodologi yang tepat serta berpegang teguh pada nilai-nilai dasar, seperti kebenaran, kebaikan, keindahan, kedamaian, dan kemerdekaan.

Usai pembukaan, dialog nasional dilanjutkan dengan sesi diskusi bertema “Media Baru Menuju Pers Sehat”. Forum ini menjadi ruang strategis untuk membahas tantangan dan peluang pers digital, termasuk adaptasi teknologi serta penegakan etika jurnalistik di tengah derasnya arus informasi.

Diskusi dipandu oleh Prof. Dr. Taufiqurachman, A.Ks., Sos., M.Si, dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, antara lain Prof. Dr. H. Yuddy Crisnandi, S.E., M.E (Ketua Dewan Pakar SMSI Pusat), Nuzula Anggerain (Direktur Ideologi, Kebangsaan, Politik, dan Demokrasi Kementerian PPN/Bappenas), Hersubeno Arief (praktisi media baru), Wahyu Dhyatmika (Ketua Umum AMSI), Ilona Juwita (Wakil Ketua Umum SMSI), Aiman Witjaksono (wartawan senior), serta Dr. Ariawan, S.AP., MH., MA (Koordinator Wartawan Parlemen).

Fokus diskusi diarahkan pada upaya menjaga kualitas dan kredibilitas media, sekaligus meneguhkan peran pers sebagai pilar keempat demokrasi di era media baru. (*)




Hasan Saleh Pantau Langsung Penyaluran Bantuan Pangan Nunukan, 90 Persen Tepat Sasaran, 10 Persen Data Terlambat Diperbarui

NUNUKAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi IV, Mayjen TNI (Purn) Drs. H. Hasan Saleh, memantau langsung penyaluran Bantuan Pangan 2025 di Aula Pertemuan Kelurahan Nunukan Utara, Selasa (16/12/2025).

Acara yang diisi dengan antusiasme warga ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang berhak.

Menurut Hasan Saleh, penyaluran bantuan bagi masyarakat tidak mampu telah berjalan sesuai petunjuk yang ada. Meskipun terkadang ada data yang belum diperbarui yang menjadi dinamika di lapangan, namun pemantauan yang dilakukan menunjukkan kinerja yang memuaskan.

“Sepanjang pantauan saya, hampir 90 persen tepat sasaran. Adapun 10 persen sisanya kemungkinan karena ada yang sudah meninggal dunia namun data terlambat diperbarui,” ungkapnya sambil menyapa warga yang sedang menunggu giliran menerima bantuan.

Bantuan pangan ini bukan hanya difokuskan di Kabupaten Nunukan, melainkan menyebar ke seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Utara. Kegiatan penyaluran telah dilakukan kemarin di Tarakan, hari ini di Nunukan, dan besok direncanakan akan dilanjutkan ke Kabupaten Bulungan.

“Kita tidak mau ada satu pun wilayah yang terlewatkan. Setiap warga yang membutuhkan harus merasa keberadaan pemerintah,” tegas Hasan.

Sementara itu, Kepala Kantor Perum Bulog Tarakan Zamahsyari Afsolin yang membawahi wilayah Tarakan dan Nunukan menyampaikan, total bantuan pangan yang disalurkan di Kabupaten Nunukan sebanyak 8.212 paket, yang tersebar di semua kecamatan, kelurahan, dan desa. Setiap paket terdiri dari 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.

“Ini merupakan alokasi penyaluran tahap II untuk bulan Oktober-November, dimana sebelumnya tahap I sudah dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2025,” jelas Zamahsyari yang juga hadir dalam acara tersebut.

Ia menambahkan, petugas Bulog telah bekerja ekstra untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan cepat.

Di Kelurahan Nunukan Utara sendiri, penyaluran ditujukan kepada 278 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebagai bagian dari Program Bantuan Pangan Nasional yang disalurkan oleh Bulog dan disaksikan langsung oleh Hasan Saleh sebagai mitra pemerintah.

Salah satu warga penerima, Siti Aminah (45 tahun), menyampaikan rasa terima kasihnya. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kebutuhan keluarga saya. Semoga pemerintah selalu memberikan perhatian seperti ini,” ujarnya sambil memegang paket beras yang baru diterimanya. (bed)




Ludes Dilahap Api, 5 Ruko di Simpang H Irwan Sebuku Terbakar Pagi Ini

NUNUKAN – Kebakaran melanda kawasan Jalan Poros Provinsi (Simpang 3) RT 03 atau lebih dikenal sebagai simpang H Irwan, Desa Apas, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, pukul 08.55 Wita, Senin (15/12/2025).

Sebanyak 5 rumah toko (ruko) berbahan kayu ludes terbakar dilahap si jago merah, dengan korban pemilik antara lain Hendi, Sugeng, Dewi, Uttang, dan Hamsir.

Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Nunukan Wahyudi Kawariyin menyebutkan,  2 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api.

“1 mobil dari Sebuku dan 1 lagi dari Kecamatan Tulin Onsoi. Bersama warga dan aparat personel kami bahu membahu melakukan pemadaman,” sebut Wahyudi.

Selain pemadaman, petugas juga melakukan penyekatan agar api tidak merambat ke bangunan lain. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar dua jam.

Dugaan sementara, penyebab kebakaran berasal dari mesin dinamo listrik (dab) yang digunakan Hamsir untuk menyedot Bahan Bakar Minyak (BBM) pertalite dari drum ke gelen.

Kemungkinan BBM merembes atau menetes ke mesin dinamo, menimbulkan percikan api yang kemudian menyambar ke pertalite, membuat api cepat membesar dan menyebar.

“Kerugian harta benda sampai saat ini masih dalam proses perhitungan, tidak ada korban luka ataupun jiwa pada peristiwa ini,” jelas Wahyudi.

Ia juga mengingatkan warga untuk tetap waspada. “Kebakaran datang tidak mengenal waktu dan tempat, bisa terjadi kapan dan di manapun,” pungkasnya. (bed)




Hadiri Hajatan Keluarga di Nunukan, Rumah di Sebatik Tengah Terbakar

NUNUKAN – Satu unit rumah kayu milik Ayuman, warga Jalan SMPN 2 RT 02 Dusun Masago Desa Bukit Harapan, Peringkat Sembilan Kecamatan Sebatik Tengah, ludes terbakar, Ahad (14/12/2025) pagi.

Rumah berukuran 6×8 meter persegi itu ditinggal pemiliknya yang pergi ke Nunukan untuk menghadiri undangan hajatan pernikahan keluarga.

Informasi kebakaran diterima Danton Pemadam Kebakaran Sebatik Utara, Abdul Wahid, pukul 05.20 Wita. “Kepala Desa Bukit Harapan, Pak Cecep mengabari kami, bahwa sedang terjadi kebakaran menimpa rumah salah seorang warganya,” ungkap Wahid.

Segera setelah menerima laporan, 2 unit mobil pemadam kebakaran diturunkan ke lokasi untuk menjinakkan api. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar setengah jam.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Mulanya, warga sekitar yang berjarak sekitar 20 meter dari rumah korban mendengar suara seperti letupan yang berasal dari rumah Ayuman, baru kemudian menyadari bahwa kebakaran telah terjadi.

Karena berbahan kayu, api sangat cepat membesar dan menjalar sehingga seluruh rumah korban terbakar. “Tidak ada korban yang terluka ataupun meninggal dari peristiwa ini, kami mengimbau kepada warga agar tetap waspada terhadap musibah kebakaran,” tutup Wahid. (bed)




“Stunting Bukan Hanya Kesehatan, Tapi Masa Depan SDM Nunukan” Wakil Bupati Dorong Koordinasi Semua OPD

NUNUKAN – Kabupaten Nunukan tengah menghadapi tantangan besar dalam upaya menurunkan angka stunting, seperti banyak daerah lain di Indonesia. Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Nunukan sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Nunukan, Hermanus, dalam rapat koordinasi yang digelar di kantor Bupati belum lama ini.

“Stunting bukan semata persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan produktivitas daerah,” ujar Hermanus.

Untuk mengatasi masalah ini, Wakil Bupati meminta berbagai OPD termasuk Dinas Kesehatan, Pendidikan, Sosial, BPD, Pertanian, PU, dan Perkim untuk mengidentifikasi program masing-masing yang menjadi bagian dari intervensi penurunan stunting. “Misalnya PU yang biasanya menyediakan air bersih, sanitasi, kalau di DLH terkait dengan penanganan sampah, semua itu harus sesuai dengan tupoksi masing-masing,” tegasnya.

Berdasarkan Data Aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM), prevalensi stunting di Nunukan pada 2024 sebesar 10,9 persen, dengan 1.134 kasus dari 10.445 balita yang diukur. Sampai triwulan 3 tahun 2025, angka tersebut sedikit naik menjadi 11,2 persen atau sebanyak 988 kasus.

“Semoga lebih rendah dari tahun sebelumnya,” harap Hermanus. Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi bagian dari upaya intervensi dan evaluasi agar kasus stunting tidak semakin memburuk dan segera diidentifikasi serta ditangani dengan baik.

“Dengan adanya koordinasi yang baik, serta tatalaksana kerjasama yang optimal dalam menangani kasus stunting, maka diharapkan pada tahun 2025, target nasional penurunan angka stunting sebesar 18 persen dapat dicapai,” ungkapnya. (bed)




Aman Jelang Nataru, Kapal Parepare-Nunukan dan Peninjauan Bupati Jamin Stok Kebutuhan Pokok

NUNUKAN – Ketersediaan stok dan stabilitas harga kebutuhan pokok di Kabupaten Nunukan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) dipastikan aman.

Hal ini lantaran didukung beroperasi normal dua kapal swasta rute Parepare-Nunukan yang berlayar setiap 3-4 hari dengan muatan komoditas utama seperti beras, sayuran, telur dan kebutuhan sehari-hari dari Sulawesi Selatan.

Mulyadi, distributor bawang merah, tomat, dan cabai mengakui, kendala hanya muncul jika salah satu kapal rusak. “Kalau beroperasi normal, harga dan stok barang-barang itu tetap aman,” ungkapnya kemarin.

Sementara itu, H. Abbas, distributor beras di Pasar Inhutani, menjelaskan stok beras saat ini mencapai 50 ton cukup hingga awal Januari dengan tambahan dari Surbaya melalui rute lain. “Tergantung kapal masuk saja. Karena stok barang tergantung kapal saja,” ujarnya.

Dari pantauan sudahtau.com di Pasar Inhutani, Pasar Liem Hie Djung, dan Pasar Pagi, hanya wortel sempat mengalami lonjakan harga dari Rp 25 ribu menjadi Rp 40 ribu per kg akibat pembatasan stok dari Tawau, Malaysia.

Namun, Wina, pedagang Pasar Liem Hie Djung, mengkonfirmasi harga wortel sudah kembali normal ke Rp 25 ribu per kg, sedangkan komoditas lain seperti kentang, bawang putih, bawang merah, dan bawang bombai dari Tawau tetap stabil. Distributor daging sapi dan ayam juga menyatakan stok cukup hingga akhir Desember tanpa kenaikan harga signifikan, dan banyak pedagang telah menambah persediaan lebih awal.

Selain itu, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri melakukan peninjauan langsung di Pasar Inhutani, Pasar Yamaker, dan Gudang Kemakmuran pada Rabu (10/12/2025). “Kepada masyarakat Nunukan tidak perlu khawatir. Ketersediaan bahan pokok aman dan cukup. Memang ada kenaikan harga sedikit, tetapi masih dalam batas wajar dan stabil,” tegasnya.

Usai mengecek pasar, Bupati juga mengunjungi Pelabuhan Tunon Taka untuk memastikan kelancaran distribusi dari Sulawesi dan Surabaya sebagai upaya pemerintah menjaga kenyamanan masyarakat menjelang hari besar. (bed)